MerlinDX SDKI D.0140
https://www.askep3s.org/3b32c9db1d/sdki/D.0140
SDKI Risiko D.0140

Risiko Hipotermia

Risiko hipotermia dibuktikan dengan Faktor Risiko

Luaran (SLKI)

Termoregulasi

Kriteria Hasil

  • Menggigil menurun
  • Suhu tubuh membaik
  • Suhu kulit membaik

Intervensi (SIKI)2

I.14507 Manajemen Hipotermia

Observasi

  • Monitor suhu tubuh
  • Identifikasi penyebab hipotermia (mis: terpapar suhu lingkungan rendah, pakaian tipis, kerusakan hipotalamus, penurunan laju metabolisme, kekurangan lemak subkutan)
  • Monitor tanda dan gejala akibat hipotermia (mis: hipotermia ringan: takipnea, disartria, menggigil, hipertensi, diuresis; hipotermia sedang: aritmia, hipotensi, apatis, koagulopati, refleks menurun; hipotermia berat: oliguria, refleks menghilang, edema paru, asam-basa abnormal)

Terapeutik

  • Sediakan lingkungan yang hangat (mis: atur suhu ruangan, inkubator)
  • Ganti pakaian dan/atau linen yang basah
  • Lakukan penghangatan pasif (mis: selimut, menutup kepala, pakaian tebal)
  • Lakukan penghangatan aktif eksternal (mis: kompres hangat, botol hangat, selimut hangat, perawatan metode kanguru)
  • Lakukan penghangatan aktif internal (mis: infus cairan hangat, oksigen hangat, lavase peritoneal dengan cairan hangat)

Edukasi

  • Anjurkan makan/minum hangat

I.14578 Regulasi Temperatur

Observasi

  • Monitor suhu tubuh bayi sampai stabil (36,5 – 37,5°C)
  • Monitor suhu tubuh anak tiap 2 jam, jika perlu
  • Monitor tekanan darah, frekuensi pernapasan dan nadi
  • Monitor warna dan suhu kulit
  • Monitor dan catat tanda dan gejala hipotermia atau hipertermia

Terapeutik

  • Pasang alat pemantau suhu kontinu, jika perlu
  • Tingkatkan asupan cairan dan nutrisi yang adekuat
  • Bedong bayi segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas
  • Masukkan bayi BBLR ke dalam plastik segera setelah lahir (mis: bahan polyethylene, polyurethane)
  • Gunakan topi bayi untuk mencegah kehilangan panas pada bayi baru lahir
  • Tempatkan bayi baru lahir di bawah radiant warmer
  • Pertahankan kelembaban inkubator 50% atau lebih untuk mengurangi kehilangan panas karena proses evaporasi
  • Atur suhu inkubator sesuai kebutuhan
  • Hangatkan terlebih dahulu bahan-bahan yang akan kontak dengan bayi (mis: selimut, kain bedongan, stetoskop)
  • Hindari meletakkan bayi di dekat jendela terbuka atau di area aliran pendingin ruangan atau kipas angin
  • Gunakan matras penghangat, selimut hangat, dan penghangat ruangan untuk menaikkan suhu tubuh, jika perlu
  • Gunakan kasur pendingin, water circulating blankets, ice pack, atau gel pad dan intravascular cooling catheterization untuk menurunkan suhu tubuh
  • Sesuaikan suhu lingkungan dengan kebutuhan pasien

Edukasi

  • Jelaskan cara pencegahan heat exhaustion dan heat stroke
  • Jelaskan cara pencegahan hipotermi karena terpapar udara dingin
  • Demonstrasikan teknik perawatan metode kanguru (PMK) untuk bayi BBLR

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian antipiretik, jika perlu

Etiologi18

Konten Terkait

Pathway: Clinical Pathway R68.0 Hipotermia Non-L… Pathway: Clinical Pathway X31 (Hipotermia) & SDKI Artikel: Radiodermatitis Kronis (L58.1): Tanda K…