MerlinDX Artikel E85.9
https://www.askep3s.org/2fd66370d2/artikel/E85.9
E85.9: Amyloidosis Tidak Specifik - Definisi, Gejala, Diagnosis & Pengobatan
Photo by Anna Tarazevich on Pexels
Artikel Klinis ICD-10: E85.9

E85.9: Amyloidosis Tidak Specifik - Definisi, Gejala, Diagnosis & Pengobatan

8 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Bagian 1
  2. Bagian 2
  3. Bagian 3
  4. Bagian 4
  5. Bagian 5
  6. Bagian 6
  7. Bagian 7
  8. Bagian 8
  9. Bagian 9

01

Amyloidosis tidak spesifik (E85.9) adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana protein amiloid terakumulasi secara abnormal di berbagai jaringan dan organ tubuh, namun jenis spesifik amyloidosis belum dapat ditentukan atau diklasifikasikan secara pasti. Kode ICD-10 E85.9 digunakan untuk mencatat diagnosis ini dalam sistem medis internasional.

Protein amiloid adalah protein yang secara normal diproduksi oleh tubuh, namun dalam kondisi amyloidosis, protein ini melipat secara tidak normal dan membentuk deposit keras yang tidak larut. Deposit amiloid ini dapat menumpuk di jantung, ginjal, hati, saraf, saluran pencernaan, dan jaringan lainnya, menyebabkan kerusakan organ yang progresif.

Istilah "tidak spesifik" atau "unspecified" dalam diagnosis ini menunjukkan bahwa setelah melalui berbagai pemeriksaan diagnostik, dokter belum dapat memastikan subtipe spesifik dari amyloidosis yang dialami pasien. Hal ini bisa terjadi karena keterbatasan teknik biopsi, lokasi deposit amiloid yang sulit dijangkau, atau karena kondisi klinis yang tidak典型.

02

Amyloidosis dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis protein amiloid yang terlibat dan penyebabnya. Meskipun diagnosis menggunakan kode E85.9 menunjukkan kondisi tidak spesifik, pemahaman tentang jenis-jenis amyloidosis tetap penting untuk konteks medis.

**Amyloidosis AL (Primer):** Jenis paling umum dari amyloidosis sistemik, terjadi akibat sel plasma abnormal di sumsum tulang yang memproduksi rantai ringan imunoglobulin yang salah lipat. Sering disebut sebagai amiloidosis sistemik primer.

**Amyloidosis AA (Sekunder):** Dikembangkan sebagai komplikasi dari penyakit inflamasi kronis seperti rheumatoid arthritis, penyakit radang usus, atau infeksi kronis. Protein amiloid serum A (SAA) terakumulasi dalam bentuk deposit AA.

**Amyloidosis Herediter (Familial):** Diwariskan secara genetik, paling sering disebabkan oleh mutasi gen transthyretin (TTR). Jenis ini termasuk dalam kategori heredofamilial amyloidosis dan dapat dikodekan dengan E85.1 untuk amyloidosis herediter.

**Amyloidosis Wild-type TTR:** Dikenal juga sebagai amyloidosis jantung senilis, terjadi pada orang tua akibat penumpukan transthyretin normal (tidak bermutasi).

**Amyloidosis Lokal:** Deposit amiloid terbatas pada satu organ atau jaringan tertentu tanpa melibatkan sistem organ lainnya.

03

Penyebab utama amyloidosis tidak spesifik adalah produksi protein abnormal yang salah lipat dan kegagalan sistem pembersihan tubuh untuk mengeliminasi deposit ini. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan kondisi ini meliputi:

**Faktor Genetik:** Riwayat keluarga dengan amyloidosis herediter meningkatkan risiko pengembangan kondisi ini. Mutasi gen tertentu seperti gen TTR, fibrinogen Aα-chain, atau apolipoprotein AI dapat diturunkan.

**Penyakit Kronis:** Riwayat penyakit inflamasi kronis seperti rheumatoid arthritis, lupus, inflammatory bowel disease, atau infeksi kronis dapat memicu amyloidosis sekunder.

**Usia:** Risiko amyloidosis meningkat seiring bertambahnya usia, terutama untuk jenis AL dan wild-type TTR.

**Jenis Kelamin:** Pria memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan wanita untuk beberapa jenis amyloidosis.

**Riwayat Mieloma Multiple:** Pasien dengan mieloma multiple atau kondisi sel plasma lainnya memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan amyloidosis AL.

**Dialisis Jangka Panjang:** Pasien yang menjalani terapi dialisis dalam waktu lama dapat mengembangkan amyloidosis terkait dialisis (AB2M) akibat akumulasi mikroglobulin beta-2.

04

Gejala amyloidosis tidak spesifik sangat bervariasi tergantung pada organ yang terkena dan jumlah deposit amiloid. Pada stadium awal, gejala mungkin tidak spesifik dan mudah disalahartikan dengan kondisi medis lainnya.

**Gejala Kardiovaskular:**
- Sesak napas, terutama saat aktivitas fisik atau berbaring
- Kelelahan berlebihan dan kelemahan
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut (edema)
- Detak jantung tidak teratur (aritmia)
- Tekanan darah rendah (hipotensi)

**Gejala Ginjal:**
- Proteinuria (protein berlebih dalam urine)
- Penurunan fungsi ginjal
- Pembengkakan pada kaki dan area sekitar mata
- Urine berbusa

**Gejala Saraf:**
- Mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki (neuropati perifer)
- Sindrom carpal tunnel
- Gangguan fungsi otonom (hipotensi ortostatik, disfungsi ereksi)
- Kesulitan menelan (disfagia)

**Gejala Gastrointestinal:**
- Mual dan muntah
- Diare atau konstipasi
- Penurunan nafsu makan dan berat badan
- Perasaan cepat kenyang

**Gejala Hati:**
- Pembesaran hati (hepatomegali)
- Nyeri pada perut kanan atas
- Akumulasi cairan di rongga perut (asites)

**Gejala Lainnya:**
- Pembengkakan kelenjar ludah
- Memar mudah tanpa sebab jelas
- Perubahan warna kulit (purpura)

05

Diagnosis amyloidosis tidak spesifik memerlukan pendekatan diagnostik yang komprehensif dan sistematis. Tidak ada satu tes tunggal yang dapat memastikan diagnosis, sehingga kombinasi berbagai pemeriksaan diperlukan.

**Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik:** Dokter akan melakukan wawancara medis menyeluruh mengenai gejala, riwayat penyakit keluarga, dan faktor risiko. Pemeriksaan fisik meliputi penilaian tanda vital, pemeriksaan kardiovaskular, neurologis, dan abdomen.

**Pemeriksaan Laboratorium:**
- Tes darah lengkap dan fungsi organ (hati, ginjal)
- Analisis urine untuk mendeteksi proteinuria
- Elektroforesis serum dan urine untuk mendeteksi protein monoklonal
- Free light chain assay untuk mengidentifikasi rantai ringan bebas
- Marker inflamasi (CRP, ESR)

**Biopsi dan Histopatologi:**
- Biopsi jaringan yang terkena (jika memungkinkan)
- Pewarnaan Kongo Merah (Congo red stain) untuk mendeteksi deposit amiloid
- Immunohistokimia untuk mengidentifikasi jenis protein amiloid
- Mikroskopi polarisasi untuk melihat karakteristik birfringence hijau apel

**Pemeriksaan Pencitraan:**
- Ekokardiografi untuk menilai fungsi jantung dan ketebalan dinding
- Cardiac MRI dengan pencitraan late gadolinium enhancement
- Scintigraphy tulang belakang (PYP scan) untuk amyloidosis jantung
- USG abdomen untuk menilai organ visceral
- CT scan atau MRI sesuai indikasi

**Elektrokardiogram (EKG):** Menunjukkan pola voltase rendah yang khas pada amyloidosis jantung.

**Tes Genetik:** Direkomendasikan untuk suspected amyloidosis herediter untuk mengidentifikasi mutasi gen yang mendasari.

06

Pengobatan amyloidosis tidak spesifik bertujuan untuk menghambat produksi protein amiloid, mengelola gejala, dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut. Pendekatan pengobatan disesuaikan dengan jenis amyloidosis yang dicurigai dan organ yang terlibat.

**Terapi Farmakologis:**

*Untuk Amyloidosis AL:*
- Bortezomib (inhibitor proteasom) sebagai lini pertama
- Autologous stem cell transplantation untuk pasien yang memenuhi kriteria
- Kombinasi regimen VCD (Bortezomib, Cyclophosphamide, Dexamethasone)
- Daratumumab (antibodi monoklonal anti-CD38)

*Untuk Amyloidosis Herediter TTR:*
- Tafamidis (stabilisator TTR)
- Patisiran dan inotersen (agen pengurang TTR)
- Diflunisal (NSAID yang menstabilkan TTR)

*Terapi Suportif:*
- Diuretik untuk mengelola edema dan retensi cairan
- ACE inhibitor atau ARB untuk proteksi ginjal
- Obat antiaritmia untuk gangguan irama jantung
- Suplemen nutrisi dan vitamin

**Manajemen Organ Spesifik:**
- **Ginjal:** Pengendalian tekanan darah, diet rendah protein, preparat besi dan eritropoietin jika anemia
- **Jantung:** Pembatasan cairan dan garam, pacemaker jika diperlukan, transplantasi jantung pada kasus berat
- **Saraf:** Terapi fisik dan okupasional, manajemen nyeri neuropatik

**Transplantasi Organ:**
- Transplantasi ginjal untuk gagal ginjal stadium akhir
- Transplantasi jantung untuk amyloidosis jantung stadium lanjut
- Transplantasi hati untuk beberapa kasus amyloidosis herediter

**Pemantauan dan Follow-up:**
- Evaluasi berkala fungsi organ target
- Pemantauan respons terhadap terapi
- Penyesuaian regimen pengobatan sesuai kebutuhan

07

Meskipun tidak semua kasus amyloidosis dapat dicegah, beberapa langkah dapat mengurangi risiko dan memperlambat progresi penyakit.

**Pencegahan:**
- Pengelolaan penyakit inflamasi kronis secara optimal
- Pemantauan rutin pasien dengan faktor risiko tinggi
- Konseling genetik untuk keluarga dengan riwayat amyloidosis herediter
- Gaya hidup sehat dengan nutrisi seimbang
- Hindari penggunaan obat nefrotoksik dan hepatotoksik tanpa indikasi
- Kontrol tekanan darah dan gula darah secara teratur

**Prognosis:**

Prognosis amyloidosis sangat bervariasi tergantung pada beberapa faktor:

- **Jenis amyloidosis:** Amyloidosis AL memiliki prognosis yang lebih buruk jika tidak ditangani, dengan median survival 1-2 tahun setelah diagnosis. Dengan terapi modern, survival dapat meningkat signifikan.

- **Organ yang terlibat:** Keterlibatan jantung memberikan prognosis yang lebih buruk dibandingkan keterlibatan organ lain saja.

- **Stadium penyakit saat diagnosis:** Diagnosis dini memberikan peluang terbaik untuk intervensi terapeutik yang efektif.

- **Respons terhadap terapi:** Pasien yang merespons baik terhadap terapi memiliki prognosis yang lebih baik.

Secara umum, tanpa pengobatan, amyloidosis sistemik dapat прогресif dan fatal dalam beberapa bulan hingga tahun. Namun, dengan kemajuan dalam modalitas diagnostik dan terapeutik, prognosis telah membaik secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Terapi pengarah target seperti tafamidis untuk amyloidosis TTR dan regimen berbasis bortezomib untuk AL telah menunjukkan peningkatan survival dan kualitas hidup pasien.

08

Amyloidosis sering disebut sebagai "great masquerader" karena gejalanya yang menyerupai banyak kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami:

**Gejala Kardiovaskular:**
- Sesak napas yang progresif tanpa sebab jelas
- Edema yang tidak membaik dengan istirahat
- Palpitasi atau detak jantung tidak teratur
- Kelelahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari

**Gejala Ginjal:**
- Urine berbusa persistens
- Pembengkakan pada wajah, kaki, atau pergelangan kaki
- Penurunan output urine yang signifikan

**Gejala Neurologis:**
- Mati rasa atau kelemahan pada ekstremitas
- Kesulitan menelan atau berbicara
- Hipotensi ortostatik (pusing saat berdiri)

**Kondisi yang Memerlukan Evaluasi Segera:**
- Penurunan kesadaran atau kebingungan mendadak
- Nyeri dada berat atau sesak napas akut
- Penurunan output urine drastis
- Gejala stroke (kelemahan satu sisi, gangguan bicara, asimetri wajah)

**Riwayat Keluarga:**
Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan amyloidosis atau kematian dini akibat gagal jantung atau ginjal yang tidak dapat dijelaskan, konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi genetik dan skrining.

Dokter yang tepat untuk dikonsultasikan meliputi:
- Internis atau dokter penyakit dalam
- Nefrolog untuk masalah ginjal
- Kardiolog untuk masalah jantung
- Hematolog untuk evaluasi sel plasma
- ahli genetika medis untuk konseling genetik

09

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan pedoman klinis dan literatur medis terkini. Berikut sumber referensi utama:

1. Gertz MA. Amyloidosis: Recognition, Prognosis, and Conventional Therapy. In: Mayo Clinic Proceedings. Elsevier; 2021.

2. Siddiqi OK, Ruberg FL. Cardiac Amyloidosis: An Update on Pathophysiology, Diagnosis, and Treatment. Trends Cardiovasc Med. 2018.

3. International Society of Amyloidosis. Guidelines for Amyloidosis Diagnosis and Treatment. 2022.

4. World Health Organization. ICD-10 Classification of Diseases. Geneva: WHO; 2019.

5. Merlini G, et al. Systemic Light Chain Amyloidosis: The Arrival of Targeted Therapies. J Clin Oncol. 2023.

6. Adams D, et al. Patisiran, an RNAi Therapeutic, for Hereditary Transthyretin Amyloidosis. N Engl J Med. 2018.

7. Maurer MS, et al. Tafamidis Treatment for Patients with Transthyretin Amyloid Cardiomyopathy. N Engl J Med. 2018.

8. American Society of Clinical Oncology. Amyloidosis Treatment Guidelines. 2023.

9. Kumar S, et al. Revised Diagnostic Criteria for Amyloidosis. Blood. 2020.

10. National Organization for Rare Disorders. Amyloidosis. NORD Rare Disease Database. 2023.

*Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.*
Bagikan:

🔗 Konten Terkait: E85.9

Pathway: E85.9 Amiloidosis Sistemik & SDKI