MerlinDX SDKI D.0014
https://www.askep3s.org/7459d3abe6/sdki/D.0014
SDKI Risiko D.0014

Risiko Perfusi Miokard Tidak Efektif

Risiko perfusi miokard tidak efektif dibuktikan dengan faktor risiko

Luaran (SLKI)

Perfusi Miokard Meningkat

Kriteria Hasil

  • Gambaran EKG iskemia menurun
  • Nyeri dada menurun
  • Tekanan arteri rata-rata (mean arterial pressure/MAP) membaik
  • Takikardia membaik

Intervensi (SIKI)4

I.02035 Manajemen Aritmia

Observasi

  • Periksa onset dan pemicu aritmia
  • Identifikasi jenis aritmia
  • Monitor frekuensi dan durasi aritmia
  • Monitor keluhan nyeri dada (intensitas, lokasi, faktor pencetus, dan faktor Pereda)
  • Monitor respon hemodinamik akibat aritmia
  • Monitor saturasi oksigen
  • Monitor kadar elektrolit

Terapeutik

  • Berikan lingkungan yang tenang
  • Pasang jalan napas buatan (mis. OPA, NPA, LMA, ETT), jika perlu
  • Pasang akses intravena
  • Pasang monitor jantung
  • Rekam EKG 12 sadapan
  • Periksa interval QT sebelum dan sesudah pemberian obat yang dapat memperpanjang interval QT
  • Lakukan maneuver valsava
  • Lakukan masase karotis unilateral
  • Berikan oksigen, sesuai indikasi
  • Siapkan pemasangan ICD (implantable cardioverter defibrillator)

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian antiaritmia, jika perlu
  • Kolaborasi pemberian kardioversi, jika perlu
  • Kolaborasi pemberian defibrilasi, jika perlu

I.02051 Manajemen Syok Kardiogenik

Observasi

  • Monitor status kardiopulmonal (frekuensi dan kekuatan nadi, frekuensi napas, TD, MAP)
  • Monitor status oksigenasi (oksimetri nadi, AGD)
  • Monitor status cairan (masukan dan haluaran, turgor kulit, CRT)
  • Monitor tingkat kesadaran dan respon pupil
  • Periksa seluruh permukaan tubuh terhadap adanya DOTS (deformity/deformitas, open wound/luka terbuka, tenderness/nyeri tekan, swelling/bengkak)
  • Monitor EKG 12 lead
  • Monitor rontgen dada (mis: kongesti paru, edema paru, pembesaran jantung)
  • Monitor enzim jantung (mis: CK, CKMB, Troponin)
  • Identifikasi penyebab masalah utama (mis: volume, pompa atau irama)

Terapeutik

  • Pertahankan jalan napas paten
  • Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen > 94%
  • Persiapkan intubasi dan ventilasi mekanis, jika perlu
  • Pasang jalur IV
  • Pasang kateter urin untuk menilai produksi urin
  • Pasang selang nasogastrik untuk dekompresi lambung, jika perlu

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian inotropik (mis: dobutamine), jika TDS 70 – 100 mmHg tanpa disertai tanda/gejala syok
  • Kolaborasi pemberian vasopressor (mis: dopamine), jika TDS 70 – 100 mmHg disertai tanda/gejala syok
  • Kolaborasi pemberian vasopressor (mis: norefinefrin), jika TDS < 70 mmHg
  • Kolaborasi pemberian antiaritmia, jika perlu
  • Kolaborasi pompa intra-aorta, jika perlu

I.02066 Pencegahan Emboli

Observasi

  • Periksa Riwayat penyakit secara rinci untuk melihat faktor risiko (mis: pascaoperasi, fraktur, kemoterapi, kehamilan, pasca persalinan, imobilisasi, kelumpuhan, edema ekstremitas, PPOK, stroke, Riwayat DVT sebelumnya)
  • Periksa trias Virchow (stasis vena, hiperkoagulabilitas, dan trauma yang mengakibatkan kerusakan intima pembuluh darah)
  • Monitor adanya gejala baru dari mengi (hemoptisis, nyeri saat inspirasi, nyeri pleuritik)
  • Monitor sirkulasi perifer (mis: nadi perifer, edema, CRT, warna, suhu, dan adanya rasa sakit pada ekstremitas)

Terapeutik

  • Posisikan anggota tubuh yang beresiko emboli 20 derajat diatas posisi jantung
  • Pasangkan stoking atau alat kompresi pneumatic intermitten
  • Lepaskan stoking atau alat kompresi pneumatic intermiten selama 15-20 menit setiap 8 jam
  • Lakukan Latihan rentang gejak aktif dan pasif
  • Lakukan perubahan posisi setiap 2 jam
  • Hindari memijat atau menekan otot ekstremitas

Edukasi

  • Anjurkan melakukan fleksi dan ekstensi kaki paling sedikit 10 kali setiap jam
  • Anjurkan melaporkan perdarahan yang berlebihan (mis: mimisan yang tidak biasa, muntah darah, urin berdarah, gusi berdarah, perdarahan pervaginam, perdarahan menstruasi yang berat, feses berdarah), nyeri atau bengkak yang tidak biasa, warna biru atau ungu pada jari kaki, nyeri di jari kaki, bisul atau bitnik putih di mulut atau tenggorokan.
  • Anjurkan berhenti merokok
  • Anjurkan minum obat antikoagulan sesuai dengan waktu dan dosis
  • Anjurkan asupan makanan yang tinggi vitamik K
  • Ajarkan menghindari duduk dengan kaki menyilang atau duduk lama dengan kaki tergantung
  • Ajarkan melakukan tindakan pencegahan (mis: berjalan, banyak minum, hindari alkohol, hindari imobilitas jangka panjang)

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian trombolitik, jika perlu
  • Kolaborasi pemberian antikoagulan dosis rendah atau antiplatelet dosis tinggi (mis: heparin, clopidogrel, warfarin, aspirin, dipyridamole, dekstran), jika perlu
  • Kolaborasi pemberian prometazin intravena dalam larutan NaCl 0,9% 25 cc – 50cc dengan aliran lambat

I.02075 Perawatan Jantung

Observasi

  • Identifikasi tanda/gejala primer penurunan curah jantung (meliputi: dispnea, kelelahan, edema, ortopnea, PND, peningkatan CVP)
  • Identifikasi tanda/gejala sekunder penurunan curah jantung (meliputi: peningkatan berat badan, hepatomegaly, distensi vena jugularis, palpitasi, ronkhi basah, oliguria, batuk, kulit pucat)
  • Monitor tekanan darah (termasuk tekanan darah ortostatik, jika perlu)
  • Monitor intake dan output cairan
  • Monitor berat badan setiap hari pada waktu yang sama
  • Monitor saturasi oksigen
  • Monitor keluhan nyeri dada (mis: intensitas, lokasi, radiasi, durasi, presipitasi yang mengurangi nyeri)
  • Monitor EKG 12 sadapan
  • Monitor aritmia (kelainan irama dan frekuensi)
  • Monitor nilai laboratorium jantung (mis: elektrolit, enzim jantung, BNP, NTpro-BNP)
  • Monitor fungsi alat pacu jantung
  • Periksa tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum dan sesudah aktivitas
  • Periksa tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum pemberian obat (mis: beta blocker, ACE Inhibitor, calcium channel blocker, digoksin)

Terapeutik

  • Posisikan pasien semi-fowler atau fowler dengan kaki ke bawah atau posisi nyaman
  • Berikan diet jantung yang sesuai (mis: batasi asupan kafein, natrium, kolesterol, dan makanan tinggi lemak)
  • Gunakan stocking elastis atau pneumatik intermitten, sesuai indikasi
  • Fasilitasi pasien dan keluarga untuk modifikasi gaya hidup sehat
  • Berikan terapi relaksasi untuk mengurangi stress, jika perlu
  • Berikan dukungan emosional dan spiritual
  • Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen > 94%

Edukasi

  • Anjurkan beraktivitas fisik sesuai toleransi
  • Anjurkan beraktivitas fisik secara bertahap
  • Anjurkan berhenti merokok
  • Ajarkan pasien dan keluarga mengukur berat badan harian
  • Ajarkan pasien dan keluarga mengukur intake dan output cairan harian

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian antiaritmia, jika perlu
  • Rujuk ke program rehabilitasi jantung

Etiologi14

Konten Terkait

Pathway: Clinical Pathway A00.9 - Cholera, unspe… Pathway: Clinical Pathway A04.9 - Infeksi Bakter… Artikel: Kolera (Cholera) - ICD-10: A00.9: Koler…