01
Kehamilan ovarium atau ovarian pregnancy adalah salah satu bentuk kehamilan ektopik yang langka, di mana sel telur yang telah dibuahi menempel dan berkembang di dalam atau pada permukaan ovarium (indung telur) alih-alih implantasi di dalam rahim. Kondisi ini diklasifikasikan dalam ICD-10 dengan kode O00.2 yang mencakup kehamilan ektopik yang terjadi secara spesifik pada ovarium.
Kehamilan ovarium merupakan kondisi medis yang serius dan termasuk dalam kategori darurat medis. Meskipun sangat jarang terjadi, kondisi ini memerlukan penanganan segera karena dapat mengancam jiwa jika tidak didiagnosis dan ditangani dengan tepat. Kehamilan ovarium menyumbang sekitar 0,5-3% dari seluruh kasus kehamilan ektopik yang terjadi.
Secara histologis, kehamilan ovarium didefinisikan berdasarkan kriteria Spiegelberg yang mencakup: (1) tali pusat harus menempel pada ovarium, (2) kehamilan harus berada dalam kapsul ovarium, (3) ovarium harus mengalami perubahan yang sesuai dengan kehamilan, dan (4) tidak ada kehamilan di dalam uterus atau tuba falopi.
Kehamilan ovarium merupakan kondisi medis yang serius dan termasuk dalam kategori darurat medis. Meskipun sangat jarang terjadi, kondisi ini memerlukan penanganan segera karena dapat mengancam jiwa jika tidak didiagnosis dan ditangani dengan tepat. Kehamilan ovarium menyumbang sekitar 0,5-3% dari seluruh kasus kehamilan ektopik yang terjadi.
Secara histologis, kehamilan ovarium didefinisikan berdasarkan kriteria Spiegelberg yang mencakup: (1) tali pusat harus menempel pada ovarium, (2) kehamilan harus berada dalam kapsul ovarium, (3) ovarium harus mengalami perubahan yang sesuai dengan kehamilan, dan (4) tidak ada kehamilan di dalam uterus atau tuba falopi.
02
Gejala kehamilan ovarium pada tahap awal seringkali mirip dengan gejala kehamilan normal atau kondisi medis lainnya, sehingga menyulitkan diagnosis. Namun, terdapat beberapa tanda dan gejala khas yang perlu diwaspadai.
Gejala utama yang umumnya dialami penderita meliputi nyeri panggul atau perut bagian bawah yang dapat bersifat akut atau tumpul, perdarahan vagina yang tidak normal baik dalam jumlah sedikit maupun banyak, terlambat menstruasi atau amenore, serta mual dan muntah yang mirip dengan morning sickness pada kehamilan normal. Nyeri panggul biasanya terlokalisasi pada sisi tempat kehamilan ovarium terjadi, baik di sisi kiri maupun kanan.
Pada kasus kehamilan ovarium yang mengalami ruptur atau pecah, gejalanya akan lebih berat dan meliputi nyeri perut mendadak yang hebat, perdarahan internal akibat pecahnya pembuluh darah, tekanan darah rendah (hipotensi), pusing atau pingsan, kulit pucat, dan denyut nadi cepat. Kondisi ruptur ovarium ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera.
Gejala utama yang umumnya dialami penderita meliputi nyeri panggul atau perut bagian bawah yang dapat bersifat akut atau tumpul, perdarahan vagina yang tidak normal baik dalam jumlah sedikit maupun banyak, terlambat menstruasi atau amenore, serta mual dan muntah yang mirip dengan morning sickness pada kehamilan normal. Nyeri panggul biasanya terlokalisasi pada sisi tempat kehamilan ovarium terjadi, baik di sisi kiri maupun kanan.
Pada kasus kehamilan ovarium yang mengalami ruptur atau pecah, gejalanya akan lebih berat dan meliputi nyeri perut mendadak yang hebat, perdarahan internal akibat pecahnya pembuluh darah, tekanan darah rendah (hipotensi), pusing atau pingsan, kulit pucat, dan denyut nadi cepat. Kondisi ruptur ovarium ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera.
03
Penyebab pasti kehamilan ovarium belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor risiko telah diidentifikasi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini. Memahami faktor-faktor risiko ini penting untuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi.
Faktor risiko utama meliputi riwayat kehamilan ektopik sebelumnya yang meningkatkan risiko kekambuhan, infeksi pada organ reproduksi尤其是 PID (Penyakit Radang Panggul) yang disebabkan oleh infeksi menular seksual, endometriosis yang dapat mengganggu struktur normal tuba falopi dan ovarium, riwayat operasi pada organ reproduksi termasuk operasi caesar, pengangkatan miom, atau prosedur pada tuba falopi, serta penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) yang dapat mengubah lingkungan rahim.
Selain itu, faktor lain yang berkontribusi meliputi gangguan pada fungsi tuba falopi yang menghambat perjalanan sel telur ke rahim, infertilitas dan tratamientos kesuburan seperti IVF yang dapat meningkatkan risiko implantasi ektopik, merokok yang mengganggu fungsi sel telur dan pergerakan silia tuba, serta kelainan anatomis pada organ reproduksi wanita.
Faktor risiko utama meliputi riwayat kehamilan ektopik sebelumnya yang meningkatkan risiko kekambuhan, infeksi pada organ reproduksi尤其是 PID (Penyakit Radang Panggul) yang disebabkan oleh infeksi menular seksual, endometriosis yang dapat mengganggu struktur normal tuba falopi dan ovarium, riwayat operasi pada organ reproduksi termasuk operasi caesar, pengangkatan miom, atau prosedur pada tuba falopi, serta penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) yang dapat mengubah lingkungan rahim.
Selain itu, faktor lain yang berkontribusi meliputi gangguan pada fungsi tuba falopi yang menghambat perjalanan sel telur ke rahim, infertilitas dan tratamientos kesuburan seperti IVF yang dapat meningkatkan risiko implantasi ektopik, merokok yang mengganggu fungsi sel telur dan pergerakan silia tuba, serta kelainan anatomis pada organ reproduksi wanita.
04
Diagnosis kehamilan ovarium memerlukan pendekatan diagnostik yang komprehensif karena gejalanya sering tidak spesifik dan menyerupai kondisi lain seperti apendisitis, kista ovarium rupture, atau keguguran. Proses diagnosis biasanya melibatkan beberapa metode pemeriksaan.
Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk menilai nyeri tekan pada perut bagian bawah, pembesaran ovarium yang tidak normal, serta tanda-tanda perdarahan internal. Tes kehamilan (hCG) biasanya menunjukkan hasil positif pada kehamilan ovarium, namun kadarnya mungkin lebih rendah dibandingkan kehamilan normal pada usia gestasi yang sama.
Pemeriksaan USG transvaginal merupakan alat diagnostik utama yang dapat menunjukkan adanya massa pada ovarium dengan karakteristik tertentu. Gambaran USG yang sugestif meliputi kista ovarium dengan komponen solid atau campuran, tidak adanya gestational sac di dalam rahim, serta adanya massa yang terpisah dari uterus. Pada beberapa kasus, USG Doppler dapat membantu melihat aliran darah pada massa ovarium.
Laparoskopi diagnostik merupakan gold standard untuk konfirmasi definitif kehamilan ovarium, di mana dokter dapat langsung melihat lokasi kehamilan dan menilai kondisi ovarium secara langsung. Pemeriksaan histopatologi dari jaringan yang diangkat juga akan dilakukan untuk konfirmasi diagnosis.
Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk menilai nyeri tekan pada perut bagian bawah, pembesaran ovarium yang tidak normal, serta tanda-tanda perdarahan internal. Tes kehamilan (hCG) biasanya menunjukkan hasil positif pada kehamilan ovarium, namun kadarnya mungkin lebih rendah dibandingkan kehamilan normal pada usia gestasi yang sama.
Pemeriksaan USG transvaginal merupakan alat diagnostik utama yang dapat menunjukkan adanya massa pada ovarium dengan karakteristik tertentu. Gambaran USG yang sugestif meliputi kista ovarium dengan komponen solid atau campuran, tidak adanya gestational sac di dalam rahim, serta adanya massa yang terpisah dari uterus. Pada beberapa kasus, USG Doppler dapat membantu melihat aliran darah pada massa ovarium.
Laparoskopi diagnostik merupakan gold standard untuk konfirmasi definitif kehamilan ovarium, di mana dokter dapat langsung melihat lokasi kehamilan dan menilai kondisi ovarium secara langsung. Pemeriksaan histopatologi dari jaringan yang diangkat juga akan dilakukan untuk konfirmasi diagnosis.
05
Pengobatan kehamilan ovarium tergantung pada beberapa faktor termasuk ukuran kehamilan, kondisi hemodinamik pasien, keinginan mempertahankan kesuburan, serta ada tidaknya ruptur. Tujuan utama pengobatan adalah menghentikan kehamilan yang tidak dapat berkembang normal dan mencegah komplikasi serius.
Untuk kasus yang didiagnosis secara dini dan kondisi pasien stabil, pengobatan medis dengan methotrexate dapat menjadi pilihan. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan sel-sel yang berkembang biak dengan cepat. Kriteria untuk terapi methotrexate antara lain ukuran massa kurang dari 3,5-4 cm, kadar hCG serum kurang dari 5000 mIU/mL, tidak ada ruptur, fungsi hati dan ginjal normal, serta pasien mampu menjalani follow-up yang ketat.
Pada kasus yang tidak memenuhi kriteria untuk terapi medis atau telah terjadi ruptur, intervensi bedah diperlukan. Prosedur bedah dapat dilakukan secara laparoskopi (minimal invasif) atau laparotomi (terbuka) tergantung pada kondisi pasien dan keahlian dokter. Pilihan operasi meliputi eksisi kistik (pengangkatan kista bersama kehamilan), ooforektomi parsial (pengangkatan sebagian ovarium), atau ooforektomi total (pengangkatan seluruh ovarium) pada kasus yang lebih berat.
Setelah pengobatan, pasien memerlukan follow-up teratur dengan pemeriksaan hCG serial untuk memastikan kadar hormon menurun hingga tidak terdeteksi, yang menandakan keberhasilan pengobatan.
Untuk kasus yang didiagnosis secara dini dan kondisi pasien stabil, pengobatan medis dengan methotrexate dapat menjadi pilihan. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan sel-sel yang berkembang biak dengan cepat. Kriteria untuk terapi methotrexate antara lain ukuran massa kurang dari 3,5-4 cm, kadar hCG serum kurang dari 5000 mIU/mL, tidak ada ruptur, fungsi hati dan ginjal normal, serta pasien mampu menjalani follow-up yang ketat.
Pada kasus yang tidak memenuhi kriteria untuk terapi medis atau telah terjadi ruptur, intervensi bedah diperlukan. Prosedur bedah dapat dilakukan secara laparoskopi (minimal invasif) atau laparotomi (terbuka) tergantung pada kondisi pasien dan keahlian dokter. Pilihan operasi meliputi eksisi kistik (pengangkatan kista bersama kehamilan), ooforektomi parsial (pengangkatan sebagian ovarium), atau ooforektomi total (pengangkatan seluruh ovarium) pada kasus yang lebih berat.
Setelah pengobatan, pasien memerlukan follow-up teratur dengan pemeriksaan hCG serial untuk memastikan kadar hormon menurun hingga tidak terdeteksi, yang menandakan keberhasilan pengobatan.
06
Kehamilan ovarium yang tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa. Memahami komplikasi ini penting untuk menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan segera.
Komplikasi paling berbahaya adalah ruptur ovarium yang menyebabkan perdarahan intra-abdominal masif. Perdarahan ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan syok hemoragik, yaitu kondisi di mana tekanan darah menurun drastis akibat kehilangan darah dalam jumlah besar. Syok hemoragik merupakan keadaan darurat yang memerlukan transfusi darah dan intervensi bedah segera.
Komplikasi lain meliputi infertilitas sekunder akibat kerusakan pada ovarium atau tuba falopi, adhesi panggul akibat proses peradangan dan jaringan parut pasca-operasi yang dapat mengganggu kesuburan, serta komplikasi dari terapi methotrexate jika digunakan seperti hepatotoksisitas, nefrotoksisitas, atau stomatitis.
Pada kasus yang ditangani dengan sukses, prognosis untuk kesuburan di masa depan umumnya baik terutama jika hanya sebagian kecil ovarium yang diangkat. Namun, pasien tetap memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kehamilan ektopik berulang di masa depan.
Komplikasi paling berbahaya adalah ruptur ovarium yang menyebabkan perdarahan intra-abdominal masif. Perdarahan ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan syok hemoragik, yaitu kondisi di mana tekanan darah menurun drastis akibat kehilangan darah dalam jumlah besar. Syok hemoragik merupakan keadaan darurat yang memerlukan transfusi darah dan intervensi bedah segera.
Komplikasi lain meliputi infertilitas sekunder akibat kerusakan pada ovarium atau tuba falopi, adhesi panggul akibat proses peradangan dan jaringan parut pasca-operasi yang dapat mengganggu kesuburan, serta komplikasi dari terapi methotrexate jika digunakan seperti hepatotoksisitas, nefrotoksisitas, atau stomatitis.
Pada kasus yang ditangani dengan sukses, prognosis untuk kesuburan di masa depan umumnya baik terutama jika hanya sebagian kecil ovarium yang diangkat. Namun, pasien tetap memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kehamilan ektopik berulang di masa depan.
07
Memahami perbedaan antara kehamilan ovarium dan kehamilan normal sangat penting untuk kesadaran kesehatan reproduksi. Meskipun beberapa gejala awal mungkin serupa, terdapat perbedaan mendasar antara kedua kondisi ini.
Pada kehamilan normal, sel telur yang dibuahi menempel dan berkembang di dalam rongga rahim yang merupakan tempat alami untuk implantasi dan perkembangan janin. Sebaliknya, pada kehamilan ovarium, implantasi terjadi di luar rahim tepatnya pada jaringan ovarium, yang tidak dapat menyediakan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan kehamilan.
Dari segi gejala, kehamilan normal umumnya tidak menyebabkan nyeri panggul yang berat atau perdarahan vagina yang signifikan pada trimester pertama. Sementara itu, kehamilan ovarium sering kali disertai nyeri panggul unilateral yang progresif dan perdarahan vagina yang tidak normal.
Dari perspektif perkembangan, kehamilan normal dapat berkembang hingga cukup bulan dengan pemantauan prenatal yang tepat, sedangkan kehamilan ovarium tidak dapat berkembang menjadi janin yang sehat dan harus dihentikan karena risiko ruptur dan komplikasi serius. Jika tidak ditangani, kehamilan ovarium biasanya akan mengalami abortus spontan atau ruptur dalam beberapa minggu pertama.
Pada kehamilan normal, sel telur yang dibuahi menempel dan berkembang di dalam rongga rahim yang merupakan tempat alami untuk implantasi dan perkembangan janin. Sebaliknya, pada kehamilan ovarium, implantasi terjadi di luar rahim tepatnya pada jaringan ovarium, yang tidak dapat menyediakan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan kehamilan.
Dari segi gejala, kehamilan normal umumnya tidak menyebabkan nyeri panggul yang berat atau perdarahan vagina yang signifikan pada trimester pertama. Sementara itu, kehamilan ovarium sering kali disertai nyeri panggul unilateral yang progresif dan perdarahan vagina yang tidak normal.
Dari perspektif perkembangan, kehamilan normal dapat berkembang hingga cukup bulan dengan pemantauan prenatal yang tepat, sedangkan kehamilan ovarium tidak dapat berkembang menjadi janin yang sehat dan harus dihentikan karena risiko ruptur dan komplikasi serius. Jika tidak ditangani, kehamilan ovarium biasanya akan mengalami abortus spontan atau ruptur dalam beberapa minggu pertama.
08
Hubungan antara kista ovarium dan kehamilan merupakan topik yang sering menimbulkan kekhawatiran bagi banyak wanita. Memahami bagaimana kista ovarium dapat memengaruhi kesuburan dan kehamilan sangat penting untuk perencanaan keluarga.
Kista ovarium fungsional seperti kista korpus luteum umumnya无害 dan sering ditemukan pada awal kehamilan. Kista ini biasanya mengecil dengan sendirinya seiring berkembangnya kehamilan dan tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, kista ovarium yang lebih besar seperti kista dermoid atau endometrioma dapat menimbulkan komplikasi selama kehamilan.
Kista ovarium yang besar dapat memutar (torsi) yang menyebabkan nyeri akut dan memerlukan intervensi bedah darurat. Selain itu, kista dapat pecah yang menyebabkan nyeri hebat dan potensi perdarahan. Dalam kasus yang jarang, kista ovarium dapat bersifat ganas dan memerlukan penanganan khusus selama kehamilan.
Untuk wanita dengan kista ovarium yang merencanakan kehamilan, konsultasi dengan dokter spesialis kandungan sangat disarankan. Beberapa kista mungkin perlu diangkat sebelum hamil, sementara yang lain dapat dipantau selama kehamilan dengan USG rutin.
Kista ovarium fungsional seperti kista korpus luteum umumnya无害 dan sering ditemukan pada awal kehamilan. Kista ini biasanya mengecil dengan sendirinya seiring berkembangnya kehamilan dan tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, kista ovarium yang lebih besar seperti kista dermoid atau endometrioma dapat menimbulkan komplikasi selama kehamilan.
Kista ovarium yang besar dapat memutar (torsi) yang menyebabkan nyeri akut dan memerlukan intervensi bedah darurat. Selain itu, kista dapat pecah yang menyebabkan nyeri hebat dan potensi perdarahan. Dalam kasus yang jarang, kista ovarium dapat bersifat ganas dan memerlukan penanganan khusus selama kehamilan.
Untuk wanita dengan kista ovarium yang merencanakan kehamilan, konsultasi dengan dokter spesialis kandungan sangat disarankan. Beberapa kista mungkin perlu diangkat sebelum hamil, sementara yang lain dapat dipantau selama kehamilan dengan USG rutin.
09
Meskipun tidak semua kasus kehamilan ovarium dapat dicegah, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dan mendeteksi kondisi ini lebih awal.
Pencegahan primer meliputi menghindari faktor risiko yang dapat dicegah seperti mengurangi atau berhenti merokok, menggunakan alat pelindung saat berhubungan seksual untuk mencegah infeksi menular seksual, melakukan pemeriksaan dan pengobatan infeksi reproduksi secara tuntas, serta menunda kehamilan jika memiliki faktor risiko tinggi hingga kondisi diperbaiki.
Pencegahan sekunder berfokus pada deteksi dini melalui kesadaran akan gejala kehamilan ektopik, terutama jika memiliki faktor risiko. Wanita dengan riwayat kehamilan ektopik, operasi reproduksi, atau infertilitas harus segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami nyeri panggul, perdarahan vagina, atau hasil tes kehamilan positif yang disertai gejala tidak biasa.
Pemeriksaan prenatal rutin sangat penting untuk mendeteksi kelainan sedini mungkin. Jika hasil tes kehamilan positif, dokter akan melakukan USG awal untuk memastikan lokasi implantasi dan perkembangan kehamilan.
Pencegahan primer meliputi menghindari faktor risiko yang dapat dicegah seperti mengurangi atau berhenti merokok, menggunakan alat pelindung saat berhubungan seksual untuk mencegah infeksi menular seksual, melakukan pemeriksaan dan pengobatan infeksi reproduksi secara tuntas, serta menunda kehamilan jika memiliki faktor risiko tinggi hingga kondisi diperbaiki.
Pencegahan sekunder berfokus pada deteksi dini melalui kesadaran akan gejala kehamilan ektopik, terutama jika memiliki faktor risiko. Wanita dengan riwayat kehamilan ektopik, operasi reproduksi, atau infertilitas harus segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami nyeri panggul, perdarahan vagina, atau hasil tes kehamilan positif yang disertai gejala tidak biasa.
Pemeriksaan prenatal rutin sangat penting untuk mendeteksi kelainan sedini mungkin. Jika hasil tes kehamilan positif, dokter akan melakukan USG awal untuk memastikan lokasi implantasi dan perkembangan kehamilan.
10
Prognosis kehamilan ovarium sangat bergantung pada kecepatan diagnosis dan ketepatan penanganan. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, prognosis untuk kesembuhan lengkap sangat baik.
Untuk kesuburan di masa depan, sebagian besar wanita yang mengalami kehamilan ovarium masih dapat memiliki anak. Jika hanya sebagian kecil ovarium yang diangkat atau jika kehamilan ditangani dengan terapi obat, fungsi ovarium umumnya tetap terjaga. Namun, wanita dengan riwayat kehamilan ektopik memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kekambuhan.
Konseling pra-kehamilan sangat disarankan bagi wanita yang telah mengalami kehamilan ovarium. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menilai kondisi tuba falopi dan ovarium, serta memberikan rekomendasi tentang waktu yang tepat untuk mencoba hamil kembali. Umumnya, disarankan untuk menunggu minimal 3-6 bulan setelah pengobatan sebelum merencanakan kehamilan.
Dengan pemantauan prenatal yang tepat dan kesadaran akan gejala-gejala yang harus diwaspadai, wanita dengan riwayat kehamilan ovarium dapat memiliki kehamilan yang sehat dan sukses di masa depan.
Untuk kesuburan di masa depan, sebagian besar wanita yang mengalami kehamilan ovarium masih dapat memiliki anak. Jika hanya sebagian kecil ovarium yang diangkat atau jika kehamilan ditangani dengan terapi obat, fungsi ovarium umumnya tetap terjaga. Namun, wanita dengan riwayat kehamilan ektopik memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kekambuhan.
Konseling pra-kehamilan sangat disarankan bagi wanita yang telah mengalami kehamilan ovarium. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menilai kondisi tuba falopi dan ovarium, serta memberikan rekomendasi tentang waktu yang tepat untuk mencoba hamil kembali. Umumnya, disarankan untuk menunggu minimal 3-6 bulan setelah pengobatan sebelum merencanakan kehamilan.
Dengan pemantauan prenatal yang tepat dan kesadaran akan gejala-gejala yang harus diwaspadai, wanita dengan riwayat kehamilan ovarium dapat memiliki kehamilan yang sehat dan sukses di masa depan.
11
Kehamilan ovarium merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera. Mengenali tanda-tanda bahaya dan segera mencari bantuan medis dapat menyelamatkan nyawa.
Tanda-tanda darurat yang memerlukan kunjungan segera ke dokter atau unit gawat darurat meliputi nyeri panggul atau perut bagian bawah yang hebat dan tidak mereda, perdarahan vagina yang banyak atau meningkat, pusing, pingsan, atau perasaan akan pingsan, kulit pucat dan dingin, denyut nadi cepat dan lemah, tekanan darah rendah, serta nyeri bahu yang dapat menandakan perdarahan internal.
Selain kondisi darurat, wanita juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala awal seperti terlambat menstruasi disertai tes kehamilan positif dan nyeri panggul, perdarahan vagina yang tidak normal meskipun hasil tes kehamilan negatif, atau nyeri panggul yang terus-menerus pada wanita usia subur.
Deteksi dan penanganan dini adalah kunci untuk prognosis yang baik pada kehamilan ovarium. Jangan menunda mencari bantuan medis jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas.
Tanda-tanda darurat yang memerlukan kunjungan segera ke dokter atau unit gawat darurat meliputi nyeri panggul atau perut bagian bawah yang hebat dan tidak mereda, perdarahan vagina yang banyak atau meningkat, pusing, pingsan, atau perasaan akan pingsan, kulit pucat dan dingin, denyut nadi cepat dan lemah, tekanan darah rendah, serta nyeri bahu yang dapat menandakan perdarahan internal.
Selain kondisi darurat, wanita juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala awal seperti terlambat menstruasi disertai tes kehamilan positif dan nyeri panggul, perdarahan vagina yang tidak normal meskipun hasil tes kehamilan negatif, atau nyeri panggul yang terus-menerus pada wanita usia subur.
Deteksi dan penanganan dini adalah kunci untuk prognosis yang baik pada kehamilan ovarium. Jangan menunda mencari bantuan medis jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas.