MerlinDX SDKI D.0022
https://www.askep3s.org/d4811997bf/sdki/D.0022
SDKI Aktual D.0022

Hipervolemia

Hipervolemia berhubungan dengan etiologi dibuktikan dengan tanda dan gejala

Tanda & Gejala

Subjektif (DS)

  • Ortopnea
  • Dispnea
  • Paroxysmal nocturnal dyspnea (PND)

Objektif (DO)

  • Edema anasarca dan/atau edema perifer
  • Berat badan meningkat dalam waktu singkat
  • Jugular venous pressure (JVP) dan/atau central venous pressure (CVP) meningkat
  • Refleks hepatojugular positif

Luaran (SLKI)

status cairan membaik

Kriteria Hasil

  • Ortopnea menurun
  • Edema perifer menurun
  • JVP meningkat membaik

Intervensi (SIKI)2

I.03114 Manajemen Hipervolemia

Observasi

  • Periksa tanda dan gejala hypervolemia (mis: ortopnea, dispnea, edema, JVP/CVP meningkat, refleks hepatojugular positif, suara napas tambahan)
  • Identifikasi penyebab hypervolemia
  • Monitor status hemodinamik (mis: frekuensi jantung, tekanan darah, MAP, CVP, PAP, PCWP, CO, CI) jika tersedia
  • Monitor intake dan output cairan
  • Monitor tanda hemokonsentrasi (mis: kadar natrium, BUN, hematokrit, berat jenis urine)
  • Monitor tanda peningkatan tekanan onkotik plasma (mis: kadar protein dan albumin meningkat)
  • Monitor kecepatan infus secara ketat
  • Monitor efek samping diuretic (mis: hipotensi ortostatik, hypovolemia, hipokalemia, hiponatremia)

Terapeutik

  • Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama
  • Batasi asupan cairan dan garam
  • Tinggikan kepala tempat tidur 30 – 40 derajat

Edukasi

  • Anjurkan melapor jika haluaran urin < 0,5 mL/kg/jam dalam 6 jam
  • Anjurkan melapor jika BB bertambah > 1 kg dalam sehari
  • Ajarkan cara membatasi cairan

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian diuretic
  • Kolaborasi penggantian kehilangan kalium akibat diuretic
  • Kolaborasi pemberian continuous renal replacement therapy (CRRT) jika perlu

I.03101 Pemantauan Cairan

Observasi

  • Monitor frekuensi dan kekuatan nadi
  • Monitor frekuensi napas
  • Monitor tekanan darah
  • Monitor berat badan
  • Monitor waktu pengisian kapiler
  • Monitor elastisitas atau turgor kulit
  • Monitor jumlah, warna, dan berat jenis urin
  • Monitor kadar albumin dan protein total
  • Monitor hasil pemeriksaan serum (mis: osmolaritas serum, hematokrit, natrium, kalium, dan BUN)
  • Monitor intake dan output cairan
  • Identifikasi tanda-tanda hypovolemia (mis: frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urin menurun, hematokrit meningkat, hasil, lemah, konsentrasi urin meningkat, berat badan menurun dalam waktu singkat)
  • Identifikasi tanda-tanda hypervolemia (mis: dispnea, edema perifer, edema anasarca, JVP meningkat, CVP meningkat, refleks hepatojugular positif, berat badan menurun dalam waktu singkat)
  • Identifikasi faktor risiko ketidakseimbagnan cairan (mis: prosedur pembedahan mayor, trauma/perdarahan, luka bakar, apheresis, obstruksi intestinal, peradangan pancreas, penyakit ginjal dan kelenjar, disfungsi intestinal)

Terapeutik

  • Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
  • Dokumentasikan hasil pemantauan

Edukasi

  • Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
  • Dokumentasikan hasil pemantauan

Etiologi5

Konten Terkait