MerlinDX SDKI D.0020
https://www.askep3s.org/95087b75b0/sdki/D.0020
SDKI Aktual D.0020

Diare

Diare berhubungan dengan etiologi dibuktikan dengan tanda dan gejala

Tanda & Gejala

Objektif (DO)

  • Defekasi lebih dari tiga kali dalam 24 jam
  • Feses lembek atau cair

Luaran (SLKI)

Eliminasi Fekal Membaik

Kriteria Hasil

  • Kontrol pengeluaran feses meningkat
  • Keluhan defekasi lama dan sulit menurun
  • Mengejan saat defekasi menurun
  • Konsistensi feses membaik
  • Frekuensi BAB membaik
  • Peristaltik usus membaik

Intervensi (SIKI)2

I.03101 Manajemen Diare

Observasi

  • Identifikasi penyebab diare (mis: inflamasi gastrointestinal, iritasi gastrointestinal, proses infeksi, malabsorpsi, ansietas, stres, obat-obatan, pemberian botol susu)
  • Identifikasi Riwayat pemberian makanan
  • Identifikasi gejala invaginasi (mis: tangisan keras, kepucatan pada bayi)
  • Monitor warna, volume, frekuensi, dan konsistensi feses
  • Monitor tanda dan gejala hypovolemia (mis: takikardia, nadi teraba lemah, tekanan darah turun, turgor kulit turun, mukosa kulit kering, CRT melambat, BB menurun)
  • Monitor iritasi dan ulserasi kulit di daerah perianal
  • Monitor jumlah dan pengeluaran diare
  • Monitor keamanan penyiapan makanan

Terapeutik

  • Berikan asupan cairan oral (mis: larutan garam gula, oralit, Pedialyte, renalyte)
  • Pasang jalur intravena
  • Berikan cairan intravena (mis: ringer asetat, ringer laktat), jika perlu
  • Ambil sampel darah untuk pemeriksaan darah lengkap dan elektrolit
  • Ambil sampel feses untuk kultur, jika perlu

Edukasi

  • Anjurkan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap
  • Anjurkan menghindari makanan pembentuk gas, pedas, dan mengandung laktosa
  • Anjurkan melanjutkan pemberian ASI

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian obat antimotilitas (mis: loperamide, difenoksilat)
  • Kolaborasi pemberian antispasmodik/spasmolitik (mis: papaverine, ekstrak belladonna, mebeverine)
  • Kolaborasi pemberian obat pengeras feses (mis: atapugit, smektit, kaolin-pektin)

I.03101 Pemantauan Cairan

Observasi

  • Monitor frekuensi dan kekuatan nadi
  • Monitor frekuensi napas
  • Monitor tekanan darah
  • Monitor berat badan
  • Monitor waktu pengisian kapiler
  • Monitor elastisitas atau turgor kulit
  • Monitor jumlah, warna, dan berat jenis urin
  • Monitor kadar albumin dan protein total
  • Monitor hasil pemeriksaan serum (mis: osmolaritas serum, hematokrit, natrium, kalium, dan BUN)
  • Monitor intake dan output cairan
  • Identifikasi tanda-tanda hypovolemia (mis: frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urin menurun, hematokrit meningkat, hasil, lemah, konsentrasi urin meningkat, berat badan menurun dalam waktu singkat)
  • Identifikasi tanda-tanda hypervolemia (mis: dispnea, edema perifer, edema anasarca, JVP meningkat, CVP meningkat, refleks hepatojugular positif, berat badan menurun dalam waktu singkat)
  • Identifikasi faktor risiko ketidakseimbangan cairan (mis: prosedur pembedahan mayor, trauma/perdarahan, luka bakar, apheresis, obstruksi intestinal, peradangan pancreas, penyakit ginjal dan kelenjar, disfungsi intestinal)

Terapeutik

  • Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
  • Dokumentasikan hasil pemantauan

Edukasi

  • Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
  • Dokumentasikan hasil pemantauan

Etiologi13

Konten Terkait

Pathway: Clinical Pathway Sindrom Iritasi Usus D… Pathway: Clinical Pathway K58.9 Irritable Bowel … Artikel: K59.1: Diare Fungsional - Definisi, Pen…