MerlinDX Artikel F60.2
https://www.askep3s.org/3136c37bd2/artikel/F60.2
Gangguan Kepribadian Disosial (F60.2): Definisi, Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganan
Photo by cottonbro studio on Pexels
Artikel Klinis ICD-10: F60.2

Gangguan Kepribadian Disosial (F60.2): Definisi, Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganan

3 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Pengertian Gangguan Kepribadian Disosial
  2. Penyebab Gangguan Kepribadian Disosial
  3. Gejala dan Tanda-Tanda Gangguan Kepribadian Disosial
  4. Kriteria Diagnosis Gangguan Kepribadian Disosial
  5. Penanganan dan Pengobatan Gangguan Kepribadian Disosial
  6. Epidemiologi dan Prognosis
  7. Pencegahan Gangguan Kepribadian Disosial

01 Pengertian Gangguan Kepribadian Disosial

Gangguan Kepribadian Disosial, yang dikenal dengan kode ICD-10 F60.2, adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola perilaku yang menyimpang secara sosial secara menyeluruh. Penderita gangguan ini menunjukkan ketidakpedulian yang mencolok terhadap norma-norma sosial, aturan, dan kewajiban. Istilah lain yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ini antara lain adalah sociopathy dan antisocial personality disorder. Gangguan ini termasuk dalam kategori Cluster B dalam klasifikasi DSM-5, yang juga mencakup gangguan kepribadian ambang, histeris, dan narsisistik. Penderita gangguan kepribadian disosial cenderung menunjukkan perilaku manipulatif, agresif, dan sering mengabaikan hak-hak orang lain tanpa merasa bersalah.

02 Penyebab Gangguan Kepribadian Disosial

Penyebab pasti gangguan kepribadian disosial belum sepenuhnya dipahami, namun diyakini merupakan kombinasi dari berbagai faktor. Faktor genetik dan biologis berperan penting, di mana individu dengan riwayat keluarga yang memiliki gangguan ini memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya. Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh, termasuk pengalaman masa kecil seperti kekerasan, penelantaran, atau pelecehan. Gangguan ini biasanya mulai berkembang pada masa kanak-kanak atau remaja awal, di mana pola perilaku antisosial mulai terbentuk dan berkembang menjadi gangguan kepribadian yang lebih permanen pada dewasa muda.

03 Gejala dan Tanda-Tanda Gangguan Kepribadian Disosial

Gangguan kepribadian disosial ditandai dengan berbagai gejala yang muncul secara konsisten sepanjang waktu. Gejala utama meliputi perilaku yang menyimpang secara menyeluruh, termasuk penipu yang konsisten, impulsivitas, mudah tersinggung dan agresif, kurangnya perhatian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain, serta tidak bertanggung jawab dalam hal pekerjaan dan keuangan. Penderita juga menunjukkan sifat manipulatif dan tanpa belas kasihan, dengan sedikit atau tanpa rasa bersalah atas perilaku mereka yang merugikan orang lain. Ciri-ciri tambahan termasuk ketidakpedulian terhadap norma-norma sosial, kemampuan untuk menipu orang lain tanpa merasa bersalah, serta ketidakmampuan untuk mempertahankan hubungan yang normal dan sehat.

04 Kriteria Diagnosis Gangguan Kepribadian Disosial

Diagnosis gangguan kepribadian disosial dilakukan berdasarkan kriteria diagnostik yang ditetapkan dalam ICD-10 dan DSM-5. Kriteria diagnostik ICD-10 untuk F60.2 memerlukan adanya gangguan serius dalam cara individu memandang, menafsirkan, dan bereaksi terhadap lingkungannya. Individu harus menunjukkan setidaknya tiga dari karakteristik tertentu yang bertahan setidaknya beberapa tahun. Diagnosis biasanya tidak dilakukan pada individu di bawah usia 18 tahun, tetapi perilaku antisosial yang muncul sebelum usia ini dapat menjadi indikasi adanya gangguan kepribadian disosial di masa depan.

05 Penanganan dan Pengobatan Gangguan Kepribadian Disosial

Penanganan gangguan kepribadian disosial merupakan tantangan karena penderita umumnya tidak mencari bantuan secara sukarela dan sering kali tidak menganggap mereka memiliki masalah. Terapi psikologis seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu penderita memahami pola pikir dan perilaku mereka. Terapi kelompok juga kadang digunakan, meskipun efektivitasnya terbatas karena sifat manipulatif penderita. Obat-obatan mungkin diresepkan untuk mengatasi gejala spesifik seperti agresivitas atau depresi yang menyertai. Prognosis untuk gangguan ini umumnya kurang menguntungkan, dan banyak penderita terus menunjukkan perilaku antisosial sepanjang hidup mereka.

06 Epidemiologi dan Prognosis

Gangguan kepribadian disosial memiliki prevalensi yang bervariasi di berbagai populasi, dengan perkiraan sekitar 0,2% hingga 3,3% populasi umum dalam setahun. Gangguan ini lebih sering didiagnosis pada pria dibandingkan wanita. Prognosis untuk penderita gangguan kepribadian disosial umumnya kurang menguntungkan karena banyak faktor yang berkontribusi terhadap persistensi gangguan ini. Penderita sering mengalami kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan, hubungan interpersonal, dan mungkin terlibat dalam aktivitas kriminal. Namun, dengan intervensi dini dan pengobatan yang tepat, beberapa penderita dapat menunjukkan perbaikan dalam perilaku mereka.

07 Pencegahan Gangguan Kepribadian Disosial

Pencegahan gangguan kepribadian disosial berfokus pada identifikasi dan intervensi dini terhadap faktor-faktor risiko. Program pencegahan yang efektif meliputi intervensi pada masa kanak-kanak untuk anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda perilaku antisosial, dukungan keluarga untuk keluarga yang berisiko tinggi, dan program pengembangan keterampilan sosial. Lingkungan keluarga yang stabil, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan dapat membantu mengurangi risiko perkembangan gangguan ini. Deteksi dini dan penanganan gangguan perilaku pada anak-anak dan remaja juga sangat penting untuk mencegah perkembangan gangguan kepribadian disosial di masa dewasa.
Bagikan:

📚 Daftar Pustaka (APA 7)

[1]
. Narcissistic personality disorder - Symptoms and causes - Mayo Clinic
[2]
. Antisocial personality disorder - Wikipedia
[3]
. Dissocial personality disorder - wikidoc

🔗 Konten Terkait: F60.2

Pathway: F60.2 Dissocial Personality Disorder & …