https://www.askep3s.org/cfbd4f3149/sdki/D.0076
SDKI
Aktual
D.0076
Nausea
Nausea berhubungan dengan Etiologi dibuktikan dengan DS dan DO.
Tanda & Gejala
Subjektif (DS)
- Mengeluh mual
- Merasa ingin muntah
- Tidak berminat makan
Luaran (SLKI)
Tingkat Nausea Menurun
Kriteria Hasil
- Perasaan ingin muntah menurun
Intervensi (SIKI)2
I.03117 Manajemen Mual
Observasi
- Identifikasi pengalaman mual
- Identifikasi isyarat nonverbal ketidaknyamanan (mis: bayi, anak-anak, dan mereka yang tidak dapat berkomunikasi secara efektif)
- Identifikasi dampak mual terhadap kualitas hidup (mis: nafsu makan, aktivitas, kinerja, tanggung jawab peran, dan tidur)
- Identifikasi faktor penyebab mual (mis: pengobatan dan prosedur)
- Identifikasi antiemetik untuk mencegah mual (kecuali mual pada kehamilan)
- Monitor mual (mis: frekuensi, durasi, dan tingkat keparahan)
Terapeutik
- Kendalikan faktor lingkungan penyebab mual (mis: bau tidak sedap, suara, dan rangsangan visual yang tidak menyenangkan)
- Kurangi atau hilangkan keadaan penyebab mual (mis: kecemasan, ketakutan, kelelahan)
- Berikan makanan dalam jumlah kecil dan menarik
- Berikan makanan dingin, cairan bening, tidak berbau, dan tidak berwarna, jika perlu
Edukasi
- Anjurkan istirahat dan tidur yang cukup
- Anjurkan sering membersihkan mulut, kecuali jika merangsang mual
- Anjurkan makanan tinggi karbohidrat, dan rendah lemak
- Ajarkan penggunaan teknik non farmakologis untuk mengatasi mual (mis: biofeedback, hipnosis, relaksasi, terapi musik, akupresur)
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian obat antiemetik, jika perlu
I.03118 Manajemen Muntah
Observasi
- Identifikasi pengalaman muntah
- Identifikasi isyarat nonverbal ketidaknyamanan (mis: bayi, anak-anak, dan mereka yang tidak dapat berkomunikasi secara efektif)
- Identifikasi dampak muntah terhadap kualitas hidup (mis: nafsu makan, aktivitas, kinerja, tanggung jawab peran, dan tidur)
- Identifikasi faktor penyebab muntah (mis: pengobatan dan prosedur)
- Identifikasi antiemetik untuk mencegah muntah (kecuali muntah pada kehamilan)
- Monitor muntah (mis: frekuensi, durasi, dan tingkat keparahan)
Terapeutik
- Kontrol lingkungan penyebab muntah (mis: bau tidak sedap, suara, dan stimulasi visual yang tidak menyenangkan)
- Kurangi atau hilangkan keadaan penyebab muntah (mis: kecemasan, ketakutan)
- Atur posisi untuk mencegah aspirasi
- Pertahankan kepatenan jalan napas
- Bersihkan mulut dan hidung
- Berikan dukungan fisik saat muntah (mis: membantu membungkuk atau menundukkan kepala)
- Berikan kenyamanan selama muntah (mis: kompres dingin di dahi, atau sediakan pakaian kering dan bersih)
- Berikan cairan yang tidak mengandung karbonasi minimal 30 menit setelah muntah
Edukasi
- Anjurkan membawa kantong plastik untuk menampung muntah
- Anjurkan memperbanyak istirahat
- Ajarkan penggunaan teknik non farmakologis untuk mengelola muntah (mis: biofeedback, hipnosis, relaksasi, terapi musik, akupresur)
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian obat antiemetik, jika perlu
Etiologi18
- Gangguan biokimiawi (mis: uremia, ketoasidosis diabetic)
- Gangguan pada esofagus
- Distensi lambung
- Iritasi lambung
- Gangguan pankreas
- Peregangan kapsul limpa
- Tumor terlokalisasi (mis: neuroma akustik, tumor otak primer atau sekunder, metastasis tulang di dasar tengkorak)
- Peningkatan tekanan intraabdominal (mis: keganasan intraabdomen)
- Peningkatan tekanan intrakranial
- Peningkatan tekanan intraorbital (mis: glaukoma)
- Mabuk perjalanan
- Kehamilan
- Aroma tidak sedap
- Rasa makanan/minuman yang tidak enak
- Stimulus penglihatan tidak menyenangkan
- Faktor psikologis (mis: kecemasan, ketakutan, stres)
- Efek agen farmakologis
- Efek toksin