https://www.askep3s.org/04b1ea22d6/sdki/D.0017
SDKI
Risiko
D.0017
Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Risiko perfusi serebral tidak efektif dibuktikan dengan faktor risiko
Luaran (SLKI)
Perfusi Serebral Meningkat
Kriteria Hasil
- Tingkat kesadaran meningkat
- Sakit kepala menurun
- Gelisah menurun
- Tekanan arteri rata-rata (mean arterial pressure/MAP) membaik
- Tekanan intra kranial membaik
Intervensi (SIKI)2
I.06194 Manajemen Peningkatan Tekanan Intrakranial
Observasi
- Identifikasi penyebab peningkatan TIK (misalnya: lesi, gangguan metabolism, edema serebral)
- Monitor tanda/gejala peningkatan TIK (misalnya: tekanan darah meningkat, tekanan nadi melebar, bradikardia, pola napas ireguler, kesadaran menurun)
- Monitor MAP (mean arterial pressure)
- Monitor CVP (central venous pressure)
- Monitor PAWP, jika perlu
- Monitor PAP, jika perlu
- Monitor ICP (intra cranial pressure)
- Monitor gelombang ICP
- Monitor status pernapasan
- Monitor intake dan output cairan
- Monitor cairan serebro-spinalis (mis. Warna, konsistensi)
Terapeutik
- Minimalkan stimulus dengan menyediakan lingkungan yang tenang
- Berikan posisi semi fowler
- Hindari manuver valsava
- Cegah terjadinya kejang
- Hindari penggunaan PEEP
- Hindari pemberian cairan IV hipotonik
- Atur ventilator agar PaCO2 optimal
- Pertahankan suhu tubuh normal
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian sedasi dan antikonvulsan, jika perlu
- Kolaborasi pemberian diuretik osmosis, jika perlu
- Kolaborasi pemberian pelunak tinja, jika perlu
I.06198 Pemantauan Tekanan Intrakranial
Observasi
- Identifikasi penyebab peningkatan TIK (mis: lesi menempati ruang, gangguan metabolisme, edema serebral, peningkatan tekanan vena, obstruksi cairan serebrospinal, hipertensi intracranial idiopatik)
- Monitor peningkatan TS
- Monitor pelebaran tekanan nadi (selisih TDS dan TDD)
- Monitor penurunan frekuensi jantung
- Monitor ireguleritas irama napas
- Monitor penurunan tingkat kesadaran
- Monitor perlambatan atau ketidaksimetrisan respon pupil
- Monitor kadar CO2 dan pertahankan dalam rentang yang diindikasikan
- Monitor tekanan perfusi serebral
- Monitor jumlah, kecepatan, dan karakteristik drainase cairan serebrospinal
- Monitor efek stimulus lingkungan terhadap TIK
Terapeutik
- Ambil sampel drainase cairan serebrospinal
- Kalibrasi transduser
- Pertahankan sterilitas sistem pemantauan
- Pertahankan posisi kepala dan leher netral
- Bilas sistem pemantauan, jika perlu
- Atur interval pemantauan sesuai kondisi pasien
- Dokumentasikan hasil pemantauan
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
- Informasikan hasil pemantauan, jika perlu
Etiologi25
- Keabnormalan masa protrombin dan/atau masa protrombin parsial
- Penurunan kinerja ventrikel kiri
- Aterosklerosis aorta
- Diseksi arteri
- Fibrilasi atrium
- Tumor otak
- Stenosis karotis
- Miksoma atrium
- Aneurisma serebri
- Koagulopati (misalnya anemia sel sabit)
- Dilatasi kardiomiopati
- Koagulasi intravaskuler diseminata
- Embolisme
- Cidera kepala
- Hiperkolesteronemia
- Hipertensi
- Endokarditis infektif
- Katup prostetik mekanis
- Stenosis mitral
- Neoplasma otak
- Infark miokard akut
- Sindrom sick sinus
- Penyalahgunaan zat
- Terapi trombolitik
- Penyalahgunaan zat