MerlinDX SDKI D.0135
https://www.askep3s.org/935f09a958/sdki/D.0135
SDKI Risiko D.0135

Risiko Bunuh Diri

Risiko bunuh diri dibuktikan dengan Faktor Risiko

Luaran (SLKI)

Kontrol diri meningkat

Kriteria Hasil

  • Verbalisasi keinginan bunuh diri menurun
  • Verbalisasi isyarat bunuh diri menurun
  • Verbalisasi ancaman bunuh diri menurun
  • Verbalisasi rencana bunuh diri menurun

Intervensi (SIKI)2

I.09289 Manajemen Mood

Observasi

  • Identifikasi mood (mis: tanda, gejala, riwayat penyakit)
  • Identifikasi risiko keselamatan diri atau orang lain
  • Monitor fungsi kognitif (mis: konsentrasi, memori, kemampuan membuat keputusan)
  • Monitor aktivitas dan tingkat stimulasi lingkungan

Terapeutik

  • Fasilitasi pengisian kuesioner self-report (mis: beck depression inventory, skala status fungsional), jika perlu
  • Berikan kesempatan untuk menyampaikan perasaan dengan cara yang tepat (mis: sandsack, terapi seni, aktivitas fisik)

Edukasi

  • Jelaskan tentang gangguan mood dan penanganannya
  • Anjurkan berperan aktif dalam pengobatan dan rehabilitasi, jika perlu
  • Anjurkan rawat inap sesuai indikasi (mis: risiko keselamatan, defisit perawatan diri, sosial)
  • Ajarkan mengenali pemicu gangguan mood (mis: situasi stres, masalah fisik)
  • Ajarkan memonitor mood secara mandiri (mis: skala tingkat 1 – 10, membuat jurnal)
  • Ajarkan keterampilan koping dan penyelesaian masalah baru

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian obat, jika perlu
  • Rujuk untuk psikoterapi (mis: perilaku, hubungan interpersonal, keluarga, kelompok), jika perlu

I.14538 Pencegahan Bunuh Diri

Observasi

  • Identifikasi gejala risiko bunuh diri (mis: gangguan mood, halusinasi, delusi, panik, penyalahgunaan zat, kesedihan, gangguan kepribadian)
  • Identifikasi keinginan dan pikiran rencana bunuh diri
  • Monitor lingkungan bebas bahaya secara rutin (mis: barang pribadi, pisau cukur, jendela)
  • Monitor adanya perubahan mood atau perilaku

Terapeutik

  • Libatkan dalam perencanaan perawatan mandiri
  • Libatkan keluarga dalam perencanaan perawatan
  • Lakukan pendekatan langsung dan tidak menghakimi saat membahas bunuh diri
  • Berikan lingkungan dengan pengamanan ketat dan mudah dipantau (mis: tempat tidur dekat ruang perawat)
  • Tingkatkan pengawasan pada kondisi tertentu (mis: rapat staf, pergantian shift)
  • Lakukan intervensi perlindungan (mis: pembatasan area, pengekangan fisik), jika diperlukan
  • Hindari diskusi berulang tentang bunuh diri sebelumnya, diskusi berorientasi pada masa sekarang dan masa depan
  • Diskusikan rencana menghadapi ide bunuh diri di masa depan (mis: orang yang dihubungi, ke mana mencari bantuan)
  • Pastikan obat ditelan

Edukasi

  • Anjurkan mendiskusikan perasaan yang dialami kepada orang lain
  • Anjurkan menggunakan sumber pendukung (mis: layanan spiritual, penyedia layanan)
  • Jelaskan tindakan pencegahan bunuh diri kepada keluarga atau orang terdekat
  • Informasikan sumber daya masyarakat dan program yang tersedia
  • Latih pencegahan risiko bunuh diri (mis: latihan asertif, relaksasi otot progresif)

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian obat antiansietas atau antipsikotik, sesuai indikasi
  • Kolaborasi tindakan keselamatan kepada PPA
  • Rujuk ke pelayanan kesehatan mental, jika perlu

Etiologi5

Konten Terkait

Pathway: Clinical Pathway Z57.9: Pajanan Faktor … Artikel: Radiodermatitis Kronis (L58.1): Tanda K…