https://www.askep3s.org/f7a521fb91/sdki/D.0066
SDKI
Aktual
D.0066
Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial
Penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan Etiologi.
Tanda & Gejala
Objektif (DO)
- Tekanan darah meningkat dengan tekanan nadi (pulse pressure) melebar
- Bradikardia
- Pola napas ireguler
- Tingkat kesadaran menurun
- Respon pupil melambat atau tidak sama
- Refleks neurologis terganggu
Luaran (SLKI)
Kapasitas Adaptif Intrakranial Meningkat
Kriteria Hasil
- Tingkat kesadaran meningkat
- Sakit kepala menurun
- Bradikardia menurun
- Tekanan darah membaik
- Tekanan nadi membaik
- Pola napas membaik
- Respon pupil membaik
- Refleks neurologis membaik
Intervensi (SIKI)2
I.06194 Manajemen Peningkatan Tekanan Intrakranial
Observasi
- Identifikasi penyebab peningkatan TIK (mis: lesi, gangguan metabolisme, edema serebral)
- Monitor tanda/gejala peningkatan TIK (mis: tekanan darah meningkat, tekanan nadi melebar, bradikardia, pola napas ireguler, kesadaran menurun)
- Monitor MAP (mean arterial pressure)
- Monitor CVP (central venous pressure)
- Monitor PAWP, jika perlu
- Monitor PAP, jika perlu
- Monitor ICP (intra cranial pressure)
- Monitor status pernapasan
- Monitor intake dan output cairan
- Monitor cairan serebrospinal (mis: warna, konsistensi)
Terapeutik
- Minimalkan stimulus dengan menyediakan lingkungan yang tenang
- Berikan posisi semi fowler
- Hindari manuver valsava
- Cegah terjadinya kejang
- Hindari penggunaan PEEP
- Hindari pemberian cairan IV hipotonik
- Atur ventilator agar PaCO2 optimal
- Pertahankan suhu tubuh normal
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian sedasi dan antikonvulsan, jika perlu
- Kolaborasi pemberian diuretik osmosis, jika perlu
- Kolaborasi pemberian pelunak tinja, jika perlu
I.06198 Pemantauan Tekanan Intrakranial
Observasi
- Identifikasi penyebab peningkatan TIK (mis: lesi, gangguan metabolisme, edema serebral, hipertensi intrakranial idiopatik)
- Monitor peningkatan TIK
- Monitor pelebaran tekanan nadi (selisih TDS dan TDD)
- Monitor penurunan frekuensi jantung
- Monitor irama napas
- Monitor penurunan tingkat kesadaran
- Monitor perlambatan atau ketidaksimetrisan respon pupil
- Monitor kadar CO2 dan pertahankan dalam rentang yang diindikasikan
- Monitor jumlah, kecepatan, dan karakteristik drainase cairan serebrospinal
- Monitor efek stimulus lingkungan terhadap TIK
Terapeutik
- Ambil sampel drainase cairan serebrospinal
- Kalibrasi transduser
- Pertahankan sterilitas sistem pemantauan
- Pertahankan posisi kepala dan leher netral
- Bilas sistem pemantauan, jika perlu
- Atur interval pemantauan sesuai kondisi pasien
- Dokumentasikan hasil pemantauan
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
- Informasikan hasil pemantauan, jika perlu
Etiologi6
- Lesi menempati ruang (mis: akibat tumor, abses)
- Gangguan metabolisme (mis: hiponatremia, ensefalopati uremikum, ensefalopati hepatikum, ketoasidosis diabetes, septikemia)
- Edema serebral (mis: akibat cedera kepala, stroke iskemik, stroke hemoragik, hipoksia, ensefalopati iskemik, pasca operasi)
- Peningkatan tekanan vena (mis: akibat thrombosis sinus vena serebral, gagal jantung, thrombosis vena jugularis atau vena kava superior)
- Obstruksi aliran cairan serebrospinal
- Hipertensi intrakranial idiopatik