https://www.askep3s.org/b26ca914f9/sdki/D.0035
SDKI
Risiko
D.0035
Risiko Ikterik Neonatus
Risiko ikterik neonatus dibuktikan dengan faktor risiko
Luaran (SLKI)
integritas kulit dan jaringan meningkat
Kriteria Hasil
- Berat badan meningkat
- Memberan mukosa kuning menurun
- Kulit kuning menurun
- Sklera kuning menurun
- Prematuritas menurun
Intervensi (SIKI)2
I.10338 Perawatan Bayi
Observasi
- Monitor tanda-tanda vital bayi (terutama suhu 36°C – 37°C)
Terapeutik
- Mandikan bayi dengan suhu ruangan 21 – 24°C
- Mandikan bayi dalam waktu 5 – 10 menit dan 2 kali dalam sehari
- Rawat tali pusat secara terbuka (tali pusat tidak dibungkus apapun)
- Bersihkan pangkal tali pusat dengan lidi kapas yang telah diberi air matang
- Kenakan popok bayi di bawah umbilicus jika tali pusat belum terlepas
- Lakukan pemijatan bayi
- Ganti popok bayi jika basah
- Kenakan pakaian bayi dari bahan katun
Edukasi
- Anjurkan ibu menyusui sesuai kebutuhan bayi
- Ajarkan ibu cara merawat bayi di rumah
- Ajarkan cara pemberian makanan pendamping ASI pada bayi > 6 bulan
I.03132 Perawatan Neonatus
Observasi
- Identifikasi kondisi awal bayi setelah lahir (mis: kecukupan bulan, air ketuban jernih atau bercampur meconium, menangis spontan, tonus otot)
- Monitor tanda vital bayi (terutama suhu)
Terapeutik
- Lakukan inisiasi menyusui dini (IMD) segera setelah bayi lahir
- Berikan vitamin K 1 mg intramuskuler untuk mencegah perdarahan
- Mandikan selama 5 – 10 menit, minimal sekali sehari
- Mandikan dengan air hangat (36 – 37 C)
- Gunakan sabun yang mengandung provitamin B5
- Oleskan baby oil untuk mempertahankan kelembaban kulit
- Rawat tali pusat secara terbuka (tidak dibungkus)
- Bersihkan tali pusat dengan air steril atau air matang
- Kenakan pakaian dari bahan katun
- Selimuti untuk mempertahankan kehangatan dan mencegah hipotermia
- Ganti popok segera setelah basah
Edukasi
- Anjurkan tidak membubuhi apapun pada tali pusat
- Anjurkan ibu menyusui bayi setiap 2 jam
- Anjurkan menyendawakan bayi setelah disusui
- Anjurkan ibu mencuci tangan sebelum menyentuh bayi
Etiologi6
- Penurunan berat badan abnormal ( > 7 – 8% pada bayi baru lahir yang menyusu ASI, > 15% pada bayi cukup bulan)
- Pola makan tidak ditetapkan dengan baik
- Kesulitan transisi ke kehidupan ekstra uterin
- Usia kurang dari 7 hari
- Keterlambatan pengeluaran feses (mekonium)
- Prematuritas (< 37 minggu)