Hubungi pihak berwenang sesuai masalah komunitas (mis: puskesmas, polisi, damkar)
Fasilitasi relokasi ke lingkungan yang aman
Lakukan program skrining bahaya lingkungan (mis: timbal)
Edukasi
Ajarkan individu, keluarga, dan kelompok risiko tinggi bahaya lingkungan
I.14537 Pencegahan Cedera
Observasi
Identifikasi area lingkungan yang berpotensi menyebabkan cedera
Identifikasi obat yang berpotensi menyebabkan cedera
Identifikasi kesesuaian alas kaki atau stoking elastis pada ekstremitas bawah
Terapeutik
Sediakan pencahayaan yang memadai
Gunakan lampu tidur selama jam tidur
Sosialisasikan pasien dan keluarga dengan lingkungan ruang rawat (mis: penggunaan telepon, tempat tidur, penerangan ruangan, dan lokasi kamar mandi)
Gunakan alas kaki jika berisiko mengalami cedera serius
Sediakan alas kaki antislip
Sediakan pispot dan urinal untuk eliminasi di tempat tidur, jika perlu
Pastikan bel panggilan atau telepon mudah terjangkau
Pastikan barang-barang pribadi mudah dijangkau
Pertahankan posisi tempat tidur di posisi terendah saat digunakan
Pastikan roda tempat tidur atau kursi roda dalam kondisi terkunci
Gunakan pengaman tempat tidur sesuai dengan kebijakan fasilitas pelayanan kesehatan
Pertimbangkan penggunaan alarm elektronik pribadi atau alarm sensor pada tempat tidur atau kursi
Diskusikan mengenai latihan dan terapi fisik yang diperlukan
Diskusikan mengenai alat bantu mobilitas yang sesuai (mis: tongkat atau alat bantu jalan)
Diskusikan bersama anggota keluarga yang dapat mendampingi pasien
Tingkatkan frekuensi observasi dan pengawasan pasien, sesuai kebutuhan
Edukasi
Jelaskan alasan intervensi pencegahan jatuh ke pasien dan keluarga
Anjurkan berganti posisi secara perlahan dan duduk selama beberapa menit sebelum berdiri
Etiologi2
Faktor risiko eksternal cedera: terpapar patogen, terpapar zat kimia toksik, terpapar agen nosokomial, ketidakamanan transportasi
Faktor risiko internal cedera: ketidaknormalan profil darah, perubahan orientasi afektif, perubahan sensasi, disfungsi autoimun, disfungsi biokimia, hipoksia jaringan, kegagalan mekanisme pertahanan tubuh, malnutrisi, perubahan fungsi psikomotor, perubahan fungsi kognitif