Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan etiologi dibuktikan dengan
Tanda & Gejala
Subjektif (DS)
Tidak ada
Objektif (DO)
Tidak mampu berbicara atau mendengar
Menunjukkan respon tidak sesuai
Luaran (SLKI)
Komunikasi verbal meningkat
Kriteria Hasil
Kemampuan berbicara meningkat
Kemampuan mendengar meningkat
Kesesuaian ekspresi wajah/tubuh meningkat
Intervensi (SIKI)3
I.13492 Promosi Komunikasi: Defisit Bicara
Observasi
Monitor kecepatan, tekanan, kuantitas, volume, dan diksi bicara
Monitor progress kognitif, anatomis, dan fisiologis yang berkaitan dengan bicara (mis: memori, pendengaran, dan Bahasa)
Monitor frustasi, marah, depresi, atau hal lain yang mengganggu bicara
Identifikasi perilaku emosional dan fisik sebagai bentuk komunikasi
Terapeutik
Gunakan metode komunikasi alternatif (mis: menulis, mata berkedip, papan komunikasi dengan gambar dan huruf, isyarat tangan, dan komputer)
Sesuaikan gaya komunikasi dengan kebutuhan (mis: berdiri di depan pasien, dengarkan dengan seksama, tunjukkan satu gagasan atau pemikiran sekaligus, bicaralah dengan perlahan sambil menghindari teriakan, gunakan komunikasi tertulis, atau meminta bantuan keluarga untuk memahami ucapan pasien)
Modifikasi lingkungan untuk meminimalkan bantuan
Ulangi apa yang disampaikan pasien
Berikan dukungan psikologis
Gunakan juru bicara, jika perlu
Edukasi
Anjurkan berbicara perlahan
Ajarkan pasien dan keluarga proses kognitif, anatomis, dan fisiologis yang berhubungan dengan kemampuan bicara
Kolaborasi
Rujuk ke ahli patologi bicara atau terapis
I.13493 Promosi Komunikasi: Defisit Pendengaran
Observasi
Periksa kemampuan pendengaran
Monitor akumulasi serumen berlebihan
Identifikasi metode komunikasi yang disukai pasien (mis: lisan, tulisan, Gerakan bibir, Bahasa isyarat)
Terapeutik
Gunakan Bahasa sederhana
Gunakan Bahasa Isyarat, jika perlu
Verifikasi apa yang dikatakan atau ditulis pasien
Fasilitasi penggunaan alat bantu dengar
Berhadapan dengan pasien secara langsung selama berkomunikasi
Pertahankan kontak mata selama berkomunikasi
Hindari merokok, mengunyah makanan atau permen karet, dan menutup mulut saat berbicara
Hindari kebisingan saat berkomunikasi
Hindari berkomunikasi lebih dari 1 meter dari pasien
Lakukan irigasi telinga, jika perlu
Pertahankan kebersihan telinga
Edukasi
Anjurkan menyampaikan pesan dengan isyarat
Ajarkan cara membersihkan serumen dengan tepat
I.13494 Promosi Komunikasi: Defisit Visual
Observasi
Periksa kemampuan penglihatan
Monitor dampak gangguan penglihatan (mis: risiko cidera, depresi, kegelisahan, kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari)
Terapeutik
Fasilitasi peningkatan stimulasi indra lainnya (mis: aroma, rasa, tekstur makanan)
Pastikan kacamata atau lensa kontak berfungsi dengan baik
Sediakan pencahayaan cukup
Berikan bacaan dengan huruf besar
Hindari penataan letak lingkungan tanpa memberitahu
Sediakan alat bantu (mis: jam, telepon)
Fasilitasi membaca surat, surat kabar, atau media informasi lainnya
Gunakan warna terang dan kontras di lingkungan
Sediakan kaca pembesar, jika perlu
Edukasi
Jelaskan lingkungan pada pasien
Ajarkan keluarga cara membantu pasien berkomunikasi