MerlinDX SDKI D.0007
https://www.askep3s.org/06d4b9056b/sdki/D.0007
SDKI Aktual D.0007

Gangguan Sirkulasi Spontan

Gangguan sirkulasi spontan berhubungan dengan etiologi dibuktikan dengan tanda dan gejala

Tanda & Gejala

Subjektif (DS)

  • Tidak berespon (unrespon)

Objektif (DO)

  • Frekuensi nadi < 50 kali/menit atau > 150 kali/menit
  • Tekanan darah sistolik < 60 mmHg atau > 200 mmHg
  • Frekuensi napas < 6 kali/menit atau > 30 kali/menit
  • Kesadaran menurun atau tidak sadar

Luaran (SLKI)

Sirkulasi Spontan Meningkat

Kriteria Hasil

  • Tingkat kesadaran meningkat
  • Frekuensi nadi membaik
  • Frekuensi napas membaik

Intervensi (SIKI)3

I.02038 Manajemen Defibrilasi

Observasi

  • Periksa irama pada monitor setelah RJP 2 menit

Terapeutik

  • Lakukan resusitasi jantung paru (RJP) hingga mesin defibrillator siap
  • Siapkan dan hidupkan mesin defibrillator
  • Pasang monitor EKG
  • Pastikan irama EKG henti jantung (VF atau VT tanpa nadi)
  • Atur jumlah energi dengan metode asynchronized (360 joule untuk monofasik dan 120-200 joule untuk bifasik)
  • Angkat paddle dari mesin dan oleskan jeli pada paddle
  • Tempelkan paddle sternum (kanan) pada sisi kanan sternum di bawah klavikula dan paddle apeks (kiri) pada garis midaksilaris setinggi elektroda V6
  • Isi energi dengan menekan tombol charge pada paddle atau tombol charge pada mesin defibrillator dan menunggu hingga energi yang diinginkan tercapai
  • Hentikan RJP saat defibrillator siap
  • Teriak bahwa defibrillator telah siap (misal: “I’m clear, you’re clear, everybody’s clear”)
  • Berikan syok dengan menekan tombol pada kedua paddle bersamaan
  • Angkat paddle dan langsung lanjutkan RJP tanpa menunggu hasil irama yang muncul pada monitor setelah pemberian defibrilasi
  • Lanjutkan RJP sampai 2 menit

I.03139 Resusitasi Cairan

Observasi

  • Identifikasi kelas syok untuk estimasi kehilangan darah
  • Monitor status hemodinamik
  • Monitor status oksigen
  • Monitor kelebihan cairan
  • Monitor output cairan tubuh (mis. Urin, cairan nasogastric, cairan selang dada)
  • Monitor nilai BUN, kreatinin, protein total, dan albumin, jika perlu
  • Monitor tanda dan gejala edema paru

Terapeutik

  • Pasang jalur IV berukuran besar (mis. nomor 14 atau 16)
  • Berikan infus cairan kristaloid 1-2 L pada dewasa
  • Berikan infus cairan kristaloid 20 mL/KgBB pada anak
  • Lakukan cross matching produk darah

Kolaborasi

  • Kolaborasi penentuan jenis dan jumlah cairan (mis: kristaloid, koloid)
  • Kolaborasi pemberian produk darah

I.02083 Resusitasi Jantung Paru

Observasi

  • Identifikasi keamanan penolong, lingkungan dan pasien
  • Identifikasi respon pasien (mis: memanggil pasien, menepuk bahu pasien)
  • Monitor nadi karotis dan napas setiap 2 menit atau 5 siklus RJP

Terapeutik

  • Pakai alat pelindung diri
  • Aktifkan emergency medical system atau berteriak minta tolong
  • Posisikan pasien telentang di tempat datar dan keras
  • Atur posisi penolong berlutut disamping pasien
  • Raba nadi karotis dalam waktu < 10 detik
  • Berikan rescue breathing jika ditemukan ada nadi tetapi tidak ada napas
  • Kompresi dada 30 kali dikombinasikan dengan bantuan napas (ventilasi) 2 kali jika ditemukan tidak ada nadi dan tidak ada napas.
  • Kompresi dengan tumit telapak tangan menumpuk di atas telapak tangan yang lain tegak lurus pada pertengahan dada (seperdua bawah sternum)
  • Kompresi dengan kedalaman kompresi 5-6 cm dengan kecepatan 100-120 kali per menit
  • Bersihkan dan buka jalan napas dengan head-tilt chin-lift atau jaw thrust (jika curiga cedera servikal)
  • Berikan bantuan napas dengan menggunakan bag valve mask dengan Teknik EC-Clamp
  • Kombinasikan kompresi dan ventilasi selama 2 menit atau sebanyak 5 siklus
  • Hentikan RJP jika ditemukan ada tanda-tanda kehidupan, penolong yang lebih mahir datang, ditemukan adanya tanda-tanda kematian biologis, do not resuscitation (DNR).

Edukasi

  • Jelaskan tujuan dan prosedur Tindakan kepada keluarga atau pengantar pasien

Kolaborasi

  • Kolaborasi tim medis untuk bantuan hidup lanjut

Etiologi3

Konten Terkait

Pathway: Clinical Pathway D72.9 Gangguan Sel Dar… Pathway: Clinical Pathway D89.8 (Gangguan Imun S… Artikel: D55.1: Anemia Akibat Gangguan Metabolis…