MerlinDX Artikel I77.2
https://www.askep3s.org/a8baae946d/artikel/I77.2
Artikel Klinis ICD-10: I77.2

Ruptur Arteri (I77.2): Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganan

3 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Definisi Ruptur Arteri
  2. Anatomi dan Patofisiologi
  3. Penyebab Ruptur Arteri
  4. Gejala Ruptur Arteri
  5. Diagnosis Ruptur Arteri
  6. Penanganan Ruptur Arteri
  7. Komplikasi Ruptur Arteri
  8. Pencegahan Ruptur Arteri
  9. Prognosis Ruptur Arteri
  10. Klasifikasi ICD-10 Ruptur Arteri

01 Definisi Ruptur Arteri

Ruptur arteri atau pecah arteri adalah kondisi medis darurat di mana dinding arteri mengalami robekan atau pecah, menyebabkan pendarahan berat yang tidak terkontrol. Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah beroksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Ketika arteri ruptur, darah mengalir deras keluar dari pembuluh darah, yang jika tidak ditangani segera dapat menyebabkan kehilangan darah masif, syok hipovolemik, dan bahkan kematian. Kode ICD-10 untuk ruptur arteri adalah I77.2 yang termasuk dalam kategori penyakit arteri, arteriola, dan kapiler lainnya.

01 Anatomi dan Patofisiologi

Arteri memiliki tiga lapisan dinding: tunika intima (lapisan dalam), tunika media (lapisan tengah yang mengandung otot polos dan serat elastis), dan tunika adventitia (lapisan luar). Ruptur arteri terjadi ketika tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus menyebabkan melemahnya dinding arteri, atau ketika terjadi trauma langsung yang merusak integritas pembuluh darah. Darah yang mengalir dari arteri ruptur bersifat arteri, yaitu berwarna merah cerah karena kaya oksigen, dan mengalir secara pulsatif mengikuti irama jantung. Lokasi ruptur menentukan tingkat keparahan dan prognosis pasien.

01 Penyebab Ruptur Arteri

Ruptur arteri dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang merusak integritas dinding pembuluh darah arteri. Penyebab utama meliputi trauma tumpul atau tajam pada pembuluh darah arteri, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol menyebabkan melemahnya dinding arteri (aterosklerosis), aneurisma yang pecah, kelainan kongenital pembuluh darah, infeksi yang merusak dinding arteri, dan prosedur medis atau bedah yang menyebabkan cedera arteri.

01 Gejala Ruptur Arteri

Gejala ruptur arteri bervariasi tergantung pada lokasi, ukuran ruptur, dan kecepatan kehilangan darah. Secara umum, ruptur arteri ditandai dengan pendarahan yang tidak terkontrol, baik yang terlihat secara eksternal maupun tersembunyi di dalam tubuh. Pasien mungkin mengalami tanda-tanda syok hipovolemik seperti hipotensi, takikardia, pucat, diaphoresis, dan penurunan kesadaran.

01 Diagnosis Ruptur Arteri

Diagnosis ruptur arteri memerlukan pendekatan sistematis yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan investigations pencitraan. Kecepatan dan akurasi diagnosis sangat penting untuk menyelamatkan nyawa pasien. Dokter akan melakukan penilaian cepat terhadap kondisi hemodinamik pasien sambil mengidentifikasi sumber pendarahan.

01 Penanganan Ruptur Arteri

Penanganan ruptur arteri merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan intervensi segera untuk menghentikan pendarahan dan memulihkan aliran darah. Tujuannya adalah menghentikan pendarahan, menggantikan volume darah yang hilang, memperbaiki atau mengganti pembuluh darah yang rusak, dan mencegah komplikasi. Pilihan terapi tergantung pada lokasi ruptur, kondisi pasien, dan sumber daya yang tersedia.

01 Komplikasi Ruptur Arteri

Ruptur arteri dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius yang mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Komplikasi dapat terjadi segera setelah ruptur atau berkembang beberapa jam hingga hari kemudian. Pengenalan dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah morbiditas dan mortalitas.

01 Pencegahan Ruptur Arteri

Pencegahan ruptur arteri berfokus pada pengendalian faktor risiko dan pengenalan dini kondisi yang dapat menyebabkan ruptur. Langkah-langkah pencegahan meliputi pengendalian tekanan darah secara ketat pada pasien hipertensi, skrining dan monitoring aneurisma secara berkala, menghindari faktor risiko aterosklerosis seperti merokok dan diet tinggi lemak, serta menjaga keamanan untuk mencegah cedera traumatis.

01 Prognosis Ruptur Arteri

Prognosis ruptur arteri sangat bervariasi tergantung pada beberapa faktor kunci. Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis meliputi lokasi ruptur, kecepatan dan volume kehilangan darah, kecepatan mendapatkan pertolongan medis, kondisi kesehatan umum pasien sebelum ruptur, dan ada tidaknya cedera organ lain yang menyertai. Ruptur arteri yang ditangani dengan cepat dan tepat memiliki prognosis yang lebih baik dengan angka kelangsungan hidup yang tinggi. Namun, ruptur arteri sentral seperti aorta atau arteri serebral memiliki mortalitas yang tinggi meskipun dengan penanganan optimal.

01 Klasifikasi ICD-10 Ruptur Arteri

Bagikan:

📚 Daftar Pustaka (APA 7)

[1]
Kasper D, et al. Harrison's Principles of Internal Medicine, 20th Edition. McGraw-Hill Education, 2018.
[2]
Longo D, et al. Harrison's Cardiovascular Medicine. McGraw-Hill, 2013.
[3]
WHO. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, 10th Revision (ICD-10). Geneva: WHO, 2016.
[4]
Rutherford RB. Vascular Surgery, 7th Edition. Elsevier Saunders, 2014.
[5]
American Heart Association. Guidelines for the Management of Arterial Hypertension. Hypertension, 2018.

🔗 Konten Terkait: I77.2