MerlinDX SDKI D.0121
https://www.askep3s.org/c44ba05bd5/sdki/D.0121
SDKI Aktual D.0121

Isolasi Sosial

Isolasi sosial berhubungan dengan etiologi dibuktikan dengan

Tanda & Gejala

Subjektif (DS)

  • Merasa ingin sendirian
  • Merasa tidak aman di tempat umum

Objektif (DO)

  • Menarik diri
  • Tidak berminat/menolak berinteraksi dengan orang lain atau lingkungan

Luaran (SLKI)

Keterlibatan sosial meningkat

Kriteria Hasil

  • Minat interaksi meningkat
  • Verbalisasi isolasi menurun
  • Verbalisasi ketidakamanan di tempat umum menurun
  • Perilaku menarik diri menurun

Intervensi (SIKI)2

I.13498 Promosi Sosialisasi

Observasi

  • Identifikasi kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain
  • Identifikasi hambatan melakukan interaksi dengan orang lain

Terapeutik

  • Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan
  • Motivasi kesabaran dalam mengembangkan suatu hubungan
  • Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok
  • Motivasi berinteraksi di luar lingkungan (mis: jalan-jalan, ke toko buku)
  • Diskusikan kekuatan dan keterbatasan dalam berkomunikasi dengan orang lain
  • Diskusikan perencanaan kegiatan di masa depan
  • Berikan umpan balik positif dalam perawatan diri
  • Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

Edukasi

  • Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap
  • Anjurkan ikut serta kegiatan sosial dan kemasyarakatan
  • Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain
  • Anjurkan meningkatkan kejujuran diri dan menghormati hak orang lain
  • Anjurkan penggunaan alat bantu (mis: kacamata dan alat bantu dengar)
  • Anjurkan membuat perencanaan kelompok kecil untuk kegiatan khusus
  • Latih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi
  • Latih mengekspresikan marah dengan tepat

I.01026 Terapi Aktivitas

Observasi

  • Identifikasi defisit tingkat aktivitas
  • Identifikasi kemampuan berpartisipasi dalam aktivitas tertentu
  • Identifikasi sumber daya untuk aktivitas yang diinginkan
  • Identifikasi strategi meningkatkan partisipasi dalam aktivitas
  • Identifikasi makna aktivitas rutin (mis: bekerja) dan waktu luang
  • Monitor respons emosional, fisik, sosial, dan spiritual terhadap aktivitas

Terapeutik

  • Fasilitasi fokus pada kemampuan, bukan defisit yang dialami
  • Sepakati komitmen untuk meningkatkan frekuensi dan rentang aktivitas
  • Fasilitasi memilih aktivitas dan tetapkan tujuan aktivitas yang konsisten sesuai kemampuan fisik, psikologis, dan sosial
  • Koordinasikan pemilihan aktivitas sesuai usia
  • Fasilitasi makna aktivitas yang dipilih
  • Fasilitasi transportasi untuk menghadiri aktivitas, jika sesuai
  • Fasilitasi pasien dan keluarga dalam menyesuaikan lingkungan untuk mengakomodasi aktivitas yang dipilih
  • Fasilitasi aktivitas rutin (mis: ambulasi, mobilisasi, dan perawatan diri), sesuai kebutuhan
  • Fasilitasi aktivitas pengganti saat mengalami keterbatasan waktu, energi, atau gerak
  • Fasilitasi aktivitas motorik kasar untuk pasien hiperaktif
  • Tingkatkan aktivitas fisik untuk memelihara berat badan, jika sesuai
  • Fasilitasi aktivitas motorik untuk merelaksasi otot
  • Fasilitasi aktivitas aktivitas dengan komponen memori implisit dan emosional (mis: kegiatan keagamaan khusus) untuk pasien demensia, jika sesuai
  • Libatkan dalam permainan kelompok yang tidak kompetitif, terstruktur, dan aktif
  • Tingkatkan keterlibatan dalam aktivitas rekreasi dan diversifikasi untuk menurunkan kecemasan (mis: vocal group, bola voli, tenis meja, jogging, berenang, tugas sederhana, permainan sederhana, tugas rutin, tugas rumah tangga, perawatan diri, dan teka-teki dan kartu)
  • Libatkan keluarga dalam aktivitas, jika perlu
  • Fasilitasi mengembangkan motivasi dan penguatan diri
  • Fasilitasi pasien dan keluarga memantau kemajuannya sendiri untuk mencapai tujuan
  • Jadwalkan aktivitas dalam rutinitas sehari-hari
  • Berikan penguatan positif atas partisipasi dalam aktivitas

Edukasi

  • Jelaskan metode aktivitas fisik sehari-hari, jika perlu
  • Ajarkan cara melakukan aktivitas yang dipilih
  • Anjurkan melakukan aktivitas fisik, sosial, spiritual, dan kognitif dalam menjaga fungsi dan kesehatan
  • Anjurkan terlibat dalam aktivitas kelompok atau terapi, jika sesuai
  • Anjurkan keluarga untuk memberi penguatan positif atas partisipasi dalam aktivitas

Kolaborasi

  • Kolaborasi dengan terapis okupasi dalam merencanakan dan memonitor program aktivitas, jika sesuai
  • Rujuk pada pusat atau program aktivitas komunitas, jika perlu

Etiologi8

Konten Terkait

Pathway: Clinical Pathway N06.4 & SDKI: Glomerul… Pathway: Clinical Pathway N06.8 (Proteinuria Ter… Artikel: Gangguan Kepribadian Antisosial: Memaha…