MerlinDX SDKI D.0141
https://www.askep3s.org/5f70caad75/sdki/D.0141
SDKI Risiko D.0141

Risiko Hipotermia Perioperatif

Risiko hipotermia perioperatif dibuktikan dengan Faktor Risiko

Luaran (SLKI)

Termoregulasi

Kriteria Hasil

  • Menggigil menurun
  • Suhu tubuh membaik
  • Suhu kulit membaik

Intervensi (SIKI)2

I.14507 Manajemen Hipotermia

Observasi

  • Monitor suhu tubuh
  • Identifikasi penyebab hipotermia (mis: terpapar suhu lingkungan rendah, pakaian tipis, kerusakan hipotalamus, penurunan laju metabolisme, kekurangan lemak subkutan)
  • Monitor tanda dan gejala akibat hipotermia (mis: hipotermia ringan: takipnea, disartria, menggigil, hipertensi, diuresis; hipotermia sedang: aritmia, hipotensi, apatis, koagulopati, refleks menurun; hipotermia berat: oliguria, refleks menghilang, edema paru, asam-basa abnormal)

Terapeutik

  • Sediakan lingkungan yang hangat (mis: atur suhu ruangan, inkubator)
  • Ganti pakaian dan/atau linen yang basah
  • Lakukan penghangatan pasif (mis: selimut, menutup kepala, pakaian tebal)
  • Lakukan penghangatan aktif eksternal (mis: kompres hangat, botol hangat, selimut hangat, perawatan metode kanguru)
  • Lakukan penghangatan aktif internal (mis: infus cairan hangat, oksigen hangat, lavase peritoneal dengan cairan hangat)

Edukasi

  • Anjurkan makan/minum hangat

I.02058 Pemantauan Hemodinamik Invasif

Observasi

  • Monitor frekuensi dan irama jantung
  • Monitor TDS, TDD, MAP, tekanan vena sentral, tekanan arteri pulmonal, tekanan baji arteri paru
  • Monitor curah jantung dan indeks jantung
  • Monitor bentuk gelombang hemodinamik
  • Monitor perfusi perifer distal pada sisi inserti setiap 4 jam
  • Monitor tanda-tanda infeksi dan perdarahan pada sisi insersi
  • Monitor tanda-tanda komplikasi akibat pemasangan selang (mis: pneumothoraks, selang tertekuk, embolisme udara)

Terapeutik

  • Damping pasien saat pemasangan dan pelepasan kateter jalur hemodinamik
  • Lakukan tes Allen untuk menilai kolateral ulnaris sebelum kanulasi pada arteri radialis
  • Pastikan set selang terangkai dan terpasang dengan tepat
  • Konfirmasi ketepatan posisi selang dengan pemeriksaan x-ray, jika perlu
  • Posisikan transduser pada atrium kanan (aksis flebostatik) setiap 4 – 12 jam untuk mengkalibrasi dan mentitiknolkan perangkat
  • Pastikan balon deflasi dan kembali ke posisi normal setelah pengukuran tekanan baji arteri paru (PAWP)
  • Ganti selang dan cairan infus setiap 24 – 72 jam, sesuai protokol
  • Ganti balutan pada area insersi dengan teknik steril
  • Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
  • Dokumentasikan hasil pemantauan

Edukasi

  • Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
  • Informasikan hasil pemantauan, jika perlu
  • Anjurkan membatasi gerak/aktivitas selama kateter terpasang

Etiologi9

Konten Terkait

Pathway: Clinical Pathway R68.0 Hipotermia Non-L… Pathway: Clinical Pathway X31 (Hipotermia) & SDKI Artikel: Radiodermatitis Kronis (L58.1): Tanda K…