MerlinDX
›
Pathway
›
A82.0
https://www.askep3s.org/8e9d12d2aa/pathway/A82.0
📋 Salin URL
ICD-10: A82.0
101 Node
89 Relasi
A82.0 - Sylvatic rabies
Clinical Pathway interaktif: Etiologi → Patofisiologi → Tanda & Gejala → Dx Keperawatan
Etiologi
12
Gigitan mamalia liar terinfeksi virus rabies
Kontaminasi air liur hewan liar pada luka ekskoriasi
Cakar atau gigitan kelelawar/rubah liar terinfeksi
Virus rabies sylvatik masuk melalui gigitan di ekstremitas
Gigitan hewan liar dengan muatan viral tinggi
Infeksi virus rabies dari gigitan serigala liar
Transmisi virus rabies liar melalui mukosa atau luka terbuka
Paparan aerosol virus di gua kelelawar terinfeksi
Gigitan di wajah atau leher oleh hewan liar rabies
Luka gigitan hewan liar tidak dilakukan pencucian dan vaksinasi
Progresi ensefalitis rabies ke fase paralitik
Kerusakan batang otak akibat virus rabies liar
Patofisiologi
36
Inokulasi lyssavirus ke jaringan subkutan dan otot
Replikasi viral lokal pada serat otot
Penetrasi virus ke akson saraf perifer
Transportasi retrograde aksonal menuju sistem saraf pusat
Replikasi masif di neuron batang otak dan korteks limbik
Ensefalitis akut dengan nekrosis neuron
Infeksi virus pada sel saraf sensorik dorsal
Kerusakan neuron inspirasi dan eksspirasi di medula oblongata
Disregulasi pusat pernapasan dan irama respiratori
Penyebaran virus ke batang otak dan pons
Gangguan regulasi vasomotor dan sirkulasi pulmonal
Ketidakseimbangan ventilasi-perfusi di kapiler-alveolar
Inflamasi mikroglia dan sel saraf di hipotalamus anterior
Gangguan termoregulasi pusat akibat kerusakan neuron termosensitif
Peningkatan set point suhu tubuh dan disfungsi vasodilatasi
Kerusakan neuron kranial IX dan X nucleus ambiguus
Disfagia orofaring total akibat spasme refleks faringeal
Ketidakmampuan intake cairan dan nutrisi oral
Peradangan radikular dan ganglion dorsal akar saraf perifer
Hipereksitabilitas membran neuron sensorik dan pelepasan mediator nyeri
Peningkatan transmisi sinyal nyeri ke kornu dorsal medula spinalis
Penyebaran virus ke korteks motorik dan sistem limbik
Hiperaktivitas neuron eksitatori dan penurunan inhibitor GABAergik
Infeksi neuron olfaktori dan bulb olfaktori
Penyebaran ke amigdala dan hipokampus
Disregulasi neurotransmiter (asetilkolin, serotonin, dopamin)
Waktu inkubasi singkat karena jarak ke CNS dekat
Kerusakan neuron motorik kranial VII dan XII
Paralisis fasial dan lidah progresif
Infeksi sekunder bakteri pada luka penetrasi
Peradangan lokal dengan pelepasan sitokin proinflamasi
Degenerasi neuron motorik anterior medula spinalis
Penurunan konduksi impuls neuromuskular
Gangguan refleks batang otak (batuk dan menelan)
Relaksasi sfingter esofagus dan penurunan tonus gastroesofageal
Koma)
Tanda & Gejala
25
Spasme laring dan faring paroksismal
Akumulasi sekresi saliva dan mukus
Episode apnea dan hiperventilasi tak teratur
Bradipnea progresif menuju pola pernapasan ataksik
Hipoksemia refrakter dengan PaO2 menurun
Sianosis sentral progresif dan takipnea
Demam tinggi persisten lebih dari 39 derajat Celcius
Diaphoresis berlebihan dan takikardia
Dehidrasi akut dengan turgor kulit menurun
Hipotensi ortostatik dan takikardia kompensasi
Produksi urin menurun dan berwarna pekat
Parestesia dan nyeri bakar di lokasi gigitan
Allodynia dan hiperalgesia progresif
Agitasi psikomotor ekstrem dengan perilaku agresif
Kejang tonik-klonik generalisasi berulang
Halusinasi visual dan auditori
Delirium dan disorientasi berat
Disfasia ekspresif dan artikulasi tidak jelas
Kehilangan kemampuan berkomunikasi verbal
Eritema, edema, dan purulen di sekitar luka
Nyeri tekan dan peningkatan suhu lokal
Paralisis flaksid ascendens dari ekstremitas
Kehilangan refleks tendon dalam dan kekuatan otot
Regurgitasi isi lambung pasif
Penurunan level kesadaran (somnolen
Diagnosis Keperawatan
12
Bersihan jalan napas tidak efektif
Pola napas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Hipertermia
Defisit volume cairan
Nyeri akut
Risiko cedera
Kecemasan
Gangguan komunikasi verbal
Risiko infeksi
Hambatan mobilitas fisik
Referensi & Sumber
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) Edisi 1, 2017, DPP PPNI
ICD-10 WHO Version 2019, Chapter I: A82.0
Patofisiologi Klinis Terkait
Konten Terkait
Artikel: A82.0