https://www.askep3s.org/f9061d2287/sdki/D.0082
SDKI
Aktual
D.0082
Distres Spiritual
Distres spiritual berhubungan dengan Etiologi dibuktikan dengan DS dan DO.
Tanda & Gejala
Subjektif (DS)
- Mempertanyakan makna/tujuan hidupnya
- Menyatakan hidupnya terasa tidak/kurang bermakna
- Merasa menderita/tidak berdaya
Objektif (DO)
- Tidak mampu beribadah
- Marah pada Tuhan
Luaran (SLKI)
Status Spiritual Membaik
Kriteria Hasil
- Verbalisasi makna dan tujuan hidup meningkat
- Verbalisasi kepuasan terhadap makna hidup meningkat
- Verbalisasi perasaaan keberdayaan meningkat
- Perilaku marah pada Tuhan menurun
- Kemampuan beribadah membaik
Intervensi (SIKI)2
I.09276 Dukungan Spiritual
Observasi
- Identifikasi perasaan khawatir, kesepian, dan ketidakberdayaan
- Identifikasi pandangan tentang hubungan antara spiritual dan Kesehatan
- Identifikasi harapan dan kekuatan pasien
- Identifikasi ketaatan dalam beragama
Terapeutik
- Berikan kesempatan mengekspresikan perasaan tentang penyakit dan kematian
- Berikan kesempatan mengekspresikan dan meredakan marah secara tepat
- Yakinkan bahwa perawat bersedia mendukung selama masa ketidakberdayaan
- Sediakan privasi dan waktu untuk aktivitas spiritual
- Diskusikan keyakinan tentang makna dan tujuan hidup, jika perlu
- Fasilitasi melakukan kegiatan ibadah
Edukasi
- Anjurkan berinteraksi dengan keluarga, teman, dan/atau orang lain
- Anjurkan berpartisipasi dalam kelompok pendukung
- Ajarkan metode relaksasi, meditasi, dan imajinasi terbimbing
Kolaborasi
- Atur kunjungan dengan rohaniawan (mis: ustadz, pendeta, romo, biksu)
I.09312 Promosi Koping
Observasi
- Identifikasi kegiatan jangka pendek dan panjang sesuai tujuan
- Identifikasi kemampuan yang dimiliki
- Identifikasi sumber daya yang tersedia untuk memenuhi tujuan
- Identifikasi pemahaman proses penyakit
- Identifikasi dampak situasi terhadap peran dan hubungan
- Identifikasi metode penyelesaian masalah
- Identifikasi kebutuhan dan keinginan terhadap dukungan sosial
Terapeutik
- Diskusikan perubahan peran yang dialami
- Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
- Diskusikan alasan mengkritik diri sendiri
- Diskusikan untuk mengklarifikasi kesalahpahaman dan mengevaluasi perilaku sendiri
- Diskusikan konsekuensi tidak menggunakan rasa bersalah dan rasa malu
- Diskusikan risiko yang menimbulkan bahaya pada diri sendiri
- Fasilitasi dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan
- Berikan pilihan realistis mengenai aspek-aspek tertentu dalam perawatan
- Motivasi untuk menentukan harapan yang realistis
- Tinjau kembali kemampuan dalam pengambilan keputusan
- Hindari mengambil keputusan saat pasien berada di bawah tekanan
- Motivasi terlibat dalam kegiatan sosial
- Motivasi mengidentifikasi sistem pendukung yang tersedia
- Dampingi saat berduka (mis: penyakit kronis, kecacatan)
- Perkenalkan dengan orang atau kelompok yang berhasil mengalami pengalaman sama
- Dukung penggunaan mekanisme pertahanan yang tepat
- Kurangi rangsangan lingkungan yang mengancam
Edukasi
- Anjurkan menjalin hubungan yang memiliki kepentingan dan tujuan sama
- Anjurkan penggunaan sumber spiritual, jika perlu
- Anjurkan mengungkapkan perasaan dan persepsi
- Anjurkan keluarga terlibat
- Anjurkan membuat tujuan yang lebih spesifik
- Ajarkan cara memecahkan masalah secara konstruktif
- Latih penggunaan teknik relaksasi
- Latih keterampilan sosial, sesuai kebutuhan
- Latih mengembangkan penilaian obyektif
Etiologi10
- Menjelang ajal
- Kondisi penyakit kronis
- Kematian orang terdekat
- Perubahan pola hidup
- Kesepian
- Pengasingan diri
- Pengasingan sosial
- Gangguan sosio-kultural
- Peningkatan ketergantungan dengan orang lain
- Kejadian hidup yang tidak diharapkan