Kalkulator Klinis Tertutup

Morse Fall Scale (MFS)

Metode penilaian yang cepat dan sederhana untuk mengidentifikasi kemungkinan pasien dewasa jatuh selama perawatan di rumah sakit.

Diproses aman di sisi klien (tanpa server). Penilaian ini idealnya dilakukan saat pasien masuk, saat dipindahkan, atau terjadi perubahan status klinis.
Total Skor MFS
0/ 125
RiwayatDx Sek.AlatInfusGayaMental
Menghitung data...

Intervensi Keperawatan

I.14540 Pencegahan Jatuh
  • OBSERVASI
    • Identifikasi faktor jatuh (mis: usia > 65 tahun, penurunan tingkat kesadaran, defisit kognitif, hipotensi ortostatik, gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan, neuropati)
    • Identifikasi risiko jatuh setidaknya sekali setiap shift atau sesuai dengan kebijakan institusi
    • Identifikasi faktor lingkungan yang meningkatkan risiko jatuh (mis: lantai licin, penerangan kurang)
    • Hitung risiko jatuh dengan menggunakan skala (mis: fall morse scale, humpty dumpty scale), jika perlu
    • Monitor kemampuan berpindah dari tempat tidur ke kursi roda dan sebaliknya
  • TERAPEUTIK
    • Orientasikan ruangan pada pasien dan keluarga
    • Pastikan roda tempat tidur dan kursi roda selalu dalam kondisi terkunci
    • Pasang handrail tempat tidur
    • Atur tempat tidur mekanis pada posisi terendah
    • Tempatkan pasien berisiko tinggi jatuh dekat dengan pantauan perawat dari nurse station
    • Gunakan alat bantu berjalan (mis: kursi roda, walker)
    • Dekatkan bel pemanggil dalam jangkauan pasien
  • EDUKASI
    • Anjurkan memanggil perawat jika membutuhkan bantuan untuk berpindah
    • Anjurkan menggunakan alas kaki yang tidak licin
    • Anjurkan berkonsentrasi untuk menjaga keseimbangan tubuh
    • Anjurkan melebarkan jarak kedua kaki untuk meningkatkan keseimbangan saat berdiri
    • Ajarkan cara menggunakan bel pemanggil untuk memanggil perawat
I.14513 Manajemen Kes. Lingkungan
  • OBSERVASI
    • Identifikasi kebutuhan keselamatan (mis: kondisi fisik, fungsi kognitif, dan Riwayat perilaku)
    • Monitor perubahan status keselamatan lingkungan
  • TERAPEUTIK
    • Hilangkan bahaya keselamatan lingkungan (mis: fisik, biologi, kimia), jika memungkinkan
    • Modifikasi lingkungan untuk meminimalkan bahaya dan risiko
    • Sediakan alat bantu keamanan lingkungan (mis: commode chair dan pegangan tangan)
    • Gunakan perangkat pelindung (mis: pengekangan fisik, rel samping, pintu terkunci, pagar)
    • Hubungi pihak berwenang sesuai masalah komunitas (mis: puskesmas, polisi, damkar)
    • Fasilitasi relokasi ke lingkungan yang aman
    • Lakukan program skrining bahaya lingkungan (mis: timbal)
  • EDUKASI
    • Ajarkan individu, keluarga, dan kelompok risiko tinggi bahaya lingkungan