MerlinDX Artikel C66
https://www.askep3s.org/e8d953d1ec/artikel/C66
Artikel Klinis ICD-10: C66

C66: Neoplasma Jinak Ureter - Kode ICD-10

5 menit baca Terverifikasi: 2026-08-05

📋 Daftar Isi

  1. Pengertian
  2. Gejala
  3. Penyebab dan Faktor Risiko
  4. Diagnosis
  5. Tatalaksana
  6. Prognosis
  7. Pencegahan
  8. Referensi

01 Pengertian

Kode ICD-10 C66 merujuk pada Neoplasma Jinak Ureter, yaitu pertumbuhan sel abnormal yang bersifat jinak pada jaringan ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih). Neoplasma jinak ureter merupakan tumor yang tidak bersifat kanker dan tidak menyebar ke jaringan atau organ lain, namun dapat menyebabkan obstruksi (penyumbatan) pada saluran ureter jika ukurannya cukup besar. Tumor jinak ureter lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan tumor ganas, namun tetap memerlukan perhatian medis karena dapat mengganggu fungsi sistem urinarius dan berpotensi berkembang menjadi ganas jika tidak ditangani dengan tepat.

01 Gejala

Gejala neoplasma jinak ureter dapat bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Manifestasi klinis yang sering ditemukan meliputi hematuria (darah dalam urine) yang mungkin terlihat secara makroskopis atau hanya terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopis, nyeri pinggang atau flank pain yang dapat menjalar ke arah inguinal, obstruksi ureter yang menyebabkan hidronefrosis (pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine), infeksi saluran kemih berulang, perasaan tidak tuntas saat berkemih, dan dalam beberapa kasus dapat teraba massa pada pemeriksaan fisik. Gejala obstruksi seperti kolik renal juga dapat terjadi jika tumor menyebabkan penyumbatan parsial atau total pada lumen ureter.

01 Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti neoplasma jinak ureter belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor risiko telah diidentifikasi. Faktor-faktor yang berperan dalam perkembangan tumor jinak ureter meliputi predisposisi genetik dan mutasi gen tertentu yang mempengaruhi pertumbuhan sel, paparan kronis terhadap zat karsinogenik seperti asap rokok dan bahan kimia industri, inflamasi kronis pada saluran kemih seperti yang terjadi pada infeksi berulang atau batu saluran kemih, faktor hormonal, dan riwayat keluarga dengan neoplasia saluran kemih. Selain itu, kondisi preneoplastik seperti leukoplakia dan metaplasia sel epitel ureter juga dapat berkontribusi pada pembentukan tumor jinak.

01 Diagnosis

Diagnosis neoplasma jinak ureter memerlukan pendekatan diagnostik yang komprehensif dan multimodal. Anamnesis yang detail mengenai keluhan pasien, riwayat penyakit sebelumnya, dan faktor risiko menjadi langkah awal yang penting. Pemeriksaan fisik dapat menemukan nyeri tekan pada area pinggang atau teraba massa. Pemeriksaan laboratorium meliputi urinalisis untuk mendeteksi hematuria, fungsi ginjal (kreatinin, BUN), dan tes tumor marker jika diperlukan. Pemeriksaan pencitraan merupakan komponen kunci dalam diagnosis, meliputi Ultrasonografi (USG) untuk menilai struktur ginjal dan ureter, CT Scan (Computed Tomography) abdomen-pelvis dengan kontras untuk visualisasi detail tumor, MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk evaluasi lebih lanjut terutama pada pasien dengan kontraindikasi kontras, dan Urografi Intravena (IVP) untuk menilai fungsi ekskresi ginjal dan kontur saluran kemih. Prosedur diagnostik definitif meliputi ureterorenoskopi dengan biopsi untuk konfirmasi histopatologis, yang memungkinkanvisualisasi langsung tumor dan pengambilan jaringan untuk pemeriksaan patologi anatomi.

01 Tatalaksana

Penatalaksanaan neoplasma jinak ureter tergantung pada ukuran tumor, lokasi, gejala yang ditimbulkan, dan kondisi umum pasien. Pilihan terapi utama adalah eksisi bedah (reseksi) tumor, yang dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan tergantung pada karakteristik tumor. Ureterorenoskopi dengan reseksi laser atau elektrokauter merupakan pilihan untuk tumor kecil yang dapat dijangkau secara endoskopi, memungkinkan preservasi ginjal dan ureter. Reseksi segmental ureter dengan anastomosis ulang direkomendasikan untuk tumor yang lebih besar atau multiple pada satu segmen ureter. Reseksi ureter dengan reimplan ke kandung kemih (ureteroneosistostomi) dilakukan untuk tumor pada ureter distal. Nefrektomi radikal dengan ureterektomi total mungkin diperlukan pada kasus dengan tumor besar atau multiple yang melibatkan seluruh panjang ureter. Prosedur konservatif dengan observasi aktif dapat dipertimbangkan untuk tumor sangat kecil yang asymptomatic. Follow-up jangka panjang dengan pemeriksaan pencitraan periodik sangat penting untuk mendeteksi rekurensi.

01 Prognosis

Prognosis neoplasma jinak ureter umumnya baik setelah penanganan yang adekuat. Tumor jinak memiliki tingkat rekurensi yang rendah jika direseksi secara komplit. Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis meliputi ukuran tumor saat diagnosis, lokasi dan jumlah tumor, keberhasilan reseksi bedah, dan kepatuhan pasien dalam follow-up jangka panjang. Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi obstruksi saluran kemih berulang, infeksi saluran kemih, dan dalam kasus yang jarang, transformasi maligna (pergantian menjadi ganas) yang memerlukan penatalaksanaan lebih agresif. Dengan diagnosis dini dan tatalaksana yang tepat, sebagian besar pasien dapat mencapai kesembuhan total dan mempertahankan fungsi ginjal yang adekuat.

01 Pencegahan

Pencegahan neoplasma jinak ureter belum dapat dilakukan secara spesifik karena etiologi yang belum sepenuhnya jelas, namun beberapa strategi dapat membantu mengurangi risiko dan mendeteksi dini kondisi ini. Menghentikan kebiasaan merokok sangat penting karena asap rokok mengandung karsinogen yang dapat mempengaruhi saluran kemih. Menghindari paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai. Menjaga hidrasi yang adekuat untuk memastikan aliran urine yang baik dan mengurangi stasis urin. Menangani segera infeksi saluran kemih dan batu saluran kemih untuk mencegah inflamasi kronis. Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi individu dengan faktor risiko tinggi atau riwayat keluarga neoplasia saluran kemih. Pemeriksaan pencitraan periodik direkomendasikan untuk deteksi dini jika terdapat faktor risiko yang signifikan.

01 Referensi

1. World Health Organization. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, 10th Revision (ICD-10). Geneva: WHO; 2019.

2. American Urological Association. Guidelines on Upper Urinary Tract Urothelial Carcinoma. AUA Guidelines 2017.

3. EAU Guidelines on Urological Infections. European Association of Urology 2023.

4. Campbell-Walsh Urology. 12th Edition. Elsevier; 2020.

5. Mohan H. Textbook of Pathology. 8th Edition. Jaypee Brothers Medical Publishers; 2018.

6. Mochtar H. Sintaksis ICD-10 Kedokteran. Jakarta: EGC; 2018.

7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pengkodean ICD-10 dan ICD-9-CM di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
Bagikan:

🔗 Konten Terkait: C66

Pathway: C66 Neoplasma Ganas Ureter & SDKI