MerlinDX Artikel F31.3
https://www.askep3s.org/e63e0a9646/artikel/F31.3
Artikel Klinis ICD-10: F31.3

F31.3: Gangguan Afektif Bifasik, Episode Saat Ini Depresi Ringan atau Sedang

5 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Pengertian
  2. Gejala
  3. Penyebab
  4. Diagnosis
  5. Pengobatan
  6. Pencegahan
  7. Perbedaan dengan Kondisi Serupa

01 Pengertian

Gangguan Afektif Bifasik dengan kode ICD-10 F31.3 adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan episode depresi ringan atau sedang pada individu yang memiliki riwayat gangguan afektif bifasik. Gangguan ini sebelumnya dikenal dengan istilah penyakit manik-depresif atau maniodepresi. Penderita mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, mulai dari perasaan sangat bahagia dan penuh energi (episode manik atau hipomanik) hingga perasaan sedih, putus asa, dan tidak berdaya (episode depresi). Pada kode F31.3, episode depresi yang dialami berada pada tingkat ringan hingga sedang, yang berarti gejala-gejala yang muncul tidak seberat episode depresi berat tetapi tetap mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup penderita. Kondisi ini bersifat kronis dan biasanya memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mengendalikan gejala serta mencegah kekambuhan.

02 Gejala

Gejala-gejala gangguan afektif bifasik episode depresi ringan atau sedang (F31.3) meliputi berbagai aspek psikologis, fisik, dan sosial. Gejala psikologis yang umum meliputi suasana hati rendah yang terus-menerus atau kesedihan, perasaan putus asa dan tidak berdaya, harga diri rendah, mudah menangis, perasaan bersalah yang berlebihan, mudah tersinggung, tidak memiliki motivasi atau minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai, kesulitan dalam mengambil keputusan, tidak merasakan kesenangan dalam hidup, merasa cemas dan khawatir, serta pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau pikiran bunuh diri. Gejala fisik yang sering muncul antara lain bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya, perubahan nafsu makan atau berat badan (biasanya menurun, tetapi kadang meningkat), konstipasi, nyeri yang tidak dapat dijelaskan, kurang energi, penurunan libido, dan gangguan tidur seperti kesulitan tidur atau bangun terlalu pagi. Gejala sosial meliputi penarikan diri dari lingkungan sosial, keluarga, dan teman-teman, serta penurunan kinerja dalam pekerjaan atau aktivitas sekolah.

03 Penyebab

Penyebab pasti gangguan afektif bifasik belum sepenuhnya dipahami, namun diyakini merupakan kombinasi dari berbagai faktor. Faktor genetik memainkan peran penting karena individu dengan riwayat keluarga yang memiliki gangguan bipolar atau depresi mayor memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi ini. Ketidakseimbangan neurotransmiter di otak, terutama serotonin, dopamin, dan norepinefrin, juga dianggap sebagai faktor biologis utama. Faktor lingkungan seperti stres berat, trauma masa kecil, atau peristiwa kehidupan yang signifikan dapat memicu episode pertama. Perubahan struktur dan fungsi otak, khususnya di area yang mengatur suasana hati dan emosi, juga berkontribusi terhadap perkembangan gangguan ini. Selain itu, penggunaan zat tertentu seperti alkohol, obat-obatan terlarang, atau beberapa obat resep tertentu dapat mempengaruhi suasana hati dan memicu episode.

04 Diagnosis

Diagnosis gangguan afektif bifasik episode depresi ringan atau sedang (F31.3) dilakukan melalui evaluasi komprehensif yang meliputi anamnesis detail tentang riwayat gejala, riwayat keluarga, dan riwayat medis pasien. Profesional kesehatan mental akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk menyingkirkan penyebab organik dari gejala. Penilaian psikiatri menggunakan kriteria diagnostik dari ICD-10 atau DSM-5, yang mencakup identifikasi episode manik atau hipomanik sebelumnya dan episode depresi saat ini. Kriteria untuk episode depresi ringan atau sedang meliputi adanya setidaknya empat gejala depresi yang berlangsung minimal dua minggu, termasuk suasana hati depresif atau hilangnya minat dan kesenangan. Skala penilaian seperti Hamilton Depression Rating Scale (HAM-D) atau Beck Depression Inventory (BDI) dapat digunakan untuk mengukur tingkat keparahan depresi. Penting untuk membedakan antara gangguan bifasik dengan episode depresi tunggal atau kondisi kesehatan mental lainnya.

05 Pengobatan

Pengobatan gangguan afektif bifasik episode depresi ringan atau sedang (F31.3) memerlukan pendekatan komprehensif yang meliputi farmakoterapi dan psikoterapi. Obat-obatan yang umum digunakan termasuk penstabil suasana hati seperti lithium, valproat, atau lamotrigin yang membantu mencegah episode manik dan depresi. Antidepresan dapat diresepkan dengan hati-hati, biasanya dikombinasikan dengan penstabil suasana hati untuk menghindari risiko memicu episode manik. Antipsikotik atipikal seperti quetiapine, olanzapine, atau aripiprazole juga dapat digunakan untuk mengendalikan gejala. Psikoterapi yang efektif meliputi Terapi Perilaku Kognitif (CBT) yang membantu pasien mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif, Terapi Interpersonal dan Ritme Sosial (IPSRT) yang fokus pada hubungan interpersonal dan regulasi ritme biologis, serta psychoeducation yang membantu pasien dan keluarga memahami kondisi ini. Dukungan kelompok dan perubahan gaya hidup sehat termasuk olahraga teratur, tidur yang cukup, dan manajemen stres juga merupakan komponen penting dalam pengobatan.

06 Pencegahan

Pencegahan kekambuhan pada gangguan afektif bifasik episode depresi ringan atau sedang (F31.3) melibatkan strategi jangka panjang yang konsisten. Kepatuhan terhadap regimen pengobatan yang diresepkan merupakan faktor paling penting dalam pencegahan. Pasien harus rutin minum obat meskipun merasa sehat dan tidak mengalami gejala. Mengenali tanda-tanda awal kekambuhan sangat penting agar intervensi dapat dilakukan lebih awal. Menjaga rutinitas harian yang teratur termasuk jadwal tidur yang konsisten, waktu makan yang teratur, dan aktivitas fisik yang cukup sangat membantu menstabilkan suasana hati. Menghindari pemicu seperti stres berlebihan, kurang tidur, dan penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang sangat dianjurkan. Membangun jaringan dukungan sosial yang kuat melalui keluarga, teman, dan kelompok pendukung dapat memberikan bantuan emosional dan praktis. Terapi pemeliharaan jangka panjang dengan psikoterapi juga terbukti efektif dalam mencegah kekambuhan.

07 Perbedaan dengan Kondisi Serupa

Gangguan afektif bifasik episode depresi ringan atau sedang (F31.3) memiliki perbedaan penting dengan kondisi kesehatan mental lainnya. Berbeda dengan gangguan depresi mayor yang hanya mengalami episode depresi tanpa riwayat episode manik atau hipomanik, gangguan bifasik memiliki pola perubahan suasana hati yang khas antara mania dan depresi. Perbedaan dengan gangguan depresi persisten (distimia) terletak pada intensitas gejala yang lebih berat dan adanya riwayat episode manik pada gangguan bifasik. Seasonal Affective Disorder (SAD) memiliki pola musiman yang jelas, sedangkan gangguan bifasik tidak terkait dengan perubahan musim. Perbedaan dengan gangguan cemas adalah gangguan bifasik memiliki gejala depresi yang lebih dominan dan riwayat episode manik. Gangguan siklotimia merupakan bentuk yang lebih ringan dengan perubahan suasana hati yang tidak seberat gangguan bifasik. Diagnosis yang akurat sangat penting karena pengobatan gangguan bifasik berbeda dengan pengobatan depresi tunggal, penggunaan antidepresan saja tanpa penstabil suasana hati dapat memperburuk kondisi.
Bagikan:

📚 Daftar Pustaka (APA 7)

[1]
National Institute of Mental Health (NIMH). Bipolar Disorder. https://www.nimh.nih.gov/health/publications/bipolar-disorder
[2]
National Institute of Mental Health (NIMH). Seasonal Affective Disorder. https://www.nimh.nih.gov/health/publications/seasonal-affective-disorder
[3]
World Health Organization (WHO). Bipolar disorder. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/bipolar-disorder
[4]
NHS. Bipolar disorder. https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/bipolar-disorder/
[5]
NHS. Symptoms - Depression in adults. https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/depression-in-adults/symptoms/

🔗 Konten Terkait: F31.3