MerlinDX Artikel C76.3
https://www.askep3s.org/2d2ff79098/artikel/C76.3
Artikel Klinis ICD-10: C76.3

C76.3: Neoplasma Jinak Rongga Panggul - Panduan Lengkap ICD-10

6 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Definisi
  2. Epidemiologi
  3. Penyebab dan Faktor Risiko
  4. Tanda dan Gejala
  5. Diagnosis
  6. Penatalaksanaan
  7. Prognosis
  8. Pencegahan
  9. Komplikasi
  10. Referensi

01 Definisi

C76.3 adalah kode ICD-10 yang digunakan untuk mengklasifikasikan neoplasma jinak rongga panggul. Neoplasma jinak rongga panggul merujuk pada pertumbuhan sel abnormal yang tidak bersifat ganas (jinak) yang tumbuh di area rongga panggul. Rongga panggul merupakan struktur anatomis yang terletak di bagian bawah rongga abdomen, dibatasi oleh tulang panggul dan berisi organ-organ reproduksi, sistem kemih, serta bagian akhir dari sistem pencernaan. Meskipun bersifat jinak, neoplasma ini tetap memerlukan perhatian medis karena dapat menyebabkan gejala dan komplikasi tergantung pada lokasi, ukuran, serta organ yang terlibat.

02 Epidemiologi

Neoplasma jinak rongga panggul merupakan kondisi yang cukup umum ditemukan dalam praktik klinis. Insiden neoplasma jinak di area panggul bervariasi tergantung pada jenis jaringan dan organ yang terlibat. Neoplasma jinak rahim seperti leiomioma (fibroid) merupakan salah satu neoplasma jinak paling umum pada wanita, dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia reproduksi. Secara umum, neoplasma jinak rongga panggul lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria, terutama yang berkaitan dengan organ reproduksi wanita. Faktor usia juga berperan penting, di mana insiden tertinggi umumnya ditemukan pada kelompok usia 30-50 tahun.

03 Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti neoplasma jinak rongga panggul bervariasi tergantung pada jenis dan lokasi tumor. Beberapa faktor risiko yang telah diidentifikasi meliputi: Faktor hormonal, terutama estrogen dan progesteron, berperan penting dalam perkembangan beberapa jenis neoplasma jinak seperti leiomioma rahim dan endometriosis. Faktor genetik juga berkontribusi, di mana riwayat keluarga dengan neoplasma jinak dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan kondisi serupa. Faktor lingkungan seperti paparan radiasi, bahan kimia tertentu, dan infeksi kronis juga dapat berperan dalam pathogenesis neoplasma jinak. Selain itu, obesitas dan pola makan tinggi lemak telah dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis neoplasma jinak di area panggul. Faktor usia dan paritas juga mempengaruhi risiko perkembangan neoplasma jinak reproduksi wanita.

04 Tanda dan Gejala

Manifestasi klinis neoplasma jinak rongga panggul sangat bervariasi tergantung pada lokasi, ukuran, dan jenis neoplasma. Gejala umum yang dapat muncul meliputi: Nyeri panggul atau perut bagian bawah yang dapat bersifat akut atau kronis. Massa atau pembengkakan yang teraba di area panggul atau perut bagian bawah. Gangguan menstruasi seperti menoragia ( perdarahan menstruasi yang berlebihan), menoragia, atau amenore. Gangguan pencernaan seperti konstipasi, diare, atau perasaan tidak nyaman saat buang air besar. Gangguan berkemih seperti frekuensi berkemih meningkat, disuria (nyeri saat berkemih), atau retensi urin. Nyeri saat hubungan seksual (dispareunia). Infertilitas atau kesulitan untuk hamil. Perdarahan abnormal dari saluran reproduksi. Gejala sistemik seperti demam, penurunan berat badan, atau kelelahan dapat muncul pada kasus tertentu.

05 Diagnosis

Diagnosis neoplasma jinak rongga panggul memerlukan pendekatan sistematis yang meliputi: Anamnesis lengkap untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien, keluhan utama, dan faktor risiko yang relevan. Pemeriksaan fisik umum dan pemeriksaan ginekologi atau urologi sesuai indikasi untuk menilai adanya massa atau kelainan pada organ panggul. Pemeriksaan pencitraan seperti USG (ultrasonografi) transvaginal atau transabdominal merupakan modalitas pertama untuk mendeteksi dan karakterisasi neoplasma panggul. CT scan (computed tomography) atau MRI (magnetic resonance imaging) dapat memberikan informasi lebih detail tentang ukuran, lokasi, dan hubungan neoplasma dengan struktur sekitar. Pemeriksaan laboratorium seperti tes tumor marker, hitung darah lengkap, dan fungsi organ dapat membantu dalam evaluasi. Biopsi atau aspirasi jarum halus (FNAB) dapat dilakukan untuk mendapatkan diagnosis histopatologis yang definitive. Laparoskopi diagnostik dapat digunakan dalam kasus-kasus yang memerlukan visualisasi langsung atau ketika diagnosis tidak dapat ditegakkan dengan metode lain.

06 Penatalaksanaan

Penatalaksanaan neoplasma jinak rongga panggul disesuaikan dengan jenis neoplasma, ukuran, lokasi, gejala yang ditimbulkan, serta kondisi umum pasien. Pilihan terapi meliputi: Observasi dan monitoring teratur direkomendasikan untuk neoplasma jinak kecil yang asymptomatic dan tidak menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan. Terapi farmakologis dapat mencakup penggunaan analgesik untuk mengendalikan nyeri, terapi hormon (seperti agonis GnRH, kontrasepsi oral, atau progestin) untuk mengendalikan pertumbuhan dan gejala, atau antibiotik jika terdapat tanda-tanda infeksi. Prosedur minimal invasif seperti embolisasi arteri uterina untuk leiomioma, miomektomi laparoskopi atau histeroskopi, dan kistektomi merupakan pilihan untuk mempertahankan organ dan fungsi reproduksi. Pembedahan eksisi atau reseksi diindikasikan untuk neoplasma yang menyebabkan gejala signifikan, berukuran besar, atau memiliki potensi komplikasi. Reseksi bedah radikal mungkin diperlukan dalam kasus-kasus tertentu di mana neoplasma melibatkan organ-organ vital atau menunjukkan pertumbuhan yang progresif. Terapi suportif dan rehabilitasi juga merupakan bagian penting dari penatalaksanaan komprehensif.

07 Prognosis

Prognosis neoplasma jinak rongga panggul umumnya baik, terutama jika didiagnosis secara dini dan ditangani dengan tepat. Kebanyakan neoplasma jinak memiliki prognosis yang sangat baik dengan tingkat kesembuhan yang tinggi setelah terapi yang adekuat. Prognosis tergantung pada beberapa faktor termasuk jenis histologis neoplasma, ukuran dan lokasi tumor, keberadaan gejala atau komplikasi, serta respons terhadap terapi. Neoplasma jinak yang ditangani dengan tepat umumnya tidak mengancam jiwa, namun dapat mempengaruhi kualitas hidup jika menyebabkan gejala yang signifikan. Risiko kekambuhan bervariasi tergantung pada jenis neoplasma dan kelengkapan eksisi. Follow-up jangka panjang direkomendasikan untuk mendeteksi kekambuhan atau komplikasi lanjutan.

08 Pencegahan

Meskipun tidak semua neoplasma jinak rongga panggul dapat dicegah, beberapa strategi dapat membantu mengurangi risiko dan mendeteksi kondisi secara dini: Pemeriksaan kesehatan rutin dan skrining teratur sangat penting untuk deteksi dini neoplasma, terutama bagi individu dengan faktor risiko tinggi. Pemeriksaan panggul dan Pap smear secara teratur direkomendasikan untuk wanita usia reproduksi dan menopause. Menjaga berat badan ideal melalui diet seimbang dan olahraga teratur dapat membantu mengurangi risiko beberapa jenis neoplasma jinak. Menghindari faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti paparan radiasi yang tidak perlu, merokok, dan paparan bahan kimia berbahaya. Mengenali dan merespons gejala awal seperti nyeri panggul yang tidak biasa, perdarahan abnormal, atau perubahan pola menstruasi. Konseling genetik dapat dipertimbangkan untuk individu dengan riwayat keluarga neoplasma jinak atau ganas. Edukasi kesehatan tentang pentingnya deteksi dini dan gaya hidup sehat merupakan komponen penting dalam upaya pencegahan.

09 Komplikasi

Neoplasma jinak rongga panggul dapat menyebabkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Komplikasi yang dapat terjadi meliputi: Kompresi atau obstruksi organ sekitar seperti kandung kemih, ureter, atau usus yang dapat menyebabkan gangguan berkemih, hidronefrosis, atau obstruksi usus. Torsi atau ruptur neoplasma yang dapat menyebabkan nyeri akut, perdarahan internal, dan memerlukan intervensi darurat. Infertilitas akibat distorsi anatomi organ reproduksi atau gangguan fungsi hormonal. Anemia sekunder akibat perdarahan kronis dari neoplasma. Transformasi maligna, meskipun jarang, beberapa neoplasma jinak dapat mengalami transformasi menjadi ganas. Infeksi sekunder pada neoplasma yang mengalami degenerasi atau nekrosis. Tromboembolisme vena akibat imobilisasi atau kompresi pembuluh darah. Gangguan persalinan jika neoplasma ditemukan selama kehamilan.

10 Referensi

World Health Organization. (2019). International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, 10th Revision (ICD-10). Geneva: WHO.

American College of Obstetricians and Gynecologists. (2021). Management of Uterine Leiomyomas. ACOG Practice Bulletin No. 228.

Kumar, V., Abbas, A. K., & Aster, J. C. (2020). Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Philadelphia: Elsevier.

Berek, J. S., & Hacker, N. F. (2019). Berek & Hacker's Gynecologic Oncology (6th ed.). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

National Comprehensive Cancer Network. (2023). NCCN Guidelines for Soft Tissue Sarcoma. Version 2.2023.

Indonesian Ministry of Health. (2020). Panduan Pelaporan Penyakit Berbasis ICD-10. Jakarta: Kemenkes RI.
Bagikan:

🔗 Konten Terkait: C76.3

Pathway: C76.3 Malignant Neoplasm of Pelvis & SD…