MerlinDX Artikel O32.3
https://www.askep3s.org/3b46519d41/artikel/O32.3
O32.3: Perawatan Ibu Hamil untuk Presentasi Muka, Dahi, dan Dagu
Photo by Yan Krukau on Pexels
Artikel Klinis ICD-10: O32.3

O32.3: Perawatan Ibu Hamil untuk Presentasi Muka, Dahi, dan Dagu

5 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Pengertian
  2. Gejala
  3. Penyebab
  4. Diagnosis
  5. Pengobatan
  6. Pencegahan

01 Pengertian

Kode ICD-10 O32.3 merujuk pada kondisi 'Perawatan Ibu Hamil untuk Presentasi Muka, Dahi, dan Dagu' (Maternal care for face, brow and chin presentation). Presentasi ini merupakan salah satu bentuk kelainan letak janin dalam kandungan di mana kepala janin tidak berada dalam posisi normal (presentasi vertex), melainkan wajah, dahi, atau dagu janin yang terlebih dahulu memasuki rongga panggul ibu. Kondisi ini termasuk dalam kategori persalinan abnormal yang memerlukan penanganan khusus oleh tenaga medis profesional. Presentasi muka terjadi ketika dagu janin menjadi bagian yang paling rendah, sementara presentasi dahi terjadi ketika dahi menjadi bagian terdepan. Presentasi dagu adalah variasi di mana dagu memimpin jalan keluar melalui jalan lahir. Ketiga jenis presentasi ini collectively disebut presentasi defleksi karena kepala janin dalam keadaan defleksi atau tertekuk ke belakang secara berlebihan dibandingkan posisi normal.

02 Gejala

Gejala dan tanda klinis presentasi muka, dahi, atau dagu dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan fisik dan ultrasonografi. Pada pemeriksaan palpasi abdomen, dokter atau bidan mungkin menemukan bahwa bentuk perut ibu hamil tampak berbeda dari biasanya, dengan bagian keras (kepala janin) teraba di bagian atas atau samping rahim. Pada pemeriksaan dalam, jika serviks sudah membuka, pemeriksaan vaginal dapat merasakan struktur wajah janin berupa mata, hidung, dan mulut. Tanda khas lainnya meliputi tidak adanya penurunan kepala janin ke dalam panggul meskipun mendekati waktu persalinan, serta kemajuan persalinan yang lambat atau tidak ada kemajuan meskipun kontraksi uterus sudah adekuat. Ibu hamil mungkin juga mengeluhkan ketidaknyamanan yang lebih terasa di bagian atas perut karena posisi janin yang tidak biasa. Pada beberapa kasus, dapat terjadi distosia bahu jika persalinan pervaginam tetap dicoba tanpa evaluasi yang tepat.

03 Penyebab

Etiologi presentasi muka, dahi, dan dagu multifaktorial dan melibatkan berbagai faktor maternal serta fetal. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi: (1) Malformasi uterus - kelainan bentuk rahim seperti uterus unicornuate, bicornuate, atau septum uterus dapat membatasi ruang gerak janin dan menyebabkan posisi abnormal; (2) Plasenta previa - lokasi implantasi plasenta di segmen bawah rahim dapat menghalangi penurunan kepala janin secara normal; (3) Polihidramnion - volume cairan amnion yang berlebihan memberikan ruang gerak berlebihan bagi janin untuk bergerak ke posisi abnormal; (4) Oligohidramnion - kekurangan cairan amnion yang membatasi gerakan janin dapat menyebabkan imobilisasi dalam posisi defleksi; (5) Anomali kongenital janin - seperti anensefali atau hidrosefalus yang mengubah bentuk dan berat kepala janin; (6) Multiparitas - ibu dengan banyak kehamilan sebelumnya memiliki dinding abdomen yang lebih kendur; (7) Tumor pelvis maternal - seperti mioma uteri yang dapat mengubah bentuk rongga panggul; dan (8) Kehamilan kembar - kompetisi ruang antar janin dapat menyebabkan posisi abnormal.

04 Diagnosis

Diagnosis presentasi muka, dahi, dan dagu melibatkan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan investigations penunjang. Anamnesis meliputi riwayat kehamilan sebelumnya, keluhan ibu, dan usia kehamilan. Pemeriksaan fisik dimulai dengan inspeksi abdomen untuk melihat bentuk dan kontur perut, diikuti palpasi untuk menentukan bagian bawah janin dan sikap janin. Pada presentasi muka, Leopold IV (palpasi bagian bawah) akan menemukan bahwa kepala teraba sebagai struktur bulat keras dengan kontur tidak teratur. Auskultasi denyut jantung janin dilakukan untuk memastikan kesejahteraan janin. Pemeriksaan vaginal digital dilakukan secara hati-hati pada fase aktif persalinan untuk palpasi landmark wajah seperti mata, hidung, dan dagu. Ultrasonografi (USG) merupakan gold standard untuk konfirmasi diagnosis dengan memastikan posisi dan presentasi janin secara akurat. USG juga membantu menilai biparietal diameter, lingkar kepala, dan posisi wajah relatif terhadap panggul. Dalam beberapa kasus, radiografi panggul dapat dilakukan untuk menilai proporsi antara kepala janin dan panggul maternal.

05 Pengobatan

Penatalaksanaan presentasi muka, dahi, dan dagu bergantung pada beberapa faktor termasuk usia kehamilan, paritas ibu, ukuran janin, kondisi serviks, dan ada tidaknya tanda distosia. Pada kehamilan sebelum aterm, jika diagnosis ditegakkan secara antenatal, pendekatan konservatif dengan observasi dan menunggu mungkin dilakukan karena sebagian besar kasus dapat berputar spontan menjadi presentasi vertex. Versi luar (external cephalic version/ECV) tidak direkomendasikan untuk presentasi defleksi karena risiko tinggi kegagalan dan komplikasi. Jika persalinan sudah berlangsung dengan presentasi muka atau dahi, tatalaksana meliputi: (1) Evaluasi menyeluruh tentang kemungkinan persalinan pervaginam versus seksio sesarea; (2) Persalinan pervaginam dapat dicoba pada presentasi dagu jika panggul adekuat, janin tidak terlalu besar, dan serviks fully dilated dengan kondisi maternal dan fetal yang baik; (3) Seksio sesarea dilakukan jika ada tanda distosia, presentasi dahi yang tidak mungkin lahir pervaginam, atau kondisi yang tidak memungkinkan persalinan pervaginam; (4) Persalinan pervaginam pada presentasi muka memerlukan pemantauan ketat dan kesiapan untuk intervensi bedah emergensi; (5) Penggunaan forsep mungkin dipertimbangkan dalam kondisi tertentu oleh operator berpengalaman; (6) Anestesi epidural dapat membantu relaksasi otot-otot dasar panggul jika persalinan pervaginam dipilih.

06 Pencegahan

Pencegahan presentasi muka, dahi, dan dagu berfokus pada deteksi dini dan intervensi yang tepat waktu. Langkah-langkah preventif meliputi: (1) Pemeriksaan antenatal rutin - kunjungan prenatal teratur memungkinkan deteksi dini kelainan letak janin sehingga perencanaan persalinan dapat dilakukan dengan baik; (2) Ultrasonografi serial -,特别是在 usia kehamilan 34-36 minggu untuk memantau posisi janin dan mengidentifikasi presentasi abnormal; (3) Latihan posisi - beberapa bukti mendukung posisi knee-chest atau posturally untuk mendorong rotasi spontan janin ke presentasi vertex; (4) Manipulasi manual oleh tenaga kesehatan terlatih - dalam beberapa kasus, versi luar dapat dicoba pada usia kehamilan 36-37 minggu untuk presentasi sungsang, meskipun tidak secara spesifik untuk presentasi defleksi; (5) Edukasi ibu hamil - tentang pentingnya kontrol kehamilan dan tanda-tanda peringatan yang memerlukan kunjungan segera ke fasilitas kesehatan; (6) Identifikasi faktor risiko - wanita dengan faktor risiko seperti multiparitas, anomali uterus, atau riwayat persalinan dengan presentasi abnormal memerlukan pemantauan lebih intensif; dan (7) Persiapan untuk persalinan di fasilitas kesehatan yang memadai - karena kemungkinan diperlukan intervensi bedah seperti seksio sesarea.
Bagikan:

📚 Daftar Pustaka (APA 7)

[1]
World Health Organization. ICD-10 Version:2016
[2]
McGraw-Hill Education. Cunningham FG, et al. Williams Obstetrics, 25th Edition
[3]
ACOG Practice Bulletins. Obstetrics and Gynecology Guidelines

🔗 Konten Terkait: O32.3

Pathway: O32.3 Presentasi Wajah/Brow/Dagu & SDKI