01
Defisiensi kompleks histokompatibilitas utama kelas II (MHC kelas II) adalah suatu defek imunodefisiensi primer yang ditandai dengan ketidakmampuan sel untuk mengekspresikan molekul MHC kelas II pada permukaan sel. Kondisi ini menyebabkan gangguan serius dalam presentasi antigen kepada sel limfosit T CD4+, yang mengakibatkan defisiensi imun humoral dan seluler. MHC kelas II编码 untuk molekul yang berperan dalam presenting antigen yang diproses kepada sel T helper, sehingga defisiensi ini mengganggu respons imun adaptif secara signifikan.
02
Defisiensi MHC kelas II merupakan bentuk imunodefisiensi combined primer yang relatif jarang ditemukan secara global. Namun, kondisi ini dilaporkan lebih sering terjadi di Afrika Utara, termasuk di negara-negara seperti Aljazair, Maroko, dan Tunisia. Studi dari Algeria mendokumentasikan sebelas pasien dengan defisiensi ekspresi MHC kelas II, menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi di populasi Afrika Utara dibandingkan region lain di dunia. Pola pewarisan bersifat autosomal resesif.
03
Ekspresi gen MHC kelas II diatur oleh empat faktor transkripsi utama: CIITA (Class II Transactivator), RFXANK, RFX5, dan RFXAP. Defek atau mutasi pada gen-gen yang mengkode faktor-faktor transkripsi ini menyebabkan ketidakmampuan sel untuk mengekspresikan molekul MHC kelas II. Mutasi autosomal resesif pada gen RFXANK merupakan penyebab paling umum yang dilaporkan. Tanpa molekul MHC kelas II yang fungsional, sel antigen presenting tidak dapat mempresentasikan antigen yang telah diproses kepada sel limfosit T CD4+, sehingga mengganggu aktivasi respons imun adaptif. Hal ini menyebabkan kerentanan tinggi terhadap infeksi oportunistik dan infeksi berat.
04
Pasien dengan defisiensi MHC kelas II biasanya menunjukkan gejala sejak usia dini, sering kali pada masa infancy atau masa kanak-kanak awal. Manifestasi klinis utama meliputi infeksi berulang dan berat yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan patogen oportunistik. Infeksi saluran pernapasan bawah kronis, diare persisten, dan infeksi saluran kemih berulang merupakan temuan yang sering. Pasien juga rentan terhadap infeksi oleh virus papilloma manusia (HPV) dengan manifestasi atipikal. Gangguan pertumbuhan dan kegagalan berkembang juga sering ditemukan. Kompleks histokompatibilitas utama kelas II sangat polimorfik, dan variasi genetik dapat mempengaruhi keparahan manifestasi klinis.
05
Diagnosis defisiensi MHC kelas II didasarkan pada kombinasi evaluasi klinis, pemeriksaan imunologi, dan analisis genetik. Pemeriksaan imunologi meliputi flow cytometry untuk mendeteksi ekspresi molekul MHC kelas II pada permukaan sel darah putih. Pada pasien dengan defisiensi ini, ekspresi molekul HLA-DR, HLA-DP, dan HLA-DQ akan sangat berkurang atau tidak terdeteksi. Analisis genetik melalui sekuensing DNA diperlukan untuk mengidentifikasi mutasi spesifik pada gen CIITA, RFXANK, RFX5, atau RFXAP. Pemeriksaan fungsi imunologi tambahan seperti tingkat imunoglobulin serum dan proliferasi sel T juga penting untuk menilai sejauh mana defisiensi imun.
06
Penatalaksanaan defisiensi MHC kelas II bersifat suportif dan simptomatik. Terapi antibiotik profilaksis dan pengobatan agresif untuk infeksi aktif merupakan komponen utama pengelolaan. Terapi immunoglobulin intravena dapat diberikan untuk menggantikan defisiensi antibodi. Transplantasi sel punca hematopoietik merupakan satu-satunya pilihan kuratif yang tersedia saat ini. Pasien memerlukan pemantauan imunologi dan infeksi secara rutin. Pencegahan infeksi melalui isolasi dan kebersihan yang ketat juga penting, terutama pada pasien yang menjalani prosedur imunosupresif.
07
Prognosis defisiensi MHC kelas II bergantung pada kecepatan diagnosis dan ketersediaan transplantasi sel punca. Tanpa transplantasi sel punca, prognosis umumnya buruk dengan angka harapan hidup yang terbatas. Pasien yang tidak ditangani dengan tepat biasanya tidak bertahan hingga dewasa. Transplantasi sel punca yang berhasil dapat memberikan prognosis jangka panjang yang lebih baik. Komplikasi infeksi kronis dan kegagalan pertumbuhan mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan.
08
1. Djidjik R, Messaoudani N, Tahiat A, et al. Clinical, immunological and genetic features in eleven Algerian patients with major histocompatibility complex class II expression deficiency. Allergy, Asthma & Clinical Immunology. 2012;8:14.
2. Academia.edu. Oral HPV infection and MHC class II deficiency: A study of two cases with atypical outcome.
3. Wikipedia. Major histocompatibility complex. https://en.wikipedia.org/wiki/Major_histocompatibility_complex.
4. PubMed. Major histocompatibility complex class IIA and IIB genes of Nile tilapia. PMID: 23261509.
2. Academia.edu. Oral HPV infection and MHC class II deficiency: A study of two cases with atypical outcome.
3. Wikipedia. Major histocompatibility complex. https://en.wikipedia.org/wiki/Major_histocompatibility_complex.
4. PubMed. Major histocompatibility complex class IIA and IIB genes of Nile tilapia. PMID: 23261509.