MerlinDX Artikel A93.1
https://www.askep3s.org/27f30c3f63/artikel/A93.1
A93.1: Sandfly Fever - Demam Pasir - Penyebab, Gejala, Diagnosis & Pengobatan
Photo by Jimmy Chan on Pexels
Artikel Klinis ICD-10: A93.1

A93.1: Sandfly Fever - Demam Pasir - Penyebab, Gejala, Diagnosis & Pengobatan

8 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Bagian 1
  2. Bagian 2
  3. Bagian 3
  4. Bagian 4
  5. Bagian 5
  6. Bagian 6
  7. Bagian 7
  8. Bagian 8
  9. Bagian 9

01

<p><strong>Sandfly fever</strong>, juga dikenal sebagai <strong>demam pasir</strong> atau <strong>demam lalat pasir</strong>, adalah penyakit infeksi virus akut yang ditularkan melalui gigitan lalat pasir (genus <em>Phlebotomus</em> dan <em>Lutzomyia</em>). Penyakit ini termasuk dalam kelompok <strong>arbovirus</strong> (arthropod-borne virus) dan diklasifikasikan dalam ICD-10 dengan kode <strong>A93.1</strong>.</p><p>Sandfly fever pertama kali diidentifikasi di wilayah Mediterania dan terus menyebar ke berbagai wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Penyakit ini ditandai dengan onset mendadak demam tinggi, sakit kepala berat, mialgia (nyeri otot), dan manifestasi okular yang khas.</p><p>Meskipun umumnya bersifat <strong>self-limiting</strong> (dapat sembuh sendiri), sandfly fever dapat menyebabkan morbiditas signifikan dan mengganggu produktivitas kerja penderitanya. Di beberapa kasus berat, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi neurologis.</p>

02

<p><strong>Penyebab sandfly fever</strong> adalah infeksi oleh virus dari keluarga <strong>Bunyaviridae</strong>, genus <em>Phlebovirus</em>. Virus-virus utama yang menyebabkan sandfly fever meliputi:</p><ul><li><strong>Sandfly fever virus (SFV)</strong> - strain klasik yang pertama kali diidentifikasi</li><li><strong>Sandfly fever Naples virus (SFNV)</strong> - strain yang banyak ditemukan di Eropa Selatan</li><li><strong>Sandfly fever Sicilian virus (SFSV)</strong> - strain yang dominan di wilayah Sisilia</li><li><strong>Toscana virus (TOSV)</strong> - strain yang dapat menyebabkan meningitis aseptik</li><li><strong>Massilia virus</strong> - strain yang baru diidentifikasi di Prancis</li></ul><p>Virus-virus ini memiliki genom RNA untai negatif dan ditularkan melalui gigitan <strong>lalat pasir betina</strong> yang terinfeksi. Lalat pasir menjadi terinfeksi saat menghisap darah dari hewan reservoir yang viremik, kemudian menularkan virus ke manusia melalui gigitan berikutnya.</p>

03

<p><strong>Epidemiologi sandfly fever</strong> sangat berkaitan dengan distribusi geografis vektor lalat pasir. Penyakit ini endemik di beberapa wilayah berikut:</p><h3>Distribusi Geografis</h3><ul><li><strong>Wilayah Mediterania</strong>: Italia, Spanyol, Yunani, Portugal, dan negara-negara Balkan</li><li><strong>Timur Tengah</strong>: Iran, Irak, Suriah, dan Turki</li><li><strong>Afrika Utara</strong>: Maroko, Aljazair, Tunisia, dan Mesir</li><li><strong>Asia Selatan dan Tengah</strong>: India, Pakistan, Afghanistan, dan Asia Tengah</li><li><strong>Amerika Latin</strong>: Brazil, Kolombia, dan negara-negara Andes</li></ul><h3>Faktor Risiko</h3><p>Insiden sandfly fever meningkat secara signifikan selama bulan-bulan musim panas dan awal musim gugur, ketika populasi lalat pasir mencapai puncaknya. Faktor risiko utama meliputi:</p><ul><li>Paparan terhadap gigitan lalat pasir di area pedesaan dan semi-pedesaan</li><li>Aktivitas di luar ruangan pada malam hari (lalat pasir aktif nokturnal)</li><li>Tinggal atau bekerja di daerah endemik tanpa perlindungan adekuat</li><li>Kondisi perumahan yang buruk dengan ventilasi tanpa pelindung</li></ul>

04

<p><strong>Patofisiologi sandfly fever</strong> menjelaskan mekanisme infeksi virus dalam tubuh manusia dari gigitan hingga manifestasi klinis:</p><h3>Tahapan Infeksi</h3><ol><li><strong>Fase Inokulasi</strong>: Virus masuk ke kulit melalui air liur lalat pasir saat gigitan. Air liur lalat pasir mengandung faktor imunosupresif yang memfasilitasi replikasi virus.</li><li><strong>Fase Replikasi Lokal</strong>: Virus bereplikasi di sel-sel dendritik dan makrofag di lokasi gigitan.</li><li><strong>Fase Viremia</strong>: Virus masuk ke sirkulasi darah dan menyebar ke berbagai organ target, termasuk hati, limpa, dan sistem saraf pusat.</li><li><strong>Fase Respon Imun</strong>: Sistem imun tubuh mengaktifkan respons sel T dan produksi antibodi untuk mengeliminasi virus.</li></ol><h3>Mekanisme Kerusakan Jaringan</h3><p>Kerusakan jaringan pada sandfly fever terjadi melalui kombinasi mekanisme sitopatik langsung oleh virus dan respons inflamasi yang dimediasi sistem imun. Pada kasus dengan keterlibatan neurologis, virus dapat menembus sawar darah-otak dan menyebabkan meningitis atau ensefalitis aseptik.</p>

05

<p><strong>Gejala sandfly fever</strong> umumnya muncul secara akut dalam waktu 3-7 hari setelah gigitan lalat pasir yang terinfeksi. Masa inkubasi rata-rata adalah 3-4 hari. Manifestasi klinis sangat mirip dengan influenza dan demam berdarah, sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis.</p><h3>Gejala Klinis Utama</h3><ul><li><strong>Demam tinggi mendadak</strong> (38-40°C) dengan pola bifasik atau tripasik</li><li><strong>Sakit kepala berat</strong>, terutama di region frontal dan retroorbital</li><li><strong>Mialgia</strong> (nyeri otot) dan artralgia (nyeri sendi)</li><li><strong>Fotofobia</strong> (sensitivitas terhadap cahaya)</li><li><strong>Konjungtivitis</strong> dengan injeksi konjungtiva</li><li><strong>Leukopenia</strong> (penurunan sel darah putih)</li><li><strong>Trombositopenia</strong> ringan</li></ul><h3>Gejala Tambahan</h3><ul><li>Mual dan muntah</li><li>Nyeri abdomen</li><li>Ruam makulopapular pada dada dan ekstremitas</li><li>Kelelahan dan malaise umum</li><li>Anoreksia (kehilangan nafsu makan)</li></ul><h3>Komplikasi</h3><p>Pada sebagian kecil kasus, terutama yang disebabkan oleh Toscana virus, dapat terjadi komplikasi neurologis seperti meningitis aseptik, ensefalitis, atau sindrom Guillain-Barré.</p>

06

<p><strong>Diagnosis sandfly fever</strong> memerlukan pendekatan sistematis yang mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik, dan investigations laboratorium. Diagnosis banding yang perlu dipertimbangkan meliputi demam berdarah, malaria, tifus, dan infeksi arbovirus lainnya.</p><h3>Anamnesis</h3><ul><li>Riwayat perjalanan ke daerah endemik</li><li>Riwayat gigitan lalat pasir</li><li>Onset gejala akut</li><li>Gejala prodromal</li></ul><h3>Pemeriksaan Laboratorium</h3><ul><li><strong>Pemeriksaan Serologi</strong>: Deteksi antibodi IgM dan IgG spesifik menggunakan ELISA atau immunofluorescence assay (IFA)</li><li><strong>RT-PCR</strong>: Deteksi RNA virus dalam serum atau cairan cerebrospinal (pada kasus neurologis)</li><li><strong>Isolasi Virus</strong>: Kultur virus dari sampel darah (dilakukan di laboratorium biosafety level 3)</li><li><strong>Pemeriksaan Darah Lengkap</strong>: Leukopenia dan trombositopenia sering ditemukan</li><li><strong>Funksi Hati</strong>: Peningkatan ringan enzim hati (AST, ALT)</li></ul><h3>Pemeriksaan Penunjang Tambahan</h3><p>Pada kasus dengan suspected meningitis, pemeriksaan cairan cerebrospinal (CSS) direkomendasikan untuk menyingkirkan etiologi lain dan mengkonfirmasi keterlibatan neurologis.</p>

07

<p><strong>Pengobatan sandfly fever</strong> bersifat suportif dan simptomatik karena belum tersedia antivirus spesifik yang efektif untuk infeksi virus ini. Prinsip utama pengobatan adalah mengelola gejala dan mencegah komplikasi.</p><h3>Terapi Suportif</h3><ul><li><strong>Istirahat cukup</strong> selama fase akut penyakit</li><li><strong>Hidrasi adekuat</strong> dengan cairan oral atau intravena jika diperlukan</li><li><strong>Antipiretik</strong>: Paracetamol atau asetaminofen untuk mengontrol demam dan nyeri</li><li><strong>AINS</strong>: Ibuprofen untuk meredakan mialgia dan artralgia (dihindarkan jika ada tanda perdarahan)</li><li><strong>Analgesik</strong>: Untuk sakit kepala berat</li></ul><h3>Manajemen Komplikasi</h3><ul><li><strong>Meningitis aseptik</strong>: Terapi suportif dengan monitoring ketat, kortikosteroid dapat dipertimbangkan pada kasus berat</li><li><strong>Dehidrasi berat</strong>: Rehidrasi intravena agresif</li><li><strong>Infeksi sekunder</strong>: Terapi antibiotik jika terdapat bukti infeksi bakteri superinfeksi</li></ul><h3>Hal yang Harus Dihindari</h3><ul><li><strong>Aspirin</strong> dan obat antiplatelet lainnya (risiko perdarahan)</li><li><strong>Kortikosteroid</strong> rutin (dapat memperpanjang viremia)</li><li><strong>Antibiotik</strong> tidak efektif untuk infeksi virus</li></ul>

08

<p><strong>Pencegahan sandfly fever</strong> berfokus pada pengendalian vektor dan perlindungan individu dari gigitan lalat pasir. Berikut adalah strategi pencegahan yang direkomendasikan:</p><h3>Pengendalian Vektor</h3><ul><li><strong>Insektisida</strong>: Penggunaan insektisida residual di dalam dan sekitar tempat tinggal</li><li><strong>Kelambu berinsektisida</strong>: Penggunaan kelambu yang diimpregnasi dengan permetrin saat tidur</li><li><strong>Eliminasi habitat</strong>: Pengurangan tempat berkembang biak lalat pasir seperti tumpukan sampah organik dan kelembaban berlebih</li><li><strong>Pengendalian populasi</strong>: Program pengendalian vektor terkoordinasi di daerah endemik</li></ul><h3>Perlindungan Individu</h3><ul><li><strong>Repellent serangga</strong>: Penggunaan repellent yang mengandung DEET (N,N-diethyl-meta-toluamide) pada kulit yang terbuka</li><li><strong>Pakaian pelindung</strong>: Penggunaan pakaian lengan panjang dan celana panjang, terutama saat senja dan malam hari</li><li><strong>Jaring pengaman</strong>: Pemasangan jaring pada jendela dan pintu rumah</li><li><strong>Hindari aktivitas outdoor</strong> pada malam hari di daerah endemik</li><li><strong>Kelambu tidur</strong>: Penggunaan kelambu saat tidur di daerah dengan risiko tinggi</li></ul><h3>Vaksinasi</h3><p>Saat ini belum tersedia <strong>vaksin sandfly fever</strong> yang komersial. Pengembangan vaksin masih dalam tahap penelitian dan uji klinis.</p>

09

<p><strong>Prognosis sandfly fever</strong> umumnya baik dengan angka kesembuhan tinggi. Sebagian besar pasien pulih sepenuhnya dalam waktu 1-2 minggu tanpa sequelae jangka panjang. Namun, beberapa komplikasi dapat terjadi:</p><h3>Komplikasi Umum</h3><ul><li><strong>Dehidrasi berat</strong> akibat demam tinggi dan intake oral yang kurang</li><li><strong>Anemia</strong> sementara akibat hemolisis</li><li><strong>Pneumonia</strong> sekunder</li></ul><h3>Komplikasi Neurologis</h3><ul><li><strong>Meningitis aseptik</strong>: Peradangan selaput otak yang umumnya self-limiting</li><li><strong>Ensefalitis</strong>: Peradangan otak yang lebih serius</li><li><strong>Sindrom Guillain-Barré</strong>: Sindrom demielinisasi perifer yang jarang</li></ul><h3>Faktor Prognosis Buruk</h3><ul><li>Usia lanjut (>65 tahun)</li><li>Komorbiditas (diabetes, penyakit kardiovaskular)</li><li>Imunosupresi</li><li>Keterlambatan diagnosis dan pengobatan</li></ul><h3>Angka Kematian</h3><p>Angka kematian sandfly fever sangat rendah (<1%) dan umumnya terbatas pada kasus dengan komplikasi berat atau pasien dengan sistem imun yang lemah.</p>
Bagikan:

🔗 Konten Terkait: A93.1

Pathway: Sandfly Fever (A93.1) & SDKI