Gangguan memori berhubungan dengan Etiologi dibuktikan dengan Tanda dan Gejala.
Tanda & Gejala
Subjektif (DS)
Melaporkan pernah mengalami pengalaman lupa
Tidak mampu mempelajari keterampilan baru
Tidak mampu mengingat informasi faktual
Tidak mampu mengingat perilaku tertentu yang pernah dilakukan
Tidak mampu mengingat peristiwa
Objektif (DO)
Tidak mampu melakukan kemampuan yang dipelajari sebelumnya
Luaran (SLKI)
Memori Meningkat
Kriteria Hasil
Verbalisasi kemampuan mempelajari hal baru meningkat
Verbalisasi kemampuan mengingat informasi faktual meningkat
Verbalisasi kemampuan mengingat perilaku tertentu yang pernah dilakukan meningkat
Verbalisasi kemampuan mengingat peristiwa meningkat
Verbalisasi pengalaman lupa menurun
Intervensi (SIKI)2
I.06188 Latihan Memori
Observasi
Identifikasi masalah memori yang dialami
Identifikasi kesalahan terhadap orientasi
Monitor perilaku dan perubahan memori selama terapi
Terapeutik
Rencanakan metode mengajar sesuai kemampuan pasien
Stimulasi memori dengan mengulang pikiran yang terakhir kali diucapkan, jika perlu
Koreksi kesalahan orientasi
Fasilitasi mengingat kembali pengalaman masa lalu, jika perlu
Fasilitasi tugas pembelajaran (mis: mengingat informasi verbal dan gambar)
Fasilitasi kemampuan konsentrasi (mis: bermain kartu pasangan), jika perlu
Stimulasi menggunakan memori pada peristiwa yang baru terjadi (mis: bertanya ke mana saja ia pergi akhir-akhir ini), jika perlu
Edukasi
Jelaskan tujuan dan prosedur latihan
Ajarkan teknik memori yang tepat (mis: imajinasi visual, perangkat mnemonic, permainan memori, isyarat memori, teknik asosiasi, membuat daftar, komputer, papan nama)
Kolaborasi
Rujuk pada terapi okupasi, jika perlu
I.09297 Orientasi Realita
Observasi
Monitor perubahan orientasi
Monitor perubahan kognitif dan perilaku
Terapeutik
Perkenalkan nama saat memulai interaksi
Orientasikan orang, tempat, dan waktu
Hadirkan realita (mis: beri penjelasan alternatif, hindari perdebatan)
Sediakan lingkungan dan rutinitas secara konsisten
Atur stimulus sensorik dan lingkungan (mis: kunjungan, pemandangan, suara, pencahayaan, bau, dan sentuhan)
Gunakan simbol dalam mengorientasikan lingkungan (mis: tanda, gambar, warna)
Libatkan dalam terapi kelompok orientasi
Berikan waktu istirahat dan tidur yang cukup, sesuai kebutuhan
Fasilitasi akses informasi (mis: televisi, surat kabar, radio), jika perlu
Edukasi
Anjurkan perawatan diri secara mandiri
Anjurkan penggunaan alat bantu (mis: kacamata, alat bantu dengar, gigi palsu)