https://www.askep3s.org/cfc67b26ef/sdki/D.0149
SDKI
Aktual
D.0149
Termoregulasi Tidak Efektif
Termoregulasi tidak efektif berhubungan dengan etiologi dibuktikan dengan tanda dan gejala.
Tanda & Gejala
Objektif (DO)
- Kulit dingin/hangat
- Menggigil
- Suhu tubuh fluktuatif
Luaran (SLKI)
Termoregulasi
Kriteria Hasil
- Menggigil menurun
- Suhu tubuh membaik
- Suhu kulit membaik
Intervensi (SIKI)1
I.14578 Regulasi Temperatur
Observasi
- Monitor suhu tubuh bayi sampai stabil (36,5 – 37,5°C)
- Monitor suhu tubuh anak tiap 2 jam, jika perlu
- Monitor tekanan darah, frekuensi pernapasan dan nadi
- Monitor warna dan suhu kulit
- Monitor dan catat tanda dan gejala hipotermia atau hipertermia
Terapeutik
- Pasang alat pemantau suhu kontinu, jika perlu
- Tingkatkan asupan cairan dan nutrisi yang adekuat
- Bedong bayi segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas
- Masukkan bayi BBLR ke dalam plastik segera setelah lahir (mis: bahan polyethylene, polyurethane)
- Gunakan topi bayi untuk mencegah kehilangan panas pada bayi baru lahir
- Tempatkan bayi baru lahir di bawah radiant warmer
- Pertahankan kelembaban incubator 50% atau lebih untuk mengurangi kehilangan panas karena proses evaporasi
- Atur suhu incubator sesuai kebutuhan
- Hangatkan terlebih dahulu bahan-bahan yang akan kontak dengan bayi (mis: selimut, kain bedongan, stetoskop)
- Hindari meletakkan bayi di dekat jendela terbuka atau di area aliran pendingin ruangan atau kipas angin
- Gunakan matras penghangat, selimut hangat, dan penghangat ruangan untuk menaikkan suhu tubuh, jika perlu
- Gunakan kasur pendingin, water circulating blankets, ice pack, atau gel pad dan intravascular cooling catheterization untuk menurunkan suhu tubuh
- Sesuaikan suhu lingkungan dengan kebutuhan pasien
Edukasi
- Jelaskan cara pencegahan heat exhaustion dan heat stroke
- Jelaskan cara pencegahan hipotermi karena terpapar udara dingin
- Demonstrasikan Teknik perawatan metode kanguru (PMK) untuk bayi BBLR
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian antipiretik, jika perlu
Etiologi12
- Stimulasi pusat termoregulasi hipotalamus
- Fluktuasi suhu lingkungan
- Proses penyakit (mis: infeksi)
- Proses penuaan
- Dehidrasi
- Ketidaksesuaian pakaian untuk suhu lingkungan
- Peningkatan kebutuhan oksigen
- Perubahan laju metabolisme
- Suhu lingkungan ekstrem
- Ketidakadekuatan suplai lemak subkutan
- Berat badan ekstrem
- Efek agen farmakologis (mis: sedasi)