https://www.askep3s.org/69f23faf74/sdki/D.0045
SDKI
Aktual
D.0045
Inkontinensia Urin Refleks
Inkontinensia urin refleks berhubungan dengan Etiologi dibuktikan dengan Tanda dan Gejala.
Tanda & Gejala
Subjektif (DS)
- Tidak mengalami sensasi berkemih
- Dribbling
- Sering buang air kecil
- Hesitancy
- Nokturia
- Enuresis
Objektif (DO)
- Volume residu urin meningkat
Luaran (SLKI)
Kontinensia Urin Membaik
Kriteria Hasil
- Sensasi berkemih membaik
- Dribbling menurun
- Hesitancy menurun
- Nokturia menurun
- Enuresis menurun
- Residu volume urin setelah berkemih menurun
Intervensi (SIKI)2
I.04148 Kateterisasi Urin
Observasi
- Periksa kondisi pasien (mis: kesadaran, tanda-tanda vital, daerah perineal, distensi kandung kemih, inkontinensia urin, refleks berkemih)
Terapeutik
- Siapkan peralatan, bahan-bahan, dan ruangan Tindakan
- Lakukan insersi kateter urin dengan menerapkan prinsip aseptik
- Fiksasi selang kateter di atas simpisis atau di paha
- Pastikan urin bag ditempatkan lebih rendah dari kandung kemih
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemasangan kateter urin
- Anjurkan menarik napas saat insersi selang kateter
I.04163 Perawatan Inkontinensia Urin
Observasi
- Identifikasi penyebab inkontinensia urin
- Monitor keefektifan obat dan terapi modalitas berkemih
Terapeutik
- Bersihkan daerah genital secara rutin
- Ambil sampel urin untuk pemeriksaan
Edukasi
- Jelaskan definisi, jenis inkontinensia, penyebab inkontinensia urin
- Ajarkan memantau cairan keluar dan masuk serta pola eliminasi urin
Kolaborasi
- Rujuk ke ahli inkontinensia, jika perlu
Etiologi2
- Kerusakan konduksi impuls di atas arkus refleks
- Kerusakan jaringan (mis: terapi radiasi)