MerlinDX SDKI D.0034
https://www.askep3s.org/b28c6286f6/sdki/D.0034
SDKI Risiko D.0034

Risiko Hipovolemia

Risiko hipovolemia dibuktikan dengan faktor risiko

Luaran (SLKI)

status cairan membaik

Kriteria Hasil

  • Output urin meningkat
  • Membran mukosa lembab meningkat
  • Tekanan darah membaik
  • Frekuensi nadi membaik
  • Turgor kulit membaik

Intervensi (SIKI)2

I.03116 Manajemen hipovolemia

Observasi

  • Periksa tanda dan gejala hipovolemia (mis: frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urin menurun, hematokrit meningkat, haus, lemah)
  • Monitor intake dan output cairan

Terapeutik

  • Hitung kebutuhan cairan
  • Berikan posisi modified Trendelenburg
  • Berikan asupan cairan oral

Edukasi

  • Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
  • Anjurkan menghindari perubahan posisi mendadak

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian cairan IV isotonis (mis: NaCL, RL)
  • Kolaborasi pemberian cairan IV hipotonis (mis: glukosa 2,5%, NaCl 0,4%)
  • Kolaborasi pemberian cairan koloid (albumin, plasmanate)
  • Kolaborasi pemberian produk darah

I.03121 Pemantauan Cairan

Observasi

  • Monitor frekuensi dan kekuatan nadi
  • Monitor frekuensi napas
  • Monitor tekanan darah
  • Monitor berat badan
  • Monitor waktu pengisian kapiler
  • Monitor elastisitas atau turgor kulit
  • Monitor jumlah, warna, dan berat jenis urin
  • Monitor kadar albumin dan protein total
  • Monitor hasil pemeriksaan serum (mis: osmolaritas serum, hematokrit, natrium, kalium, dan BUN)
  • Monitor intake dan output cairan
  • Identifikasi tanda-tanda hypovolemia (mis: frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urin menurun, hematokrit meningkat, hasil, lemah, konsentrasi urin meningkat, berat badan menurun dalam waktu singkat)
  • Identifikasi tanda-tanda hypervolemia (mis: dispnea, edema perifer, edema anasarca, JVP meningkat, CVP meningkat, refleks hepatojugular positif, berat badan menurun dalam waktu singkat)
  • Identifikasi faktor risiko ketidakseimbagnan cairan (mis: prosedur pembedahan mayor, trauma/perdarahan, luka bakar, apheresis, obstruksi intestinal, peradangan pancreas, penyakit ginjal dan kelenjar, disfungsi intestinal)

Terapeutik

  • Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
  • Dokumentasikan hasil pemantauan

Edukasi

  • Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
  • Dokumentasikan hasil pemantauan

Etiologi9

Konten Terkait

Pathway: Clinical Pathway Z57.9: Pajanan Faktor … Artikel: Radiodermatitis Kronis (L58.1): Tanda K…