MerlinDX Artikel K25.5
https://www.askep3s.org/bbd2d1eeac/artikel/K25.5
K25.5: Ulkus Lambung Kronis atau Tidak Spesifik dengan Perforasi
Photo by Sora Shimazaki on Pexels
Artikel Klinis ICD-10: K25.5

K25.5: Ulkus Lambung Kronis atau Tidak Spesifik dengan Perforasi

2 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Pengertian Kode ICD-10 K25.5
  2. Perbedaan Ulkus Lambung dengan Perforasi dan Perdarahan
  3. Penanganan Medis Sebelum Operasi
  4. Tindakan Bedah untuk Perforasi
  5. Terapi Jangka Panjang Setelah Perforasi

01 Pengertian Kode ICD-10 K25.5

Kode ICD-10 K25.5 digunakan secara spesifik untuk mengklasifikasikan ulkus lambung kronis atau tidak spesifik yang mengalami perforasi. Dalam sistem klasifikasi penyakit internasional revisi ke-10, kategori K25 mencakup semua jenis ulkus lambung dengan berbagai komplikasi. Digit keempat dan kelima digunakan untuk membedakan tingkat keparahan dan komplikasi, di mana angka 5 menunjukkan perforasi. Kode ini penting untuk dokumentasi medis, klaim asuransi, dan statistik kesehatan publik di Indonesia maupun secara global.

02 Perbedaan Ulkus Lambung dengan Perforasi dan Perdarahan

ulkus lambung dapat mengalami dua komplikasi utama yang berbeda, yaitu perforasi dan perdarahan. Perforasi terjadi ketika ulkus menembus seluruh dinding lambung sehingga isi lambung masuk ke rongga perut, menyebabkan peritonitis akut. Sebaliknya, perdarahan terjadi ketika ulkus merusak pembuluh darah di submukosa, menyebabkan perdarahan gastrointestinal. Secara klinis, perforasi ditandai dengan nyeri perut akut dan tanda peritonitis, sedangkan perdarahan ditandai dengan hematemesis (muntah darah) atau melena (tinja hitam). Kode ICD-10 membedakan kedua kondisi ini dengan kode yang berbeda, di mana K25.5 untuk perforasi dan K25.4 untuk perdarahan.

03 Penanganan Medis Sebelum Operasi

Sebelum menjalani operasi, pasien dengan ulkus lambung perforasi memerlukan persiapan yang optimal untuk menstabilkan kondisi. Pasien dipuasakan dan dipasang nasogastric tube untuk dekompresi lambung. Resusitasi cairan dengan cairan kristaloid atau koloid dilakukan untuk mengatasi hipovolemia. Terapi antibiotik spektrum luas diberikan untuk mencegah atau mengobati infeksi peritoneum, biasanya kombinasi antibiotik yang mencakup bakteri aerob dan anaerob. Koreksi ketidakseimbangan elektrolit dan fungsi organ vital juga penting dilakukan. Penggunaan inhibitor pompa proton intravena membantu mengurangi sekresi asam lambung.

04 Tindakan Bedah untuk Perforasi

Tujuan utama operasi adalah menutup perforasi, membersihkan kontaminasi peritoneum, dan menangani komplikasi yang ada. Teknik Graham patch atau omentopexy adalah prosedur standar di mana patch omentum dijahitkan pada lokasi perforasi untuk menutup defek. Pada kasus dengan perforasi besar atau jaringan yang rusak berat, reseksi parsial lambung (gastrektomi parsial) mungkin diperlukan. Untuk kasus yang stabil, prosedur laparoskopi dapat dilakukan dengan keuntungan luka operasi lebih kecil dan pemulihan lebih cepat. Pada pasien yang tidak stabil untuk operasi, drainase perkutan dan management konservatif dapat menjadi pilihan.

05 Terapi Jangka Panjang Setelah Perforasi

Setelah penanganan akut, pasien memerlukan terapi jangka panjang untuk mencegah kekambuhan dan menyembuhkan ulkus yang tersisa. Terapi eradikasi H. pylori dengan rejimen standar selama 10-14 hari direkomendasikan untuk semua pasien dengan bukti infeksi. Penggunaan inhibitor pompa proton dosis tinggi dilanjutkan hingga ulkus sembuh, kemudian diturunkan ke dosis pemeliharaan. Pasien harus menghindari OAINS dan jika memang diperlukan, harus dikombinasikan dengan pelindung lambung. Modifikasi gaya hidup termasuk diet sehat, berhenti merokok, dan mengelola stres sangat penting untuk keberhasilan terapi jangka panjang.
Bagikan:

📚 Daftar Pustaka (APA 7)

[1]
. Stomach - Wikipedia
[2]
. Peptic Ulcer Disease ICD-10 Codes: Sites and... - LegalClarity
[3]
. IPUMS NHIS: descr: ULCERSTOMYRC

🔗 Konten Terkait: K25.5