MerlinDX Artikel M80.8
https://www.askep3s.org/81867ca787/artikel/M80.8
M80.8: Osteoporosis Lain dengan Patah Tulang Patologis - Panduan Lengkap
Photo by Magda Ehlers on Pexels
Artikel Klinis ICD-10: M80.8

M80.8: Osteoporosis Lain dengan Patah Tulang Patologis - Panduan Lengkap

7 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Bagian 1
  2. Bagian 2
  3. Bagian 3
  4. Bagian 4
  5. Bagian 5
  6. Bagian 6
  7. Bagian 7
  8. Bagian 8
  9. Bagian 9
  10. Bagian 10

01

M80.8 adalah kode ICD-10 yang digunakan untuk mengklasifikasikan osteoporosis jenis lain yang disertai dengan patah tulang patologis. Osteoporosis sendiri merupakan penyakit tulang metabolik yang paling umum terjadi, ditandai dengan penurunan massa tulang dan deteriorasi mikroarsitektur jaringan tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Patah tulang patologis adalah patah tulang yang terjadi akibat melemahnya struktur tulang karena penyakit atau kondisi tertentu, bukan karena trauma yang signifikan. Pada kasus M80.8, patah tulang terjadi pada lokasi yang tidak biasa atau tidak terkait dengan cedera berat, melainkan akibat kelemahan tulang yang disebabkan oleh osteoporosis.

Berbeda dengan osteoporosis primer yang berkaitan dengan penuaan atau menopause, M80.8 merujuk pada osteoporosis sekunder atau jenis osteoporosis lain yang disebabkan oleh faktor-faktor spesifik seperti penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit kronis, atau kondisi medis lainnya. Kode ini digunakan ketika pasien mengalami patah tulang dan terdapat bukti klinis osteoporosis yang tidak termasuk dalam kategori M80.0 hingga M80.7.

02

Osteoporosis telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat seiring dengan populasi menua dan harapan hidup yang lebih panjang. Saat ini, diestimasikan lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia menderita osteoporosis. Menurut data dari International Osteoporosis Foundation, secara global, 1 dari 3 wanita berusia di atas 50 tahun dan 1 dari 5 pria akan mengalami patah tulang osteoporotik seumur hidup mereka.

Setiap patah tulang merupakan tanda bahwa patah tulang berikutnya mungkin akan terjadi. Ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan intervensi untuk mencegah fraktur berikutnya. Osteoporosis lebih sering terjadi pada wanita kulit putih (Kaukasia), lansia, dan individu dengan faktor risiko tertentu.

Patah tulang akibat osteoporosis menyebabkan morbiditas yang signifikan, terutama pada pria yang dapat mengalami mortalitas. Selain itu, osteoporosis menghasilkan penurunan kualitas hidup, peningkatan masa hidup yang disesuaikan dengan kecacatan (disability-adjusted life years), dan beban finansial yang besar bagi sistem kesehatan negara.

03

Osteoporosis dengan patah tulang patologis dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi metabolisme tulang. Faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap perkembangan kondisi ini meliputi:

Faktor Risiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi:
- Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia
- Jenis kelamin: Wanita lebih rentan, terutama setelah menopause
- Ras/Etnis: Kaukasia dan Asia memiliki risiko lebih tinggi
- Riwayat keluarga: Faktor genetik berperan dalam kepadatan tulang
- Riwayat patah tulang sebelumnya

Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi:
- Asupan kalsium dan vitamin D yang tidak memadai
- Kurang aktivitas fisik atau imobilisasi berkepanjangan
- Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
- Berat badan kurang (underweight)
- Gangguan makan seperti anoreksia nervosa

Penyebab Sekunder:
- Penggunaan obat-obatan tertentu (kortikosteroid, antikonvulsan, inhibitor pompa proton)
- Penyakit kronis (artritis rheumatoid, penyakit ginjal kronis, penyakit celiac)
- Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hiperparatiroidisme)
- Terapi hormon untuk kanker payudara dan prostat

04

Osteoporosis sering disebut sebagai "penyakit diam" karena umumnya tidak menunjukkan gejala sampai terjadi patah tulang. Namun, ada beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai:

Gejala Sebelum Terjadinya Patah Tulang:
- Nyeri punggung bawah atau leher yang progresif
- Kehilangan tinggi badan dari waktu ke waktu
- Postur tubuh membungkuk (kyphosis/dowager's hump)
- Patah tulang yang terjadi dengan trauma minimal

Manifestasi Klinis Patah Tulang Patologis:
- Patah tulang panggul (femur): Nyeri hebat di area pangkal paha, ketidakmampuan berdiri atau berjalan
- Patah tulang vertebra: Nyeri punggung akut, deformitas tulang belakang
- Patah tulang pergelangan tangan: Bengkak, deformitas, dan nyeri di pergelangan tangan
- Patah tulang rusuk: Nyeri dada atau punggung yang meningkat saat bernapas dalam

Komplikasi:
- Imobilisasi berkepanjangan
- Trombosis vena dalam
- Pneumonia
- Penurunan fungsi fisik dan kemandirian
- Depresi dan isolasi sosial

05

Diagnosis osteoporosis dengan patah tulang patologis memerlukan pendekatan sistematis yang melibatkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan investigasi diagnostik:

1. Anamnesis dan Riwayat Medis:
- Riwayat patah tulang sebelumnya
- Riwayat keluarga dengan osteoporosis atau patah tulang
- Penggunaan obat-obatan jangka panjang
- Penyakit kronis yang mendasari
- Pola makan dan gaya hidup

2. Pemeriksaan Fisik:
- Pengukuran tinggi badan dan perbandingan dengan tinggi sebelumnya
- Evaluasi postur tubuh
- Pemeriksaan tulang belakang untuk deformitas
- Tes keseimbangan dan kekuatan otot

3. Pemeriksaan Diagnostik:
- Dual-energy X-ray absorptiometry (DXA): Standar emas untuk mengukur densitas mineral tulang (BMD). Hasil diukur dalam skor T yang membandingkan kepadatan tulang pasien dengan kepadatan tulang puncak massa tulang orang dewasa muda sehat.
- X-ray: Untuk mengkonfirmasi adanya patah tulang dan menilai perubahan struktur tulang
- CT scan atau MRI: Untuk evaluasi lebih detail pada kasus yang kompleks
- Tes laboratorium: Kalsium serum, fosfat, vitamin D, hormon paratiroid, fungsi tiroid, dan penanda turnover tulang

06

Kode ICD-10 M80 digunakan untuk mengklasifikasikan osteoporosis dengan patah tulang patologis yang sudah terjadi. Kategori M80 mencakup:

M80.0 - Osteoporosis pascamenopause dengan patah tulang patologis
M80.1 - Osteoporosis pasca-ooforektomi dengan patah tulang patologis
M80.2 - Osteoporosis karena inaktivasi (disuse) dengan patah tulang patologis
M80.3 - Osteoporosis karena malabsorpsi pasca-operasi dengan patah tulang patologis
M80.4 - Osteoporosis karena obat dengan patah tulang patologis
M80.5 - Osteoporosis idiopatik dengan patah tulang patologis
M80.8 - Osteoporosis lain dengan patah tulang patologis
M80.9 - Osteoporosis yang tidak disebutkan elsewhere dengan patah tulang patologis

M80.8 secara khusus digunakan untuk kasus osteoporosis yang tidak termasuk dalam subkategori M80.0 hingga M80.5 atau M80.9, tetapi tetap memenuhi kriteria osteoporosis dengan patah tulang patologis. Ini dapat mencakup osteoporosis yang disebabkan oleh kombinasi faktor atau kondisi yang tidak spesifik.

07

Penatalaksanaan osteoporosis dengan patah tulang patologis memerlukan pendekatan multidisipliner yang bertujuan untuk mencegah patah tulang lebih lanjut, mengurangi nyeri, dan meningkatkan kualitas hidup:

1. Terapi Farmakologis:
- Bifosfonat (alendronat, risedronat, ibandronat, zoledronat): Menghambat aktivitas osteoklas dan mengurangi resorpsi tulang
- Denosumab: Antibody monoklonal yang menghambat RANKL, mengurangi pembentukan dan aktivitas osteoklas
- Terapi hormon (estrogen, SERM): Untuk wanita pascamenopause
- Teriparatide dan abaloparatide: Analog hormon paratiroid yang merangsang pembentukan tulang
- Romosozumab: Antibody monoklonal yang meningkatkan pembentukan tulang dan mengurangi resorpsi

2. Suplementasi:
- Kalsium: 1000-1200 mg/hari untuk dewasa
- Vitamin D: 800-2000 IU/hari untuk menjaga kadar 25-hydroxyvitamin D di atas 30 ng/mL

3. Modifikasi Gaya Hidup:
- Latihan beban secara teratur (jalan kaki, menari, naik tangga)
- Latihan keseimbangan dan kekuatan otot
- Berhenti merokok
- Membatasi konsumsi alkohol
- Pencegahan jatuh di rumah

08

Pencegahan merupakan aspek krusial dalam manajemen osteoporosis. Strategi pencegahan meliputi:

1. Pencegahan Primer (sebelum terjadi patah tulang):
- Memastikan asupan kalsium dan vitamin D yang memadai sejak usia muda
- Melakukan aktivitas fisik teratur, terutama latihan beban
- Menghindari faktor risiko yang dapat dimodifikasi
- Skrining densitas tulang secara berkala untuk individu berisiko tinggi
- Evaluasi dan penyesuaian obat-obatan yang dapat menyebabkan kehilangan tulang

2. Pencegahan Sekunder (setelah terjadi patah tulang pertama):
- Terapi farmakologis segera untuk mencegah patah tulang berikutnya
- Modifikasi lingkungan rumah untuk mengurangi risiko jatuh
- Penggunaan alat bantu berjalan jika diperlukan
- Program rehabilitasi fisik
- Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen penyakit

3. Pencegahan Tersier (untuk mencegah komplikasi setelah patah tulang):
- Program rehabilitasi komprehensif
- Manajemen nyeri yang optimal
- Dukungan psikologis dan sosial
- Pemantauan dan follow-up teratur

09

Prognosis osteoporosis dengan patah tulang patologis bervariasi tergantung pada lokasi patah tulang, kondisi kesehatan umum pasien, dan kepatuhan terhadap terapi:

Patah Tulang Panggul:
- Merupakan komplikasi paling serius dengan mortalitas 15-30% dalam tahun pertama
- Sekitar 30-40% pasien memerlukan perawatan jangka panjang di fasilitas perawatan
- Hanya 40-50% pasien dapat kembali ke tingkat fungsi sebelumnya

Patah Tulang Vertebra:
- Risiko patah tulang vertebra berikutnya meningkat 5 kali lipat setelah fraktur vertebra pertama
- Dapat menyebabkan deformitas kronis dan nyeri punggung
- Meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan pencernaan

Patah Tulang Pergelangan Tangan:
- Prognosis umumnya lebih baik
- Dapat mempengaruhi fungsi tangan dan aktivitas sehari-hari
- Meningkatkan risiko osteoporosis di lokasi lain

Faktor yang Mempengaruhi Prognosis:
- Usia saat terjadi patah tulang pertama
- Keparahan osteoporosis (BMD)
- Kehadiran penyakit komorbid
- Status nutrisi
- Kepatuhan terhadap terapi

10

M80.8 merupakan kode ICD-10 yang penting untuk mengklasifikasikan osteoporosis jenis lain dengan patah tulang patologis. Osteoporosis merupakan penyakit tulang metabolik yang sangat prevalen dan menyebabkan beban kesehatan yang signifikan secara global.

Penting untuk memahami bahwa osteoporosis umumnya tidak menunjukkan gejala sampai terjadi patah tulang. Oleh karena itu, deteksi dini melalui skrining dan identifikasi faktor risiko sangat penting untuk mencegah patah tulang pertama dan berikutnya.

Penatalaksanaan yang komprehensif meliputi terapi farmakologis, suplementasi, modifikasi gaya hidup, dan pencegahan jatuh. Dengan pendekatan yang tepat, risiko patah tulang berikutnya dapat dikurangi secara signifikan dan kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan.

Edukasi pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan tentang osteoporosis dan patah tulang patologis sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap terapi jangka panjang.
Bagikan:

📚 Daftar Pustaka (APA 7)

[1]
. An overview and management of osteoporosis
[2]
. OTHER | English meaning - Cambridge Dictionary
[3]
. Other, others, the other or another ? - Cambridge Grammar
[4]
. other - Wiktionary, the free dictionary
[5]
. 100 Other Words for “Other” - Home of English Grammar

🔗 Konten Terkait: M80.8