MerlinDX Artikel O23.4
https://www.askep3s.org/cc3f0e8e7e/artikel/O23.4
Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Kehamilan: Panduan Lengkap O23.4
Photo by Afterave Essentials on Pexels
Artikel Klinis ICD-10: O23.4

Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Kehamilan: Panduan Lengkap O23.4

9 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Pengertian
  2. Gejala
  3. Penyebab
  4. Diagnosis
  5. Pengobatan
  6. Pencegahan
  7. ISK pada Trimester Pertama
  8. ISK pada Trimester Kedua
  9. ISK pada Trimester Ketiga
  10. Komplikasi
  11. Kapan Harus ke Dokter
  12. FAQ

01 Pengertian

Infeksi saluran kemih (ISK) atau urinary tract infection (UTI) pada kehamilan adalah infeksi yang mempengaruhi bagian dari saluran kemih, termasuk kandung kemih, uretra, dan ginjal. Dalam klasifikasi ICD-10, kondisi ini dikodekan sebagai O23.4 yang merujuk pada infeksi saluran kemih yang tidak spesifik pada kehamilan. ISK merupakan salah satu komplikasi medis yang paling umum terjadi selama kehamilan dan dapat mempengaruhi hingga 10% wanita hamil. Perubahan anatomis dan fisiologis pada tubuh wanita selama kehamilan membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih. Kode ICD-10 O23.4 digunakan untuk mengklasifikasikan kasus ISK pada kehamilan yang tidak termasuk dalam kategori spesifik lainnya, seperti infeksi ginjal (pielonefritis) atau sistitis sederhana yang sudah dikategorikan secara terpisah.

02 Gejala

Gejala infeksi saluran kemih pada kehamilan dapat bervariasi tergantung pada bagian saluran kemih yang terinfeksi. Pada infeksi saluran kemih bagian bawah (sistitis), gejala yang muncul meliputi nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil (disuria), kebutuhan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya, dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil, urine yang keruh, dan nyeri di perut bagian bawah. Pada kasus infeksi saluran kemih bagian atas yang melibatkan ginjal (pielonefritis), gejala yang lebih serius dapat muncul seperti demam tinggi, menggigil, nyeri pinggang, mual dan muntah, serta kelelahan yang berlebihan. Beberapa wanita hamil mungkin juga mengalami hematuria atau adanya darah dalam urine, serta urine yang berbau tidak sedap. Penting untuk dicatat bahwa beberapa wanita dengan ISK selama kehamilan mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali, yang dikenal sebagai bakteriuria asimtomatik, sehingga skrining rutin selama kehamilan sangat dianjurkan.

03 Penyebab

Infeksi saluran kemih pada kehamilan disebabkan oleh mikroorganisme, terutama bakteri yang masuk ke saluran kemih. Escherichia coli (E. coli) adalah penyebab paling umum ISK, bertanggung jawab atas sekitar 80-85% kasus. Bakteri lain yang dapat menyebabkan ISK termasuk Klebsiella, Proteus, Enterococcus, dan Staphylococcus saprophyticus. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan wanita hamil mengalami ISK meliputi perubahan hormonal selama kehamilan yang mempengaruhi otot-otot saluran kemih, tekanan uterus yang membesar pada kandung kemih yang menyebabkan pengosongan urine tidak sempurna, perubahan komposisi urine selama kehamilan yang lebih bersifat alkalin dan mengandung lebih banyak glukosa, serta aktivitas seksual yang dapat memfasilitasi masuknya bakteri ke uretra. Faktor risiko tambahan termasuk riwayat ISK sebelumnya, diabetes gestasional, kehamilan ganda, dan jarak antar kehamilan yang pendek.

04 Diagnosis

Diagnosis infeksi saluran kemih pada kehamilan melibatkan beberapa langkah untuk memastikan adanya infeksi dan menilai keparahannya. Pemeriksaan utama yang dilakukan adalah urinalisis atau analisis urine yang meliputi pemeriksaan mikroskopis untuk mendeteksi adanya sel darah putih (leukosit), bakteri, dan sel darah merah. Kultur urine juga merupakan gold standard dalam diagnosis ISK karena dapat mengidentifikasi jenis bakteri spesifik dan menentukan sensitivitas antibiotik. Tes strip urine dapat mendeteksi adanya nitrit (dihasilkan oleh bakteri tertentu) dan leukosit esterase (indikator adanya sel darah putih). Pada kasus yang dicurigai melibatkan ginjal atau menunjukkan gejala yang lebih serius, pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal, dan imaging seperti ultrasound ginjal dapat direkomendasikan. Skrining bakteriuria asimtomatik secara rutin direkomendasikan pada kunjungan prenatal pertama untuk semua wanita hamil sesuai pedoman praktik klinis.

05 Pengobatan

Pengobatan infeksi saluran kemih pada kehamilan memerlukan pendekatan yang hati-hati karena mempertimbangkan keamanan ibu dan janin. Terapi antibiotik adalah lini pertama pengobatan ISK pada kehamilan, namun tidak semua antibiotik aman digunakan selama kehamilan. Antibiotik yang umum direkomendasikan meliputi fosfomisin (单 dosis), nitrofurantoin (dapat digunakan pada trimester kedua dan ketiga, dihindari pada trimester pertama dan near term), dan sefalosporin. Durasi pengobatan biasanya 3-7 hari tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Penting untuk menyelesaikan seluruh kursus antibiotik sesuai resep meskipun gejala sudah membaik. Untuk pielonefritis atau infeksi yang lebih serius, rawat inap dan pemberian antibiotik intravena mungkin diperlukan. Pengobatan bakteriuria asimtomatik juga direkomendasikan selama kehamilan untuk mencegah perkembangan menjadi ISK simptomatik atau pielonefritis. Pasien disarankan untuk meningkatkan asupan cairan dan menghindari kafein dan iritan kandung kemih lainnya selama masa penyembuhan.

06 Pencegahan

Pencegahan infeksi saluran kemih pada kehamilan sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi. Langkah-langkah pencegahan yang efektif meliputi peningkatan asupan cairan, minimal 8-10 gelas air per hari, untuk membantu membuang bakteri dari saluran kemih. Praktik kebersihan yang benar seperti menyeka dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar sangat penting untuk mencegah kontaminasi bakteri. Wanita hamil disarankan untuk buang air kecil secara teratur dan tidak menahan keinginan untuk berkemih, termasuk sebelum dan sesudah aktivitas seksual. Menghindari penggunaan produk kebersihan yang mengandung pewangi di area genital, mengenakan pakaian dalam berbahan katun yang longgar, dan menghindari celana ketat dapat membantu menjaga kesehatan saluran kemih. Mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil dan menghindari penggunaan diafragma atau spermisida yang dapat mengubah flora vagina juga merupakan langkah pencegahan yang bermanfaat. Konsumsi jus cranberry atau suplemen cranberry secara ilmiah masih kontroversial tetapi beberapa studi menunjukkan manfaat potensial dalam pencegahan ISK.

07 ISK pada Trimester Pertama

Infeksi saluran kemih yang terjadi pada trimester pertama kehamilan memerlukan perhatian khusus karena periode organogenesis sedang berlangsung. Pada trimester pertama, risiko ISK meningkat akibat perubahan hormonal, khususnya peningkatan kadar progesteron yang menyebabkan relaksasi otot polos saluran kemih dan memperlambat aliran urine. Gejala ISK pada trimester pertama umumnya serupa dengan gejala pada wanita tidak hamil, namun wanita hamil mungkin lebih mungkin mengalami gejala sistemik seperti kelelahan dan mual yang dapat mengaburkan diagnosis. Pilihan antibiotik pada trimester pertama harus sangat hati-hati karena beberapa obat seperti fluorokuinolon dan tetrasiklin dikontraindikasikan. Nitrofurantoin harus dihindari pada akhir trimester pertama karena potensi risiko pada janin. Terapi empiris dengan antibiotik yang aman seperti amoksisilin atau sefalosporin sering direkomendasikan sambil menunggu hasil kultur urine. Skrining bakteriuria asimtomatik pada kunjungan prenatal pertama sangat penting untuk mendeteksi dan mengobati ISK sejak dini.

08 ISK pada Trimester Kedua

Trimester kedua kehamilan umumnya dianggap sebagai periode yang lebih aman untuk pengobatan ISK karena organogenesis sudah lengkap dan risiko cacat lahir berkurang secara signifikan. Pada trimester kedua, uterus yang membesar mulai memberikan tekanan lebih besar pada kandung kemih dan ureter, yang dapat menyebabkan stasis urine dan meningkatkan risiko ISK. Gejala ISK pada trimester ini biasanya lebih jelas dan dapat dibedakan dari ketidaknyamanan umum kehamilan. Pilihan antibiotik lebih luas pada trimester kedua, termasuk nitrofurantoin yang sekarang dianggap aman untuk digunakan. Wanita hamil pada trimester ini harus lebih waspada terhadap gejala ISK karena perubahan fisiologis semakin nyata. Pielonefritis yang terjadi pada trimester kedua memerlukan penanganan segera karena dapat menyebabkan persalinan prematur dan komplikasi lainnya. Pemantauan rutin melalui pemeriksaan urine pada setiap kunjungan prenatal menjadi sangat penting pada periode ini.

09 ISK pada Trimester Ketiga

Trimester ketiga kehamilan merupakan periode dengan risiko tertinggi untuk infeksi saluran kemih karena perubahan anatomis dan fisiologis mencapai puncaknya. Uterus yang sangat besar memberikan tekanan maksimal pada kandung kemih dan ureter, menyebabkan pengosongan yang tidak sempurna dan stasis urine yang signifikan. Gejala ISK pada trimester ketiga dapat mirip dengan gejala persalinan prematur, sehingga evaluasi yang cermat diperlukan untuk membedakan keduanya. Risiko pielonefritis meningkat secara substansial pada trimester ketiga dan dikaitkan dengan risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan preeklamsia. Pengobatan ISK pada trimester ketiga memerlukan perhatian khusus terhadap waktu persalinan, karena beberapa antibiotik seperti sulfonamida harus dihindari near term karena risiko ikterus pada neonatus. Nitrofurantoin juga harus dihentikan 2-4 minggu sebelum persalinan yang diharapkan. Wanita hamil pada trimester ketiga dengan ISK memerlukan pemantauan yang lebih ketat dan mungkin memerlukan evaluasi kardiotokografi untuk menilai kesejahteraan janin.

10 Komplikasi

Infeksi saluran kemih yang tidak diobati pada kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius baik untuk ibu maupun janin. Komplikasi maternal meliputi pielonefritis akut yang dapat berkembang dari ISK sederhana, sepsis atau infeksi sistemik, anemia, dan dalam kasus yang jarang terjadi, gagal ginjal akut atau kronis. ISK juga dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklamsia dan diabetes gestasional berdasarkan beberapa penelitian. Komplikasi terhadap janin termasuk persalinan prematur yang merupakan salah satu komplikasi paling serius, berat badan lahir rendah, dan dalam kasus pielonefritis berat, kematian perinatal. Bakteriuria asimtomatik yang tidak diobati memiliki risiko 20-40% untuk berkembang menjadi pielonefritis, sehingga skrining dan pengobatan sangat penting. Wanita dengan riwayat ISK berulang selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi untuk komplikasi dan memerlukan pemantauan yang lebih intensif.

11 Kapan Harus ke Dokter

Wanita hamil harus segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan jika mengalami gejala yang mencurigakan terkait infeksi saluran kemih. Tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis segera meliputi demam tinggi di atas 38°C, menggigil dan keringat dingin, nyeri hebat di perut bagian bawah atau pinggang, mual dan muntah yang tidak dapat dijelaskan, urine yang berwarna merah atau pink (hematuria), sensasi terbakar hebat saat buang air kecil, peningkatan frekuensi buang air kecil yang signifikan, atau perasaan tidak sepenuhnya mengosongkan kandung kemih. Konsultasi juga diperlukan jika gejala ISK tidak membaik setelah 24-48 jam pengobatan antibiotik, atau jika muncul gejala baru selama pengobatan. Wanita hamil dengan diabetes atau gangguan imun harus lebih waspada dan mencari pertolongan medis lebih awal. Pemeriksaan prenatal rutin sangat penting untuk mendeteksi bakteriuria asimtomatik yang mungkin tidak menunjukkan gejala tetapi tetap memerlukan pengobatan.

12 FAQ

Apakah ISK normal terjadi selama kehamilan? Ya, infeksi saluran kemih relatif umum terjadi selama kehamilan karena perubahan hormonal dan anatomis yang membuat wanita hamil lebih rentan. Diperkirakan 5-10% wanita hamil mengalami ISK simptomatik, dan persentase yang lebih tinggi mungkin mengalami bakteriuria asimtomatik.

Apakah ISK berbahaya bagi janin? ISK yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk persalinan prematur dan berat badan lahir rendah. Namun, dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, prognosis untuk ibu dan janin umumnya baik.

Apakah aman minum antibiotik untuk ISK selama kehamilan? Ya, banyak antibiotik yang aman digunakan selama kehamilan untuk mengobati ISK. Dokter akan memilih antibiotik yang paling aman dan efektif untuk usia kehamilan tertentu.

Bagaimana cara mencegah ISK selama kehamilan? Langkah pencegahan meliputi minum banyak cairan, menjaga kebersihan area genital, tidak menahan buang air kecil, buang air kecil sebelum dan sesudah hubungan seksual, dan mengenakan pakaian dalam berbahan katun.

Apakah jus cranberry efektif untuk mencegah ISK? Beberapa studi menunjukkan bahwa jus cranberry atau suplemennya dapat membantu mencegah ISK, meskipun bukti ilmiah masih bervariasi. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen selama kehamilan.

Berapa lama ISK sembuh dengan pengobatan? Dengan antibiotik yang tepat, gejala ISK biasanya membaik dalam 1-3 hari. Namun, penting untuk menyelesaikan seluruh kursus antibiotik sesuai resep untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh, biasanya dalam 7-14 hari.
Bagikan:

📚 Daftar Pustaka (APA 7)

[1]
. Urinary tract infection (UTI) - Symptoms and causes - Mayo Clinic
[2]
. Urinary tract infections (UTIs) - NHS
[3]
. Urinary tract infection - Wikipedia

🔗 Konten Terkait: O23.4