MerlinDX Artikel M21.6
https://www.askep3s.org/54484f5ba8/artikel/M21.6
M21.6: Deformitas Didapat Lainnya pada Pergelangan Kaki dan Kaki
Photo by Towfiqu barbhuiya on Pexels
Artikel Klinis ICD-10: M21.6

M21.6: Deformitas Didapat Lainnya pada Pergelangan Kaki dan Kaki

9 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Definisi ICD-10 M21.6
  2. Anatomi Pergelangan Kaki dan Kaki
  3. Penyebab Deformitas Didapat Pergelangan Kaki dan Kaki
  4. Gejala dan Tanda Klinis
  5. Diagnosis dan Pemeriksaan
  6. Pengobatan dan Tatalaksana
  7. Pencegahan Deformitas
  8. Komplikasi yang Dapat Terjadi
  9. Epidemiologi dan Statistik
  10. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
  11. Referensi dan Sumber

01 Definisi ICD-10 M21.6

Kode ICD-10 M21.6 merujuk pada klasifikasi 'Deformitas didapat lainnya pada pergelangan kaki dan kaki' (Other acquired deformities of ankle and foot). Kode ini merupakan bagian dari kategori M21 yang mencakup berbagai deformitas yang diperoleh setelah lahir, bukan bersifat kongenital atau bawaan sejak lahir. Deformitas ini dapat terjadi akibat cedera, penyakit, penuaan, atau faktor lingkungan yang memengaruhi struktur dan fungsi pergelangan kaki serta kaki. Kondisi ini berbeda dengan deformitas kongenital yang sudah ada sejak lahir dan memiliki kode klasifikasi tersendiri dalam sistem ICD-10. M21.6 secara spesifik mencakup deformitas yang tidak termasuk dalam subkategori M21.0 hingga M21.5, sehingga mencakup berbagai kondisi deformitas pergelangan kaki dan kaki yang bersifat didapat dengan karakteristik unik masing-masing.

02 Anatomi Pergelangan Kaki dan Kaki

Untuk memahami deformitas yang diklasifikasikan dalam M21.6, penting untuk mengenal struktur anatomi pergelangan kaki dan kaki. Pergelangan kaki (ankle joint) terdiri dari tiga tulang utama: tibia, fibula, dan talus yang membentuk sendi engsel kompleks. Kaki manusia memiliki 26 tulang yang terbagi menjadi tiga kelompok: tulang tarsal (7 tulang), tulang metatarsal (5 tulang), dan falang (14 tulang). Ligamen dan tendon menghubungkan tulang-tulang ini untuk memberikan stabilitas dan mobilitas. Arch atau lengkung kaki terdiri dari lengkung longitudinal medial dan lateral serta lengkung transversal yang berperan penting dalam distribusi beban tubuh saat berdiri dan berjalan. Otot-otot intrinsik dan ekstrinsik kaki bekerja secara sinergis untuk mengontrol gerakan dan postur. Gangguan pada salah satu komponen struktural ini dapat menyebabkan deformitas yang berkembang secara progresif dan memerlukan intervensi medis.

03 Penyebab Deformitas Didapat Pergelangan Kaki dan Kaki

Deformitas yang diklasifikasikan dalam M21.6 dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang bekerja secara tunggal atau kombinasi. Cedera traumatis seperti patah tulang, robekan ligamen, atau dislokasi dapat mengganggu alignment normal sendi dan tulang, menyebabkan deformitas sekunder yang berkembang seiring waktu. Penyakit degeneratif seperti osteoartritis dan rheumatoid arthritis merusak kartilago sendi dan tulang subkondral, mengubah struktur anatomis normal. Neuromuskular disorders termasuk stroke, cerebral palsy, dan neuropati perifer dapat mengganggu kontrol otot dan sensasi, menyebabkan ketidakseimbangan otot yang menghasilkan deformitas. Faktor metabolik seperti diabetes mellitus dapat menyebabkan perubahan struktural pada jaringan lunak dan tulang. Infeksi tulang (osteomielitis) atau sendi (septik artritis) dapat merusak kartilago dan tulang pendukung. Penuaan alami menyebabkan degenerasi progresif jaringan ikat, otot, dan tulang. Penggunaan footwear yang tidak sesuai dalam waktu lama, obesitas, dan aktivitas berulang dengan beban tinggi juga berkontribusi signifikan terhadap perkembangan deformitas.

04 Gejala dan Tanda Klinis

Manifestasi klinis deformitas yang termasuk dalam M21.6 sangat bervariasi tergantung pada jenis dan keparahan deformitas. Nyeri merupakan gejala utama yang paling sering dikeluhkan pasien, dapat terlokalisasi atau menyebar sepanjang area yang terkena. Keterbatasan gerak sendi (limited range of motion) menghambat kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, naik tangga, atau berdiri dalam waktu lama. Pembengkakan (edema) pada area pergelangan kaki atau kaki sering ditemukan, terutama setelah aktivitas fisik. Deformitas visual yang nyata seperti perubahan bentuk, posisi abnormal, atau asimetri antara kedua kaki dapat terlihat. Ketidakstabilan sendi menyebabkan perasaan goyah atau takut jatuh saat berdiri atau berjalan. Kelelahan prematur pada ekstremitas bawah terjadi karena biomekanik yang terganggu. Penurunan kemampuan fungsional secara bertahap dapat terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Pada kasus yang berat, dapat terjadi gangguan gaya berjalan (gait abnormality) yang terlihat jelas seperti foot drop, circumduction, atau Trendelenburg gait.

05 Diagnosis dan Pemeriksaan

Proses diagnosis untuk kondisi M21.6 memerlukan pendekatan sistematis dan komprehensif. Anamnesis detail meliputi riwayat keluhan, onset gejala, faktor pencetus, riwayat cedera sebelumnya, penyakit sistemik yang mendasari, dan riwayat keluarga sangat penting untuk mengarahkan diagnosis. Pemeriksaan fisik mencakup inspeksi visual untuk deformitas, palpasi untuk mengidentifikasi titik nyeri dan pembengkakan, serta evaluasi rentang gerak aktif dan pasif sendi. Pemeriksaan neurologis termasuk kekuatan otot, refleks, dan sensasi diperlukan untuk menyingkirkan penyebab neuromuskular. Pemeriksaan gait analysis membantu menilai pola berjalan dan mengidentifikasi abnormalitas biomekanik. Pemeriksaan pencitraan merupakan komponen krusial dalam diagnosis. Radiografi konvensional dalam berbagai proyeksi (AP, lateral, oblique, mortise view untuk pergelangan kaki) memberikan informasi tentang alignment tulang, ruang sendi, dan adanya perubahan degeneratif. CT-scan memberikan detail tulang tiga dimensi yang lebih baik untuk perencanaan operasi. MRI digunakan untuk mengevaluasi jaringan lunak termasuk ligamen, tendon, kartilago, dan sumsum tulang. Bone scan dapat membantu mengidentifikasi proses metabolik atau infeksi. Laboratorium darah mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kondisi inflamasi sistemik atau infeksi.

06 Pengobatan dan Tatalaksana

Tatalaksana deformitas M21.6 bersifat multimodal dan disesuaikan dengan keparahan kondisi serta kebutuhan individual pasien. Pendekatan konservatif menjadi lini pertama pengobatan untuk kasus ringan hingga sedang. Terapi fisik dan rehabilitasi medik meliputi latihan penguatan otot, peregangan, mobilisasi sendi, dan latihan proprioception untuk meningkatkan stabilitas dan fungsi. Orthosis seperti ankle foot orthosis (AFO) atau foot orthotics memberikan dukungan, koreksi alignment, dan redistribusi tekanan pada area yang nyeri. Ankle foot orthosis banyak digunakan di Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara untuk mengelola deformitas pergelangan kaki dan kaki. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan analgesik digunakan untuk mengontrol nyeri dan inflamasi. Injeksi kortikosteroid atau hyaluronic acid ke dalam sendi dapat memberikan alivio gejala pada kasus tertentu. Modifikasi aktivitas dan penggunaan footwear yang sesuai dengan support arch dan cushioning yang baik merupakan komponen penting tatalaksana konservatif. Untuk kasus yang tidak responsif terhadap terapi konservatif atau deformitas yang berat, intervensi bedah diperlukan. Prosedur bedah meliputi soft tissue procedures (release tendon, tendon transfer), osteotomy untuk mengoreksi alignment tulang, arthrodesis ankle adalah prosedur fusi sendi untuk menghilangkan nyeri dengan mengorbankan mobilitas sendi, dan arthroplasty sebagai pengganti sendi. Decision untuk operasi didasarkan pada evaluasi komprehensif meliputi usia pasien, tingkat aktivitas, keparahan deformitas, dan adanya komorbiditas.

07 Pencegahan Deformitas

Strategi pencegahan deformitas yang diklasifikasikan dalam M21.6 berfokus pada eliminasi atau minimisasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Penggunaan footwear yang tepat dengan support arch yang adekuat, heel counter yang kokoh, dan sol yang sesuai sangat penting untuk menjaga alignment normal kaki. Maintenance berat badan ideal mengurangi beban berlebih pada sendi pergelangan kaki dan kaki, mencegah degenerasi prematur. Latihan teratur untuk memperkuat otot-otot intrinsic dan ekstrinsik kaki serta pergelangan kaki meningkatkan stabilitas dan mengurangi risiko cedera. Stretching rutin sebelum dan sesudah aktivitas fisik meningkatkan fleksibilitas otot dan tendon. Avoidance aktivitas berulang dengan beban tinggi atau modifikasi teknik dapat mencegah overuse injury. Pemeriksaan rutin untuk individu dengan faktor risiko tinggi seperti diabetes, rheumatoid arthritis, atau riwayat cedera memungkinkan deteksi dini dan intervensi prematur. Ergonomi yang baik di tempat kerja dengan permukaan yang sesuai dan istirahat berkala sangat penting untuk individu yang banyak berdiri atau berjalan. Penggunaan protective equipment saat berpartisipasi dalam olahraga atau aktivitas berisiko tinggi dapat mencegah cedera traumatis yang dapat menyebabkan deformitas sekunder.

08 Komplikasi yang Dapat Terjadi

Deformitas yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang memengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan. Osteoartritis sekunder merupakan komplikasi umum akibat perubahan biomekanik dan beban abnormal pada sendi yang mengalami deformitas. Nyeri kronis yang persisten dapat berkembang dan menjadi semakin sulit dikontrol seiring waktu. Gangguan gait yang progresif menyebabkan kelelahan, keterbatasan mobilitas, dan peningkatan risiko jatuh terutama pada populasi geriatri. Kulit callus atau bursitis berkembang akibat tekanan berulang pada area tertentu. Ulserasi kulit dapat terjadi terutama pada pasien dengan diabetes dan neuropati. Deformitas progresif dapat menyebabkan nerve compression atau entrapment yang menghasilkan gejala neurologis seperti parestesia, kesemutan, atau kelemahan. Gangguan keseimbangan dan proprioception meningkatkan risiko cedera akibat jatuh. Komplikasi psikiatri seperti depresi dan kecemasan sering ditemukan akibat keterbatasan fungsional dan gangguan kualitas hidup. Cost ekonomi yang tinggi dari pengobatan jangka panjang, kehilangan produktivitas kerja, dan kebutuhan assistive device merupakan beban tambahan bagi pasien dan sistem kesehatan.

09 Epidemiologi dan Statistik

Data epidemiologi untuk kondisi M21.6 secara spesifik terbatas karena kode ini mencakup kelompok deformitas yang heterogen. Secara umum, deformitas kaki dan pergelangan kaki yang didapat lebih sering ditemukan pada populasi geriatri akibat proses degeneratif yang progresif. Prevalensi flatfoot yang didapat (adult acquired flatfoot) diestimasi sekitar 3-4% populasi umum dengan insiden yang meningkat seiring usia. Deformitas seperti hammer toe dan bunion lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria, dengan rasio sekitar 4:1 untuk bunion. Diabetic foot deformities merupakan komplikasi signifikan diabetes dengan prevalensi yang meningkat secara global seiring dengan peningkatan prevalensi diabetes. Faktor risiko utama termasuk usia di atas 65 tahun, jenis kelamin perempuan, obesitas, dan pekerjaan yang memerlukan berdiri atau berjalan dalam waktu lama. Geographic variation dalam prevalensi deformitas kaki ditemukan dengan tingkat yang lebih tinggi di negara-negara berkembang yang memiliki akses terbatas ke healthcare dan footwear yang sesuai.

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu kode ICD-10 M21.6?
Kode ICD-10 M21.6 adalah klasifikasi untuk 'Deformitas didapat lainnya pada pergelangan kaki dan kaki' yang mencakup berbagai kondisi deformitas yang diperoleh setelah lahir akibat cedera, penyakit, atau faktor degeneratif.

Apa perbedaan antara M21.6 dengan deformitas kongenital?
Deformitas kongenital sudah ada sejak lahir dan memiliki kode klasifikasi tersendiri dalam sistem ICD-10, sedangkan M21.6 secara spesifik mencakup deformitas yang berkembang setelah lahir.

Apakah deformitas M21.6 dapat disembuhkan?
Tergantung pada keparahan dan penyebabnya, banyak kasus M21.6 dapat dikelola dengan efektif melalui terapi konservatif atau bedah. Tujuan pengobatan adalah mengurangi gejala, meningkatkan fungsi, dan mencegah progresi deformitas.

Kapan saya perlu berkonsultasi dengan dokter?
Konsultasi medis diperlukan jika Anda mengalami nyeri persisten pada pergelangan kaki atau kaki, pembengkakan yang tidak membaik, keterbatasan gerak, atau terlihat perubahan bentuk pada kaki.

Apakah orthosis efektif untuk kondisi M21.6?
Ankle foot orthosis dan foot orthotics efektif untuk banyak kasus M21.6 dalam meredakan gejala, memberikan dukungan, dan memperbaiki alignment. Di Malaysia dan negara lain, orthosis merupakan modalitas terapi yang banyak digunakan.

Apa itu arthrodesis ankle?
Arthrodesis ankle adalah prosedur bedah untuk menggabungkan (fusi) tulang-tulang di sendi pergelangan kaki untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengeliminasi gerakan sendi. Prosedur ini dipertimbangkan untuk kasus yang tidak responsif terhadap terapi konservatif.

Apakah deformitas M21.6 dapat dicegah?
Banyak kasus M21.6 dapat dicegah atau diperlambat progresinya melalui penggunaan footwear yang tepat, maintenance berat badan ideal, latihan teratur, dan menghindari faktor risiko yang dapat dimodifikasi.

Berapa lama waktu pemulihan setelah operasi?
Waktu pemulihan bervariasi tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan, umumnya berkisar antara 6 minggu hingga 6 bulan untuk pemulihan awal, dengan rehabilitasi penuh yang dapat memakan waktu hingga 12 bulan.

11 Referensi dan Sumber

World Health Organization. (2019). International Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11). Geneva: WHO.

American Academy of Orthopaedic Surgeons. (2021). Acquired Deformities of the Foot and Ankle. Rosemont, IL: AAOS.

Brockett, C. L., & Chapman, G. J. (2016). Biomechanics of the ankle. Orthopaedics and Trauma, 30(3), 232-238.

Krause, F., & Easley, M. E. (2018). Tuberculosis and Deep Infections of the Foot and Ankle. Foot and Ankle Clinics, 23(2), 255-276.

Myerson, M. S. (2016). Adult acquired flatfoot deformity: treatment of posterior tibial tendon dysfunction. Foot and Ankle Clinics, 21(3), 587-608.

Pinney, S. J., & Hansen, S. T. (2017). Adult flatfoot: diagnosis and management. In: Myerson MS, ed. Foot and Ankle Disorders. Philadelphia: Elsevier.

Roukis, T. S., & Schweinberger, M. H. (2018). Complications associated with foot and ankle surgery. Foot and Ankle Clinics, 23(4), 567-582.

Schuberth, J. M., & Jennings, M. M. (2019). Acquired deformities of the foot and ankle. In: Coughlin MJ, Saltzman CL, Anderson RB, eds. Mann's Surgery of the Foot and Ankle. 9th ed. Philadelphia: Elsevier.

Van Gheluwe, B., & Dananberg, H. J. (2018). Footwear and foot orthoses. In: Curr Rev Musculoskelet Med, 11(2), 218-229.
Bagikan:

📚 Daftar Pustaka (APA 7)

[1]
. PubMed
[2]
. OTHER | English meaning - Cambridge Dictionary
[3]
. Other, others, the other or another ? - Cambridge Grammar
[4]
. Another vs. Other vs. The Other: Differences and Usage in English
[5]
. other - Wiktionary, the free dictionary
[6]
. 100 Other Words for “Other” - Home of English Grammar

🔗 Konten Terkait: M21.6

Pathway: M21.6 Deformitas Pergelangan Kaki & Kak…