MerlinDX Artikel Q83.2
https://www.askep3s.org/9a5f941b40/artikel/Q83.2
Q83.2: Absent Nipple (Tidak Adanya Puting Susu) - Panduan Lengkap ICD-10
Photo by Rizky Sabriansyah on Pexels
Artikel Klinis ICD-10: Q83.2

Q83.2: Absent Nipple (Tidak Adanya Puting Susu) - Panduan Lengkap ICD-10

5 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Pengertian Q83.2: Absent Nipple
  2. Penyebab Absent Nipple (Q83.2)
  3. Gejala dan Tanda Absent Nipple
  4. Diagnosis Q83.2: Absent Nipple
  5. Penanganan dan Pengobatan Absent Nipple
  6. Pencegahan Absent Nipple
  7. Komplikasi Absent Nipple
  8. Kapan Harus ke Dokter?

01 Pengertian Q83.2: Absent Nipple

Absent nipple atau athelia adalah kondisi medis di mana satu atau kedua puting susu tidak ada atau tidak berkembang sejak lahir. Kondisi ini termasuk dalam kategori malformasi kongenital sistem mammalia (payudara) yang diklasifikasikan dalam ICD-10 dengan kode Q83.2. Puting susu merupakan struktur penting pada sistem reproduksi perempuan yang berfungsi sebagai saluran keluar air susu ibu (ASI) selama masa menyusui. Ketiadaan puting susu dapat terjadi secara unilateral (satu sisi) atau bilateral (kedua sisi) dan sering dikaitkan dengan kondisi sindrom tertentu atau kelainan perkembangan embrionik. Kondisi ini biasanya terdeteksi sejak lahir atau masa kanak-kanak awal dan memerlukan evaluasi medis menyeluruh untuk menentukan penyebab serta penanganan yang tepat.

01 Penyebab Absent Nipple (Q83.2)

Penyebab utama absent nipple berkaitan dengan gangguan perkembangan embrionik pada minggu ke-4 hingga ke-6 kehamilan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini antara lain: Pertama, mutasi genetik yang mempengaruhi perkembangan jaringan mammalia selama masa embrionik. Kedua, sindrom Poland yang merupakan kelainan kongenital langka yang ditandai dengan отсутствие otot pectoralis major dan kelainan pada tangan serta dada, sering disertai absent nipple. Ketiga, ectodermal dysplasia yang menyebabkan gangguan pada struktur yang berkembang dari ectoderm termasuk kulit, rambut, kuku, dan kelenjar susu. Keempat, gangguan pembuluh darah embrionik yang mempengaruhi suplai darah ke area perkembangan payudara. Kelima, faktor lingkungan selama kehamilan seperti paparan bahan kimia tertentu atau infeksi. Keenam, penyebab idiopatik di mana tidak ditemukan penyebab yang jelas meskipun telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

01 Gejala dan Tanda Absent Nipple

Gejala utama absent nipple adalah ketiadaan puting susu yang terlihat secara fisik sejak lahir. Pada kasus unilateral, satu puting susu tidak ada sementara yang lain berkembang normal. Pada kasus bilateral, kedua puting susu tidak ada. Gejala dan tanda tambahan yang mungkin menyertai meliputi: отсутствие areola (lingkaran gelap di sekitar puting) atau areola yang tidak berkembang sempurna, asimetri ukuran atau bentuk payudara, jaringan payudara yang mungkin berkembang normal atau tidak sempurna tergantung pada penyebabnya, dan pada laki-laki kondisi ini mungkin tidak terdeteksi sampai masa pubertas. Pada beberapa kasus yang terkait dengan sindrom Poland, dapat ditemukan kelainan tambahan seperti недоразвитие otot dada, брахидактилия (jari tangan pendek), atau kelainan tulang rusuk.

01 Diagnosis Q83.2: Absent Nipple

Proses diagnosis absent nipple melibatkan beberapa tahapan untuk memastikan kondisi dan mencari penyebab yang mendasari. Pemeriksaan fisik merupakan langkah pertama di mana dokter akan memeriksa area dada untuk menilai keberadaan dan perkembangan puting susu, areola, serta jaringan payudara. Anamnesis menyeluruh dilakukan untuk menanyakan riwayat keluarga, kelainan kongenital lainnya, dan gejala yang menyertai. Pemeriksaan pencitraan seperti USG (ultrasonografi) mammae digunakan untuk menilai struktur internal jaringan payudara dan memastikan ketiadaan jaringan puting. MRI (Magnetic Resonance Imaging) dapat dilakukan untuk evaluasi lebih detail pada kasus yang kompleks. Konsultasi genetik mungkin direkomendasikan untuk menilai kemungkinan sindrom genetik yang mendasari. Tes kromosom dan tes genetik dapat dilakukan jika dicurigai adanya kelainan genetik tertentu. Pemeriksaan hormonal juga mungkin diperlukan untuk menilai fungsi endokrin terkait perkembangan payudara.

01 Penanganan dan Pengobatan Absent Nipple

Penanganan absent nipple tergantung pada penyebab yang mendasari, keparahan kondisi, dan kebutuhan pasien. Rekonstruksi bedah merupakan opsi utama untuk memperbaiki penampilan estetika dan mengembalikan fungsi psikososial. Prosedur rekonstruksi dapat meliputi: Pertama, rekonstruksi puting menggunakan jaringan lokal atau graft dari area tubuh lain. Kedua, pembuatan areola menggunakan tattoo medis atau graft kulit. Ketiga, penggunaan prostesis puting untuk pasien yang tidak dapat atau tidak ingin menjalani operasi. Terapi hormon mungkin diberikan jika kondisi ini terkait dengan gangguan hormonal, meskipun efektivitasnya terbatas setelah masa pubertas. Konseling psikologis sangat direkomendasikan karena kondisi ini dapat mempengaruhi citra tubuh dan kepercayaan diri, terutama pada remaja dan dewasa muda. Pada kasus yang terkait dengan sindrom tertentu, penanganan multidisiplin diperlukan untuk mengatasi semua aspek kondisi.

01 Pencegahan Absent Nipple

Karena absent nipple merupakan kelainan kongenital yang terjadi selama perkembangan embrionik, pencegahan spesifik terbatas. Namun, beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko kelainan kongenital secara umum: Pertama, konsultasi genetik sebelum perencanaan kehamilan untuk pasangan dengan riwayat kelainan kongenital dalam keluarga. Kedua, konsumsi asam folat sesuai anjuran dokter sebelum dan selama kehamilan untuk mendukung perkembangan embrionik yang normal. Ketiga, menghindari paparan zat berbahaya seperti bahan kimia toksik, radiasi, dan obat-obatan tertentu selama kehamilan. Keempat, melakukan pemeriksaan prenatal rutin untuk mendeteksi kelainan perkembangan sejak dini. Kelima, menjaga kesehatan umum ibu hamil dengan nutrisi seimbang, olahraga teratur, dan manajemen stres yang baik. Keenam, menghindari konsumsi alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang selama kehamilan.

01 Komplikasi Absent Nipple

Absent nipple dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang perlu diperhatikan. Komplikasi fisik meliputi kesulitan menyusui pada wanita yang mengalami kondisi bilateral, peningkatan risiko infeksi saluran susu jika terdapat jaringan duktus yang tidak terhubung ke permukaan. Komplikasi psikologis sangat signifikan dan meliputi gangguan citra tubuh, rendahnya kepercayaan diri, kecemasan dan depresi terkait penampilan fisik, kesulitan dalam hubungan intim, dan stigma sosial. Komplikasi sosial dapat berupa isolasi sosial, kesulitan dalam situasi yang memerlukan keterbukaan tubuh seperti saat berenang atau di ruang ganti, dan tekanan emosional dari komentar atau pertanyaan orang lain. Pada kasus yang terkait dengan sindrom lain seperti sindrom Poland, komplikasi tambahan mungkin terkait dengan kelainan yang menyertai seperti kelemahan otot dada atau kelainan skeletal.

01 Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi medis diperlukan dalam beberapa situasi: Pertama, saat kondisi absent nipple terdeteksi pada bayi baru lahir, diperlukan evaluasi untuk menentukan penyebab dan menilai kelainan terkait. Kedua, pada anak yang lebih besar yang mulai menyadari perbedaan fisiknya dengan teman sebaya. Ketiga, saat remaja yang mengalami distress emosional atau sosial terkait kondisi ini. Keempat, sebelum mempertimbangkan prosedur rekonstruksi bedah untuk mendiskusikan opsi dan ekspektasi hasil. Kelima, jika terdapat riwayat keluarga dengan kelainan kongenital serupa atau sindrom yang diketahui. Keenam, saat wanita dengan kondisi ini merencanakan kehamilan untuk mendiskusikan opsi menyusui dan persiapan menyusui. Ketujuh, jika muncul gejala tambahan seperti nyeri, pembengkakan, atau tanda infeksi pada area dada.
Bagikan:

🔗 Konten Terkait: Q83.2

Pathway: Q83.2 Absent Nipple (Athelia) menuju SD…