https://www.askep3s.org/266cdfd4b8/sdki/D.0131
SDKI
Aktual
D.0131
Hipotermia
Hipotermia berhubungan dengan etiologi dibuktikan dengan
Tanda & Gejala
Objektif (DO)
- Kulit teraba dingin
- Menggigil
- Suhu tubuh di bawah nilai normal
Luaran (SLKI)
Termoregulasi membaik
Kriteria Hasil
- Menggigil menurun
- Suhu tubuh membaik
- Suhu kulit membaik
Intervensi (SIKI)2
I.14507 Manajemen Hipotermia
Observasi
- Monitor suhu tubuh
- Identifikasi penyebab hipotermia (mis: terpapar suhu lingkungan rendah, pakaian tipis, kerusakan hipotalamus, penurunan laju metabolisme, kekurangan lemak subkutan)
- Monitor tanda dan gejala akibat hipotermia (mis: hipotermia ringan: takipnea, disartria, menggigil, hipertensi, diuresis; hipotermia sedang: aritmia, hipotensi, apatis, koagulopati, refleks menurun; hipotermia berat: oliguria, refleks menghilang, edema paru, asam-basa abnormal)
Terapeutik
- Sediakan lingkungan yang hangat (mis: atur suhu ruangan, inkubator)
- Ganti pakaian dan/atau linen yang basah
- Lakukan penghangatan pasif (mis: selimut, menutup kepala, pakaian tebal)
- Lakukan penghangatan aktif eksternal (mis: kompres hangat, botol hangat, selimut hangat, perawatan metode kanguru)
- Lakukan penghangatan aktif internal (mis: infus cairan hangat, oksigen hangat, lavase peritoneal dengan cairan hangat)
Edukasi
- Anjurkan makan/minum hangat
I.14586 Terapi Paparan Panas
Observasi
- Identifikasi kontraindikasi penggunaan terapi (mis: penurunan atau tidak adanya sensasi, penurunan sirkulasi)
- Monitor suhu alat terapi
- Monitor kondisi kulit selama terapi
- Monitor kondisi umum, kenyamanan, dan keamanan selama terapi
- Monitor respon pasien terhadap terapi
Terapeutik
- Pilih metode stimulasi yang nyaman dan mudah didapatkan (mis: botol air panas, bantal panas listrik, lilin paraffin, lampu)
- Pilih lokasi stimulus yang sesuai
- Bungkus alat terapi dengan menggunakan kain
- Gunakan kain lembab di sekitar area terapi
- Tentukan durasi terapi sesuai dengan respon pasien
- Hindari melakukan terapi pada daerah yang mendapatkan terapi radiasi
Edukasi
- Ajarkan cara mencegah kerusakan jaringan
- Ajarkan cara menyesuaikan suhu secara mandiri
Etiologi14
- Kerusakan hipotalamus
- Konsumsi alkohol
- Berat badan ekstrim
- Kekurangan lemak subkutan
- Terpapar suhu lingkungan rendah
- Malnutrisi
- Pemakaian pakaian tipis
- Penurunan laju metabolisme
- Tidak beraktivitas
- Transfer panas (mis: konduksi, konveksi, evaporasi, radiasi)
- Trauma
- Proses penuaan
- Efek agen farmakologis
- Kurang terpapar informasi tentang pencegahan hipotermia