MerlinDX Artikel C15.5
https://www.askep3s.org/427b6765f8/artikel/C15.5
Artikel Klinis ICD-10: C15.5

C15.5: Neoplasma Jinak Esofagus Bagian Bawah

4 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Pengertian
  2. Gejala
  3. Penyebab
  4. Diagnosis
  5. Pengobatan
  6. Pencegahan
  7. Prognosis

01 Pengertian

Neoplasma malignum esofagus bagian bawah (ICD-10: C15.5) merupakan jenis kanker yang berkembang pada jaringan esofagus bagian distal, yaitu area yang terletak sekitar 8-10 cm dari kardia lambung. Esofagus bagian bawah berbatasan langsung dengan junction esofagogastrik, sehingga kanker pada area ini sering dikaitkan dengan adenokarsinoma yang berasal dari sel kelenjar. Kanker esofagus bagian bawah merupakan salah satu jenis kanker gastrointestinal yang memiliki angka kejadian yang meningkat dalam beberapa dekade terakhir, terutama di negara-negara Barat. Kode ICD-10 C15.5 secara spesifik mengklasifikasikan tumor ganas yang terlokalisasi pada sepertiga bawah esofagus, membedakannya dari kanker esofagus bagian atas (C15.3) dan bagian tengah (C15.4).

02 Gejala

Gejala kanker esofagus bagian bawah umumnya tidak spesifik pada stadium awal dan sering diabaikan. Gejala utama yang paling sering dikeluhkan adalah disfagia atau kesulitan menelan, yang awalnya terjadi pada makanan padat dan secara progresif memburuk hingga makanan cair pun sulit ditelan. Pasien juga dapat mengalami odinofagia atau nyeri saat menelan. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya merupakan gejala umum lainnya. Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di belakang tulang dada juga sering dilaporkan. Regurgitasi makanan dan hipersalivasi dapat terjadi akibat obstruksi parsial. Pada stadium lanjut, pasien mungkin mengalami gejala anemia akibat perdarahan kronis, seperti kelelahan dan pucat. Gejala metastasis seperti ikterus, hepatomegali, atau nyeri tulang dapat muncul pada kasus yang sudah lanjut.

03 Penyebab

Etiologi kanker esofagus bagian bawah sangat berkaitan dengan faktor risiko spesifik. Barrett's esophagus merupakan faktor risiko utama untuk adenokarsinoma esofagus bagian bawah, di mana epitel skuamosa normal digantikan oleh epitel kolumnar akibat paparan kronis asam lambung. Refluks gastroesofageal (GERD) yang berkepanjangan meningkatkan risiko perkembangan Barrett's esophagus. Obesitas, terutama obesitas sentral, berkontribusi melalui peningkatan tekanan intraabdomen yang memperburuk refluks. Merokok merupakan faktor risiko signifikan untuk semua jenis kanker esofagus. Konsumsi alkohol berlebihan, terutama jika dikombinasikan dengan merokok, meningkatkan risiko secara sinergis. Diet rendah buah dan sayur, serta tinggi daging merah dan makanan olahan, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko. Faktor risiko lainnya meliputi paparan bahan kimia tertentu, achalasia, dan riwayat radiasi toraks.

04 Diagnosis

Diagnosis kanker esofagus bagian bawah memerlukan pendekatan diagnostik multimodalitas. Endoskopi upper gastrointestinal dengan biopsi merupakan gold standard untuk diagnosis definitif. Pemeriksaan histopatologi dari spesimen biopsi akan menentukan subtipe histologis, apakah adenokarsinoma atau karsinoma sel skuamosa. Esofagogastroduodenoskopi (EGD) memungkinkan visualisasi langsung lesi dan pengambilan sampel jaringan. Kontras barium swallow dapat menunjukkan area striktur atau defek fill. CT scan toraks dan abdomen digunakan untuk menilai stadium dan mendeteksi metastasis. PET-CT scan membantu dalam evaluasi metastasis jauh dan penilaian respons terapi. Endoscopic ultrasound (EUS) sangat penting untuk menilai kedalaman invasi tumor dan keterlibatan kelenjar getah bening regional. Laboratorium meliputi pemeriksaan tumor marker seperti CEA, CA 19-9, dan SCC antigen.

05 Pengobatan

Penatalaksanaan kanker esofagus bagian bawah tergantung pada stadium penyakit, kondisi umum pasien, dan preferensi pasien. Untuk stadium awal yang terbatas pada mukosa, endoscopic mucosal resection (EMR) atau endoscopic submucosal dissection (ESD) dapat dilakukan sebagai terapi kuratif. Esofagektomi merupakan pilihan utama untuk kanker yang invasif namun masih operable. Pendekatan bedah dapat berupa esofagektomi transhiatal atau esofagektomi transtorasik dengan limfadenektomi. Terapi multimodal yang mengkombinasikan kemoterapi neoadjuvan, radioterapi, dan pembedahan telah menunjukkan peningkatan survival pada pasien dengan penyakit lokal lanjut. Regimen kemoterapi yang umum digunakan meliputi ECF (epirubicin, cisplatin, fluorouracil) atau regimen berbasis oxaliplatin dan fluoropyrimidine. Radioterapi dapat diberikan sebagai bagian dari terapi neoadjuvan atau definitif untuk pasien yang tidak cocok untuk operasi. Untuk penyakit metastatik, tujuan pengobatan bersifat paliatif dengan kemoterapi sistemik, radioterapi, dan intervensi endoskopi untuk meredakan disfagia.

06 Pencegahan

Pencegahan kanker esofagus bagian bawah dapat dilakukan melalui modifikasi faktor risiko yang dapat diubah. Pengendalian gejala refluks gastroesofageal melalui perubahan gaya hidup dan terapi farmakologis sangat penting untuk mencegah progresi Barrett's esophagus. Pasien dengan Barrett's esophagus memerlukan surveillance endoskopi berkala untuk mendeteksi displasia atau kanker pada stadium awal. Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol merupakan langkah pencegahan yang signifikan. Mempertahankan berat badan ideal melalui diet seimbang dan aktivitas fisik teratur membantu mengurangi risiko. Konsumsi buah, sayur, dan serat yang cukup direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan sehat. Hindari makanan yang terlalu panas dan pedas. Pasien dengan faktor risiko tinggi sebaiknya menjalani pemeriksaan endoskopi berkala sesuai rekomendasi gastroenterolog.

07 Prognosis

Prognosis kanker esofagus bagian bawah sangat bergantung pada stadium saat diagnosis ditegakkan. Kanker yang terdeteksi pada stadium sangat awal dengan invasi mukosa saja memiliki prognosis yang baik dengan angka survival 5 tahun mencapai 80-90% setelah reseksi endoskopi. Namun, sebagian besar kasus terdiagnosis pada stadium lanjut ketika gejala sudah muncul. Angka survival 5 tahun secara keseluruhan untuk kanker esofagus adalah sekitar 20%, dengan prognosis yang lebih baik untuk adenokarsinoma dibandingkan karsinoma sel skuamosa. Prognosis membaik dengan terapi multimodal yang tepat. Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis meliputi kedalaman invasi tumor, keterlibatan kelenjar getah bening, adanya metastasis jauh, kondisi umum pasien, dan respons terhadap terapi. Follow-up jangka panjang diperlukan untuk mendeteksi rekurensi dan mengelola komplikasi pascaterapi.
Bagikan:

📚 Daftar Pustaka (APA 7)

[1]
WHO Classification of Tumours of the Digestive System, 5th Edition
[2]
NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology: Esophageal and Esophagogastric Junction Cancers
[3]
American Cancer Society. Cancer Facts & Figures 2024
[4]
ACG Clinical Guideline: Diagnosis and Management of Barrett's Esophagus

🔗 Konten Terkait: C15.5

Pathway: C15.5 - Malignant Neoplasm of Lower Thi…