https://www.askep3s.org/e70874f8a9/sdki/D.0065
SDKI
Aktual
D.0065
Konfusi Kronis
Konfusi kronis berhubungan dengan Etiologi dibuktikan dengan Tanda dan Gejala.
Tanda & Gejala
Subjektif (DS)
- Kurang motivasi untuk memulai/menyelesaikan perilaku berorientasi tujuan
- Kurang motivasi untuk memulai/menyelesaikan perilaku terarah
Objektif (DO)
- Fungsi kognitif berubah progresif
- Memori jangka pendek dan/atau panjang berubah
- Interpretasi berubah
- Fungsi sosial terganggu
- Respons terhadap stimulus berubah
Luaran (SLKI)
Tingkat Konfusi Menurun
Kriteria Hasil
- Fungsi kognitif meningkat
- Motivasi memulai/menyelesaikan perilaku terarah meningkat
- Memori jangka pendek meningkat
- Memori jangka panjang meningkat
- Interpretasi membaik
- Fungsi sosial membaik
- Respons terhadap stimulus membaik
Intervensi (SIKI)3
I.06189 Manajemen Delirium
Observasi
- Identifikasi faktor risiko delirium (mis: usia >75 tahun, disfungsi kognitif, gangguan penglihatan/pendengaran, penurunan kemampuan fungsional, infeksi, hipo/hipertemia, hipoksia, malnutrisi, efek obat, toksin, gangguan tidur, stres)
- Identifikasi tipe delirium (mis: hipoaktif, hiperaktif, campuran)
- Monitor status neurologis dan tingkat delirium
Terapeutik
- Berikan pencahayaan yang baik
- Sediakan jam dan kalender yang mudah dibaca
- Hindari stimulus sensorik berlebihan (mis: televisi, pengumuman interkom)
- Lakukan pengekangan fisik, sesuai indikasi
- Sediakan informasi tentang apa yang terjadi dan apa yang dapat terjadi selanjutnya
- Batasi pembuatan keputusan
- Gunakan isyarat lingkungan untuk stimulasi memori, reorientasi, dan meningkatkan perilaku yang sesuai
Edukasi
- Anjurkan kunjungan keluarga, jika perlu
- Anjurkan penggunaan alat bantu sensorik (mis: kacamata, alat bantu dengar, dan gigi palsu)
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian obat ansietas atau agitasi, jika perlu
I.09286 Manajemen Demensia
Observasi
- Identifikasi riwayat fisik, sosial, psikologis, dan kebiasaan
- Identifikasi pola aktivitas (mis: tidur, minum obat, eliminasi, asupan oral, perawatan diri)
Terapeutik
- Sediakan lingkungan aman, nyaman, konsisten, dan rendah stimulus
- Orientasikan waktu, tempat, dan orang
- Gunakan distraksi untuk mengatasi masalah perilaku
- Libatkan keluarga dalam merencanakan, menyediakan, dan mengevaluasi perawatan
- Libatkan kegiatan individu atau kelompok sesuai kemampuan kognitif dan minat
Edukasi
- Anjurkan memperbanyak istirahat
- Ajarkan keluarga cara perawatan demensia
I.09332 Terapi Validasi
Observasi
- Identifikasi tahap gangguan kognitif (mis: malorientasi, bingung waktu, repetitif, atau vegetasi)
- Monitor dan refleksikan gestur
Terapeutik
- Hindari menggunakan strategi validasi jika bingung disebabkan oleh penyebab akut atau reversible
- Dengarkan dengan empati
- Tahan diri untuk mengkoreksi atau menentang persepsi dan pengalaman pasien
- Ajukan pertanyaan faktual yang tidak mengancam (mis: siapa? Apa? Kapan? Bagaimana?)
- Pertahankan kontak mata
- Gunakan sentuhan suportif
Edukasi
- Anjurkan mengekspresikan emosi sesuai pengalaman
- Anjurkan mengenang peristiwa sebelumnya untuk mengidentifikasi metode koping yang pernah digunakan sebelumnya
Etiologi3
- Cidera otak (mis: kerusakan kardiovaskular, penyakit neurologis, trauma, tumor)
- Psikosis Korsakoff
- Demensia multi infark