MerlinDX SDKI D.0023
https://www.askep3s.org/f76e40d26e/sdki/D.0023
SDKI Aktual D.0023

Hipovolemia

Hipovolemia berhubungan dengan etiologi dibuktikan dengan tanda dan gejala

Tanda & Gejala

Objektif (DO)

  • Frekuensi nadi meningkat
  • Nadi teraba lemah
  • Tekanan darah menurun
  • Tekanan nadi menyempit
  • Turgor kulit menurun
  • Membran mukosa kering
  • Volume urin menurun
  • Hematokrit meningkat

Luaran (SLKI)

keseimbangan cairan meningkat

Kriteria Hasil

  • Output urin meningkat
  • Membrane mukosa lembab meningkat
  • Tekanan darah membaik
  • Frekuensi nadi membaik
  • Kekuatan nadi membaik

Intervensi (SIKI)2

I.03116 Manajemen Hipovolemia

Observasi

  • Periksa tanda dan gejala hipovolemia (mis: frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urin menurun, hematokrit meningkat, haus, lemah)
  • Monitor intake dan output cairan

Terapeutik

  • Hitung kebutuhan cairan
  • Berikan posisi modified Trendelenburg
  • Berikan asupan cairan oral

Edukasi

  • Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
  • Anjurkan menghindari perubahan posisi mendadak

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian cairan IV isotonis (mis: NaCL, RL)
  • Kolaborasi pemberian cairan IV hipotonis (mis: glukosa 2,5%, NaCl 0,4%)
  • Kolaborasi pemberian cairan koloid (albumin, plasmanate)
  • Kolaborasi pemberian produk darah

I.03116 Manajemen Syok Hipovolemik

Observasi

  • Monitor status kardiopulmonal (frekuensi dan kekuatan nadi, frekuensi napas, TD, MAP)
  • Monitor status oksigenasi (oksimetri nadi, AGD)
  • Monitor status cairan (masukan dan haluaran, turgor kulit, CRT)
  • Periksa tingkat kesadaran dan respon pupil
  • Periksa seluruh permukaan tubuh terhadap adanya DOTS (deformity/deformitas, open wound/luka terbuka, tenderness/nyeri tekan, swelling/bengkak)

Terapeutik

  • Pertahankan jalan napas paten
  • Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen > 94%
  • Persiapkan intubasi dan ventilasi mekanis, jika perlu
  • Lakukan penekanan langsung (direct pressure) pada perdarahan eksternal
  • Berikan posisi syok (modified trendelenberg)
  • Pasang jalur IV berukuran besar (mis: nomor 14 atau 16)
  • Pasang kateter urin untuk menilai produksi urin
  • Pasang selang nasogastrik untuk dekompresi lambung
  • Ambil sampel darah untuk pemeriksaan darah lengkap dan elektrolit

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian infus cairan kristaloid 1 – 2 L pada dewasa
  • Kolaborasi pemberian infus cairan kristaloid 20 mL/kgBB pada anak
  • Kolaborasi pemberian transfusi darah, jika perlu

Etiologi5

Konten Terkait