https://www.askep3s.org/05194facf6/sdki/D.0132
SDKI
Aktual
D.0132
Perilaku Kekerasan
Perilaku kekerasan berhubungan dengan etiologi dibuktikan dengan
Tanda & Gejala
Subjektif (DS)
- Mengancam
- Mengumpat dengan kata-kata kasar
- Suara keras
- Bicara
Objektif (DO)
- Menyerang orang lain
- Melukai diri sendiri/orang lain
- Merusak lingkungan
- Perilaku agresif/amuk
Luaran (SLKI)
Kontrol diri meningkat
Kriteria Hasil
- Verbalisasi ancaman kepada orang lain menurun
- Verbalisasi umpatan menurun
- Perilaku menyerang menurun
- Perilaku melukai diri sendiri/orang lain menurun
- Perilaku merusak lingkungan sekitar menurun
- Perilaku agresi/amuk menurun
- Suara keras menurun
- Bicara ketus menurun
Intervensi (SIKI)4
I.14513 Manajemen Keselamatan Lingkungan
Observasi
- Identifikasi kebutuhan keselamatan (mis: kondisi fisik, fungsi kognitif, dan riwayat perilaku)
- Monitor perubahan status keselamatan lingkungan
Terapeutik
- Hilangkan bahaya keselamatan lingkungan (mis: fisik, biologi, kimia), jika memungkinkan
- Modifikasi lingkungan untuk meminimalkan bahaya dan risiko
- Sediakan alat bantu keamanan lingkungan (mis: commode chair dan pegangan tangan)
- Gunakan perangkat pelindung (mis: pengekangan fisik, rel samping, pintu terkunci, pagar)
- Hubungi pihak berwenang sesuai masalah komunitas (mis: puskesmas, polisi, damkar)
- Fasilitasi relokasi ke lingkungan yang aman
- Lakukan program skrining bahaya lingkungan (mis: timbal)
Edukasi
- Ajarkan individu, keluarga, dan kelompok risiko tinggi bahaya lingkungan
I.09289 Manajemen Mood
Observasi
- Identifikasi mood (mis: tanda, gejala, riwayat penyakit)
- Identifikasi risiko keselamatan diri atau orang lain
- Monitor fungsi kognitif (mis: konsentrasi, memori, kemampuan membuat keputusan)
- Monitor aktivitas dan tingkat stimulasi lingkungan
Terapeutik
- Fasilitasi pengisian kuesioner self-report (mis: beck depression inventory, skala status fungsional), jika perlu
- Berikan kesempatan untuk menyampaikan perasaan dengan cara yang tepat (mis: sandsack, terapi seni, aktivitas fisik)
Edukasi
- Jelaskan tentang gangguan mood dan penanganannya
- Anjurkan berperan aktif dalam pengobatan dan rehabilitasi, jika perlu
- Ajarkan mengenali pemicu gangguan mood (mis: situasi stres, masalah fisik)
- Ajarkan memonitor mood secara mandiri (mis: skala tingkat 1–10, membuat jurnal)
- Ajarkan keterampilan koping dan penyelesaian masalah baru
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian obat, jika perlu
- Rujuk untuk psikoterapi (mis: perilaku, hubungan interpersonal, keluarga, kelompok), jika perlu
I.09290 Manajemen Pengendalian Marah
Observasi
- Identifikasi penyebab/pemicu kemarahan
- Identifikasi harapan perilaku terhadap ekspresi kemarahan
- Monitor potensi agresi tidak konstruktif dan lakukan tindakan sebelum agresif
- Monitor kemajuan dengan membuat grafik, jika perlu
Terapeutik
- Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
- Fasilitasi mengekspresikan marah secara adaptif
- Cegah kerusakan fisik akibat ekspresi marah (mis: menggunakan senjata)
- Cegah aktivitas pemicu agresi (mis: meninju tas, mondar-mandir, berolahraga berlebihan)
- Lakukan kontrol eksternal (mis: pengekangan, time-out, dan seklusi), jika perlu
- Dukung menerapkan strategi pengendalian marah dan ekspresi marah adaptif
Edukasi
- Jelaskan makna, fungsi marah, frustasi, dan respons marah
- Anjurkan meminta bantuan perawat atau keluarga selama ketegangan meningkat
- Ajarkan strategi untuk mencegah ekspresi marah maladaptif
- Ajarkan metode untuk memodulasi pengalaman emosi yang kuat (mis: latihan asertif, teknik relaksasi, jurnal, aktivitas penyaluran energi)
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian obat, jika perlu
I.12463 Manajemen Perilaku
Observasi
- Identifikasi harapan untuk mengendalikan perilaku
Terapeutik
- Diskusikan tanggung jawab terhadap perilaku
- Jadwalkan kegiatan terstruktur
- Ciptakan dan pertahankan lingkungan dan kegiatan perawatan konsisten setiap dinas
- Tingkatkan aktivitas fisik sesuai kemampuan
- Batasi jumlah pengunjung
- Bicara dengan nada rendah dan tenang
- Lakukan kegiatan pengalihan terhadap sumber agitasi
- Cegah perilaku pasif dan agresif
- Beri penguatan positif terhadap keberhasilan mengendalikan perilaku
Edukasi
- Informasikan keluarga bahwa keluarga sebagai dasar pembentukan kognitif
Etiologi6
- Ketidakmampuan mengendalikan dorongan marah
- Stimulus lingkungan
- Konflik interpersonal
- Perubahan status mental
- Putus obat
- Penyalahgunaan zat/alkohol